Home Berita Dalam Koran Di Kampung Tua Inilah Tuan Guru Dilahirkan

Di Kampung Tua Inilah Tuan Guru Dilahirkan

38,179
Di Kampung Tua Inilah Tuan Guru Dilahirkan

Di Kampung Tua Inilah Tuan Guru Dilahirkan

Menelusuri Jejak Sejarah Syeh Abdul Wahab Rokan (1)
Di Kampung Tua Inilah Tuan Guru Dilahirkan

21 Juni 2013 - 10.54 WIB > Dibaca 1690 kali

 

Benarkah di tengah hutan belantara Desa Rantau Binuang Sakti, Rokan Hulu, tempat lahirnya ulama besar Syeh Abdul Wahab Rokan? Tidak banyak bekas-bekas tanda keberadaan perkampungan. Yang ada hanya pohon-pohon tua yang menjulang tinggi.

Laporan JARIR AMRUN, Pasirpengaraian

NAMUN setelah melihat nisan beberapa makam tua dan beberapa peninggalan jejak adanya perkampungan di hutan ini, barulah para peserta Seminar Asia Tenggara yakin bahwa pernah ada pemukiman di tempat itu. Bahkan bisa dikatakan lokasi kerajaan, sebab ada bekas kolam mandi putri. Di perkampungan yang ramai dan makmur inilah lahirnya sosok bayi mungil Abu Qosim (nama kecil Syekh Abdul Wahab Rokan) pada pada 28 September 1811 lalu. Sekitar dua abad yang lalu, Desa Rantau Binuang Sakti ini tempat berkumpulkan para ulama dan cendikia. Hal ini berdasarkan buku Sejarah Perjuangan Sultan Mohammad Dzainal Abidin menentang Kolonial Belanda di Rokan, 1887-1916, bahwa Raja XV Sultan Abdul Wahid mendirikan istana darurat di Rantau Binuang Sakti.

Setelah dinobatkan Sultan Mohammad Zainal Abidin sebagai Raja XVI Tambusai berkedudukan di istana II di Rantau Kasai. Karena sifatnya sementara, peninggalan yang ada hanya kolam mandi putri, bekas tapak masjid, makam-makam ulama, seperti makam Syeh Abdul Halim, yakni guru Syeh Abdul Wahab Rokan sebelum merantau menuntut ilmu ke Makkah, dan banyak juga makam tua yang tidak bernama.

Lokasi perkampungan bekas tempat lahir Syeh Abdul Wahab Rokan (Rantau Binuang Sakti) ini sangat sederhana. Tak jauh dari masjid, ada sungai kecil yang bisa digunakan menuju ke Sungai Rokan —Dari Sungai Rokan inilah Tuan Guru merantau ke Dumai, Teluk Masjid (Sungai Apit), Singapura, Makkah, Langkat bahkan ke Malaysia.

Di kampung ini ikan pun cukup banyak, buktinya saat Riau Pos berkunjung, beberapa warga yang kebetulan lewat sedang membawa ikan patin, baung salai bergoni-goni untuk dijual ke pasar. Pohon-pohon tumbuh subur. Ada pohon durian tua yang diperkirakan usianya ratusan tahun, dan pohon tualang yang sudah lapuk. Tak jauh dari bekas tapak masjid ada bekas pohon gaharu yang digunakan Syeh Abdul Wahab Rokan berceramah di atas tunggul pohon tersebut. Belakangan dibangun dalam bentuk replika di depan Kantor Desa Rantau Binuang Sakti.

Kesan yang muncul, bahwa bekas perkampungan ini merupakan kampung yang makmur. Agaknya perkampungan ini ditinggalkan orang disebabkan Mohammad Zainal Abidin sebagai Raja XVI Tambusai ditahan Belanda. Kemungkinan Belanda menghancurkan perkampungan ini.

Ada batu bekas tapak Syeh Abdul Wahab Rokan mencuci kaki saat berwuduk. Batu tersebut masih ada di lokasi. Ada juga kendi tua yang digunakan Tuan Guru mengambil wuduk. Kendi itu disimpan dalam lemari kaca. Bagi pengunjung bekas perkampungan ini, ada satu benda yang aneh, yakni batu pilar yang kabarnya dibangun Belanda. Di tengah batu pilar ini ada lubang yang tertutup semen. Kabarnya dalam batu pilar ini tersimpan peta dan uang emas. Sampai kini belum ada bisa membuka lubang di dalam batu pilar tersebut. Batu ini tidak rusak dimakan zaman.

