Home Pemilu Presiden/ Legislatif 2019 Catatan Deklarasi Projo di Riau, Dari Backdrop Dicoret Sampai Kursi Banyak Kosong

Catatan Deklarasi Projo di Riau, Dari Backdrop Dicoret Sampai Kursi Banyak Kosong

10
Catatan Deklarasi Projo di Riau, Dari Backdrop Dicoret Sampai Kursi Banyak Kosong

Catatan Deklarasi Projo di Riau, Dari Backdrop Dicoret Sampai Kursi Banyak Kosong

Kamis, 11 Oktober 2018 07:24

Pro Jokowi atau Projo sukses menggaet seluruh kepala daerah di Riau. Sayangnya ada sedikit 'noda' saat deklarasi. Backdropnya dicoret dan banyak kursi kosong.

Riauterkini - PEKANBARU - Backdrop acara deklarasi relawan Pro Jokowi (Projo) sebelum acara dimulai mendadak dicoret pihak panitia. Tulisan Deklarasi Relawan Jokowi Bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih serta Walikota/Bupati Provinsi Riau' tersebut yang dicoret berwarna hitam tersebut menjadi sorotan. 

Sekretaris Panitia yang mengaku bernama Dewi saat dikonfirmasi mengaku sempat kebingungan menjawab, kenapa backdrop berukuran besar yang terpampapang di depan podium acara harus dicoret. 

"Ya, ndak ada masalah, cuma ada kesalahan tekhnis. Karena acara mau dimulai, kami tak mungkin mengganti," kata Dewi, Rabu (10/10/18). 

Saat ditanya kesalahan tekhnis tulisan seperti apa sehingga panitia harus mencoret ketika acara yang dihadiri hampir seluruh kepala daerah di Riau tersebut. Dewi tidak merincikan, kecuali hanya mengatakan akan mengevaluasinya. 

"Kami evaluasi kesalahan tekhnis itu," ujarnya. 

Saat kembali ditanya apakah tulisan di backdrop karena ada yang bertentangan dengan aturan, sehingga terkesan dipaksakan. Dewi lalu enggan menjawabnya, dengan alasan dia hanya Sekretaris Panitia. 

Seperti diketahui, Backdrop acara deklarasi relawan Pro Jokowi (Projo) 'Deklarasi Relawan Jokowi Bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih serta Walikota/ Bupati Provinsi Riau'. Kegiatan dihadiri hampir seluruh kepala daerah di Riau, kecuali Pelaksana Tugas (Plt) Gubri, Bupati Indragiri Hulu Yopi Arianto, Bupati Rokan Hulu Sukiman yang tak terlihat hadir. 

Dari para bupati walikota yang hadir pada acara deklarasi Projo 2018 ini, berasal dari latar belakang berbeda. Bupati Kepulauan Meranti misalnya, yang nota bene sebagai Ketua DPW PAN Riau namun justru hadir, ketika DPP PAN mengkampanyekan dukungan untuk pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. 

Begitu juga dengan Bupati Siak yang juga Gubernur Riau terpilih, Syamsuar yang sudah menyatakan bergabung dengan DPW PAN, juga tampak antusias hadir bahkan memimpin saat pembacaan deklarasi tersebut. Kemudian tampak hadir Walikota Pekanbaru Firdaus MT yang berasal dari Partai Demokrat. Sementara partai berlambang mercy tersebut sudah menyatakan dukungannya kepada calon Presiden Prabowo-Sandiaga. 

Berbeda dengan Bupati Kampar Azis Zainal dan Bupati Kuansing Mursini dari partai PPP, Bupati Bengkalis Amril Mukminin dan Bupati Inhil Wardhan dari Golkar, masing-masing partai memang mendukung sepenuhnya kepada pasangan Jokowi-Maaruf Amin. 

Catatan lain dari kegiatan politik yersebut adalah banyaknya kursi kosong. Lebih dari aeparo kursi yang tersedia belum terisi saat acara dimulai. Meskipun saat acara berjalan ada peaerta tambahan, tetap saja masih banyak kursi undangan yang kosong. 

Sebagai tambahan, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau tidak hadir pada acara ini, karena ada kegiatan dinas di Jakarta.***(mok)

 

 

Sumber : Riauterkini