Home Dunia Islam Corona Ancam Pelaksanaan Ibadah Haji

Corona Ancam Pelaksanaan Ibadah Haji

125
Corona Ancam Pelaksanaan Ibadah Haji

uasana area tawaf yang lengang di Masjidil Haram setelah Kerajaan Arab Saudi sebagai Pelayan Dua Kota Suci menghentikan sementara ibadah umrah, Jumat (6/3).

 

 

Sabtu 07 Mar 2020 07:03 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, Pemerintah Arab Saudi memperluas larangan ibadah umroh setelah mewabahnya virus corona. Bila sebelum ini larangan umroh diberlakukan jamaah dari luar Arab Saudi, kini warga setempat dan para pekerja asing di Arab Saudi sementara tidak diizinkan menjalankan ibadah umroh.

Arab News, kemarin, melaporkan perluasan larangan umroh tersebut tidak disebutkan batas waktunya. Artinya, bisa saja dalam waktu singkat akan dicabut jika perkembangan virus corona di dunia, termasuk di Arab Saudi sendiri sudah bisa ditangani. Namun, bila wabah tersebut semakin mengganas dan sulit dikendalikan sangat mungkin pelarangan tersebut dalam waktu yang panjang.

Meski demikian, sejauh ini belum ada informasi bahwa larangan umroh tersebut diberlakukan oleh Pemerintah Arab Saudi sampai akhir tahun. Informasi yang sempat beredar di sejumlah media massa di Indonesia sepanjang hari kemarin dibantah oleh Kementerian Agama. Informasi yang diperoleh Kementerian Agama dari Kerajaan Arab Saudi tidak ada pernyataan bahwa umroh akan dilarang selama tahun 2020 ini.

Sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim dan setiap tahun sekitar satu juta warga Indonesia melaksanakan ibadah umroh, kepastian kebijakan Pemerintah Arab Saudi menjadi hal yang sangat penting. Meski ada rasa kekhawatiran merebaknya virus corona yang kini sudah merambah Tanah Air, kepastian untuk bisa berangkat umroh selalu dinanti. Tidak hanya oleh calon jamaah umroh, tetapi juga lembaga biro perjalanan haji dan umroh yang selama ini mengandalkan ladang usahanya di sektor ini.

Sampai saat ini, belum ada kepastian bahwa umat Islam seluruh dunia akan dapat kembali beribadah umroh ke Tanah Suci Makkah. Sempat beredar kabar bahwa penutupan umroh hanya berlangsung selama 14 hari. Namun, semakin meluasnya wabah virus corona ke berbagai negara, bisa jadi larangan 14 hari tersebut dapat diperpanjang.

Apalagi, informasi terakhir tadi malam menyebutkan, penderita corona di Wuhan, Cina, yang sempat menurun dilaporkan kembali naik. Padahal, sebelum ini WHO melaporkan terjadi angka penurunan penderita virus corona di kota ini setelah penanganan yang cepat dari Pemerintah Cina. Tapi dengan adanya informasi terbaru dari Wuhan menunjukkan, belum ada tanda-tanda penyebaran virus corona telah berakhir. Bahkan, sangat mungkin kian meluas.

Pelarangan Umroh Menjadi Panjang

 

 

Dalam kondisi yang seperti itu, kebijakan pelarangan umroh sangat mungkin menjadi lebih panjang. Pertanyaan yang mungkin muncul, apakah saat bulan Ramadhan, umroh juga masih dilarang? Selama ini ibadah umroh pada bulan Suci Ramadhan sangat diminati karena nilai ibadah umrohnya yang sama dengan berhaji. Umat Muslim di Tanah Air tidak sedikit yang memilih umroh pada bulan ini.

Bila kenyataannya pada bulan Ramadhan pun umroh masih ditutup, umat Muslim di Indonesia harus bersiap-siap bila pelaksanaan haji mungkin tidak semulus tahun-tahun sebelumnya. Kita semua tidak ada yang tahu kapan berakhirnya wabah virus corona. Semua negara, termasuk badan kesehatan dunia WHO selama ini sudah berjibaku untuk mengatasi virus corona tidak meluas penyebarannya.

 

Negara-negara yang terwabah virus corona dan yang masih terbebas dari wabah tersebut sesungguhnya tidak tinggal diam. Antisipasi, pencegahan, dan pengobatan telah dilakukan. Tapi, sampai saat ini belum teratasi.

Kita berharap pada musim haji, wabah virus corona sudah bisa ditanggulangi. Penyebaran dan penularannya pun sudah tidak terjadi. Bahkan, korbannya sudah tidak lagi berjatuhan. Dengan kondisi seperti ini, pelaksanaan haji akan bisa berlangsung lancar seperti tahun-tahun sebelumnya.

Namun, jika ancaman virus corona hingga musim haji belum ada tanda-tanda membaik, umat Muslim di Tanah Air harus bersiap-siap jika ada kemungkinan pelaksanaan ibadah haji tahun ini tidak sesuai dengan biasanya. Apabila wabah corona masih mengancam, bisa saja Arab Saudi membatasi jumlah jamaah haji tahun ini.

 

Karena itu, pemerintah kita sudah harus menyosialisasi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi dalam pelaksanaan haji tahun ini kepada jamaah calon haji. Meski demikian, persiapan pemberangkatan ibadah haji tetap harus dilakukan oleh pemerintah sebagaimana yang dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.

 

Sumber : REPUBLIKA.CO.ID

- Pucuk Suku Nan Sepuluh -
Banner Pucuk Suku Nan Sepuluh
- Makna dan Arti Logo -
Banner makna Logo luhak kepenuhan
Gssb
Banner gssb
Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
New Poster Luhak Kepenuhan Beradat
Jadwal Sholat & Imsakiah 1441 H
Banner Waktu Sholat dan Imsakiyah 1441 H
Banner Petuah Ketua Lam Rohul
Petuah Ketua LAM Rohul
Banner Petuah Ketua Lam Rohul
Banner Petuah Ketua Lam Rohul
Sambutan Ketua LKA Kepenuhan
Banner Ketua LKA Kepenuhan
Banner Ketua LKA Kepenuhan
Sekapur Sirih Mamak Sutan Kayo Moah
Banner Sekapur Sirih
Banner Sekapur Sirih
Buku Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
Banner Buku Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
Banner Buku Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
Add
Banner ADD
Banner ADD
One Day One Juz
Banner One Day One Juz
Banner One Day One Juz
Rumah Tahfidz Kepenuhan Timur
Banner Rumah Tahfidz Kepenuhan Timur
Banner Rumah Tahfidz Kepenuhan Timur
Banner Gerakan Negeri Beradat
Banner Gerakan Negeri Beradat
Banner Buku Super Quotion
Banner Buku Super Quotion
Banner Lam Kabupaten ROkan Hulu
Banner Lam Kabupaten ROkan Hulu
Banner LKA Kepenuhan
Banner LKA Kepenuhan