Jarak bekas perkampungan ini dengan Sungai Rokan hanya setengah kilometer. Jika Tuan Guru Syeh Abdul Wahab Rokan lahir 1816, maka saat itu adalah masa perjuangan Tuanku Tambusai yang lahir di Tambusai, Rokan Hulu, 5 November 1784 dan meninggal di Negeri Sembilan, Malaysia, 12 November 1882. Artinya masa hidup Tuan Guru saat kampung ini penuh pergolakan melawan Belanda.

Perjuangan masa muda Tuan Guru di kampung itu, belakangan terlihat pada sikapnya yang tegas melawan Belanda ketika bermukim di Basilam, Langkat, Sumatera Utara. Dimana Tuan Guru Syeh Abdul Wahab Rokan menolak pemberian penghargaan dari Ratu Belanda, Wilhelmina. Bahkan Tuan Guru kirim salam melalui Sultan Langkat agar ratu masuk Islam.

Kembali ke lokasi bekas perkampungan Tuan Guru, pada Senin-Rabu (18-19 Juni) lalu, sejumlah tokoh pun hadir membahas masa depan perkampungan ini. Dalam kesempatan itu hadir zuriat (keturunan Tuan Guru Syeh Abdul Wahab Rokan) yakni Dr Zikmal Fuad, Dosen Kolej Universiti Islam Antarabangsa Selangor/KUIS Malaysia, hadir juga Prof Dr H Muhammad Hatta MA guru besar IAIN SU, Syeh Haji Ismail Royan dan yang terpenting yakni Achyaruddin MSc, yakni Direktur Pengambangan Wisata Minat Khusus, Konvensi, Insentif dan Iven Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Achyaruddin merupakan keturunan kelima Tuan Guru Syeh Abdul Wahab Rokan. ‘’Untung saja ada keturunan Tuan Guru langsung yang jadi pejabat. Kalau tidak, entah bagaimana nasib Kampung Rantau Binuang Sakti ini,’’ ujar salah seorang peserta yang berkunjung ke lokasi bekas perkampungan ini, KH Athardin Junaidi.

Achyaruddin pun menggagas dibangunnya pusat informasi Tuan Guru Syeh Abdul Wahab Rokan di Desa Rantau Binuang Sakti. Rencananya juga beberapa benda cagar budaya yang berharga akan segera diselamatkan. Bahkan akan direkonstruksi kembali bagaimana kondisi sebenarnya bentuk perkampungan tempat lahir Tuan Guru.

‘’Kita akan perbaiki secara bertahap. Sebab benda-benda cagar budaya ini harus diselamatkan dan bila perlu akan dijadikan objek wisata. Sehingga warga sekitar memahami bagaimana kejayaan kampungnya masa lalu. Yang sering kita baca dalam buku sejarah hanya sebutan bahwa Syeh Abdul Wahab Rokan lahir di Desa Rantau Binuang Sakti, Kabupaten Rokan Hulu. Bagaimana bentuk kampung itu, banyak yang tak tahu. Makanya kita perbaiki,’’ papar Achyaruddin yang lahir di Tanah Putih, Rokan Hilir ini.(bersambung)

- Pucuk Suku Nan Sepuluh -
Banner Pucuk Suku Nan Sepuluh
- Makna dan Arti Logo -
Banner makna Logo luhak kepenuhan
Gssb
Banner gssb
Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
New Poster Luhak Kepenuhan Beradat
Jadwal Sholat & Imsakiah 1441 H
Banner Waktu Sholat dan Imsakiyah 1441 H
Banner Petuah Ketua Lam Rohul
Petuah Ketua LAM Rohul
Banner Petuah Ketua Lam Rohul
Banner Petuah Ketua Lam Rohul
Sambutan Ketua LKA Kepenuhan
Banner Ketua LKA Kepenuhan
Banner Ketua LKA Kepenuhan
Sekapur Sirih Mamak Sutan Kayo Moah
Banner Sekapur Sirih
Banner Sekapur Sirih
Buku Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
Banner Buku Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
Banner Buku Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
Add
Banner ADD
Banner ADD
One Day One Juz
Banner One Day One Juz
Banner One Day One Juz
Rumah Tahfidz Kepenuhan Timur
Banner Rumah Tahfidz Kepenuhan Timur
Banner Rumah Tahfidz Kepenuhan Timur
Banner Gerakan Negeri Beradat
Banner Gerakan Negeri Beradat
Banner Buku Super Quotion
Banner Buku Super Quotion
Banner Lam Kabupaten ROkan Hulu
Banner Lam Kabupaten ROkan Hulu
Banner LKA Kepenuhan
Banner LKA Kepenuhan