Home Dunia Anak Ahli Gizi Sarankan Anak Diajarkan Puasa Bertahap

Ahli Gizi Sarankan Anak Diajarkan Puasa Bertahap

2
Ahli Gizi Sarankan Anak Diajarkan Puasa Bertahap

Anak puasa Foto: Republika/Prayogi

 

Jumat 17 Mei 2019 08:26 WIB

Ajarkan anak puasa mulai dari tiga jam dulu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Orang tua kerap bimbang ketika akan mulai mengajarkan anaknya berpuasa. Pertanyaan seperti di usia berapa anak bisa belajar puasa, hingga apakah sebaiknya makanan yang cocok diberikan untuk nutrisi puasa anak bisa jadi melayang di benak.

Ahli nutrisi, dr Rizal Alaydrus MSc, meminta para orang tua tidak memaksa buah hatinya yang baru berusia di bawah lima tahun (balita) untuk berpuasa Ramadhan penuh layaknya orang dewasa. Orang tua bisa mengajari anaknya menjalani puasa secara bertahap.

Rizal Alaydrus mengakui, orang tua memang jarang mendiskusikan keinginannya supaya anaknya berpuasa. "Padahal, keinginan untuk menjalankan ibadah puasa harus dari si anak kemudian orang tua harus mengajari anaknya untuk puasa secara bertahap," katanya saat di diskusi bertema 'makin nyaman saat berbuka dengan kebaikan Kin Fresh Milk dari Sapi A2', di Jakarta, Kamis (16/5).

Ia mengutip pernyataan salah satu dokter anak di Universitas Indonesia supaya orang tua mengajarkan anaknya puasa di usia dua hingga tiga tahun dan berpuasa selama tiga jam dahulu. Kemudian bertahap menjadi enam jam. Kemudian meningkat menjadi selama sembilan jam, 12 jam, dan akhirnya bisa berpuasa penuh seharian.

"Jadi lamanya puasa kelipatan tiga jam, tetapi sekali lagi jangan memaksakan anak puasa bahkan sampai membandingkan dengan anak yang lain. Ini bisa jadi beban buat dia (anak)," katanya.

Selain jam puasa yang bertahap, orang tua perlu memikirkan kecukupan tidur anak. Ia menyarankan anak ditidurkan satu jam lebih awal selama Ramadhan dibading jadwal tidur biasanya.

Sebab, dia menambahkan, anak masih harus makan sahur yang memotong jam tidur biasanya. Kemudian saat anak baru membuka mata, ia menyebut orang tua bisa menyuguhkan segelas susu sapi 150-250 ml pada buah hatinya karena mereka pasti malas mengunyah.

Rizal menegaskan susu hanya pelengkap hidangan sahur. Untuk menu sahur orang tua bisa menanyakan pada sang anak ingin memakan masakan apa agar memicu selera makan anak.

 

Sumber : REPUBLIKA.CO.ID