Home Pemuda & Mahasiswa TANA, KEPALA DESA KEPENUHAN BARAT BERSATU LANGKAH AWAL KEMAJUAN PEMUDA

TANA, KEPALA DESA KEPENUHAN BARAT BERSATU LANGKAH AWAL KEMAJUAN PEMUDA

1,679
TANA, KEPALA DESA KEPENUHAN BARAT  BERSATU LANGKAH AWAL KEMAJUAN PEMUDA

TANA, KEPALA DESA KEPENUHAN BARAT BERSATU LANGKAH AWAL KEMAJUAN PEMUDA

TANA, KEPALA DESA KEPENUHAN BARAT

BERSATU LANGKAH AWAL KEMAJUAN PEMUDA

Sumpah Pemuda merupakan salah satu tonggak sejarah perjuangan Bangsa Indonesia, diperingati setiap tanggal 28 Oktober setiap tahunnya. Namun momen penting ini tidaklah berdiri sendiri. Sumpah Pernuda lahir sebagai hasil dari serangkaian perjuangan-perjuangan Bangsa Indonesia sejak ribuan tahun silam dalam usaha membebaskan diri dari belenggu penjajahan.

Sebelum tahun 1928, pada waktu itu, Young Java, Young Sumatera dan Young Ambon bersepakat untuk mematrikan diri bersatu berjuang melawan semua bentuk penindasan yang terjadi di Indonesia. Karena menyadari bahwa dengan bersatu, ini bisa menjadi langkah awal kemajuan pemuda.

Masa depan bangsa ini akan sangat ditentukan oleh para generasi muda. Karena mengingat pemuda adalah tulang punggung peradaban. Pemuda juga merupakan agent of change, pembawa perubahan bagi kemajuan bagi negeri ini, Provinsi Riau umumnya dan Kabupaten Rokan Hulu khususnya.

Namun bila berkaca ke masa lalu, Kepala Desa Kepenuhan Barat, Tana melihat, keberadaan pemuda saat ini sudah banyak mengalami perubahan. Pemuda saat ini tidak banyak lagi bersemangat untuk turut serta dalam menyukseskan pembangunan. Mereka lebih banyak ingin menikmati dari apa yang sudah dilakukan oleh pemuda masa lalu. Mereka seakan tidak menyadari, bahwa kemajuan bangsa ini ke depan berada di tangan mereka sendiri.

Bedahalnya dengan pemu­da masa lalu, dalam memaknai hari sumpah pe­muda, antara pemuda masa lalu dan pemuda sekarang sangat jauh berbeda. Pemuda masa lalu leb­ih menampakan jiwa nasionalismenya atau cinta tanah air. Pemu­da memang menjadi betul-betul harapan bangsa, harapan negara. Menurutnya, pemuda masa lalu partisipasi untuk ikut membangun bangsa sangat tinggi. Mereka tidak pernah berpikir apa yang bisa mereka dapatkan dari pekerjaan itu. Akan tetapi yang mereka pikirkan adalah bagaimana mereka bisa memberikan sumbangsih pemikirannya kepada pemerintah untuk pembangunan. Mereka juga mendukung penuh setiap program-program yang sudah dicanangkan.

Jika dari program-program pemerintah itu ada yang salah dan tidak tepat sasaran, mereka justru bukan langsung menyalahkan dengan cara melakukan aksi demo yang anarkis. Akan tetapi mereka memberikan kritikan yang sifatnya membangun, sehingga setiap program-program yang sudah dicanangkan itu dapat dijalankan dengan baik.

Tana sangat berharap, hendaknya di momentum Sumpah Pe­muda ke-87 ini, para pemuda bisa kembali ke khittah atau kembali ke dasarnya, bahwa ke depan estafet kepemimpinan berada di pudak pemuda.

Momentum ini juga sekaligus diharapkan dapat menjadi sebuah gerakan dan semangat ba­ru bagi pemuda, sehingga semua perbedaan yang pernah terjadi bisa disingkirkan untuk suatu tujuan mulia yaitu bagaimana memperbaiki negeri ini ke arah yang lebih baik lagi.

"Saya sangat menaruh hara­pan besar kepada para pemuda saat ini, semoga ke depan mere­ka dapat bersatu padu. Kompak. Karena bersatu dan kompak ad­alah langkah awal untuk kemajuan pemuda," ujarnya.

Pria kelahiran Tanjung Alam ini mengaku bisa sukses seperti sekarang tidak terlepas dari kerja keras dan semangatnya yang tinggi, serta dukungan dari orang tua. Menurutnya, untuk bisa sukses, tidak cukup hanya den­gan berdoa saja. tapi harus diikuti dengan berusaha dan berikhtiar. Selalu konsisten dan komitmen dengan apa yang diinginkan, Tidak mudah menyerahkan.

Kemudian dengan memasang niat yang tulus, dia memberanikan diri untuk mencalonkan diri sebagai salah satu calon Kepala Desa di Desa Kepenuhan Barat,

Kecamatan Kepenuhan. Ini se­mua tidak lepas dari keinginannya untuk turut serta membangun kampung halaman.

Dia merasa, kalau hanya berkecimpung di dunia usaha, maka pola pikirnya hanya semata-mata untuk mencari keuntungan saja, tanpa memikirkan bagaimana membawa daerah kampung halamannya menjadi leb­ih baik dan maju dari sekarang.

"Saya terpikir untuk terjun ke du­nia, sebutlah politik birokrat sampai menjadi kades, karena semata-mata rasa akan cinta akan tanah air saja, Desa Kepenuhan Barat pada khususnya. Kalau saya jadi pengusaha terus menerus, maka saya merasa pola pikir saya hanya sebatas mengejar keuntungan saja, sulit untuk bisa mengabdi untuk bang­sa dan negara ini," ungkapnya.

Selama mengabdi sebagai kepala desa, bapak satu anak ini men­gaku rintangan yang terberat itu adalah bagaimana bisa melayani warga dengan sebaik mungkin. Karena di pundaknya tergantung harapan banyak orang. Dia harus menjalani amanah yang sudah diberikan oleh masyarakat ini den­gan sebaik-baiknya.

Yang lebih berat menurutnya adalah melawan hawa nafsu, mel­awan diri sendiri. Namun untuk melawan itu semua, dia selalu berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. "Saya selalu meminta kepada Allah agar diberikan kemudahan setiap menjalankan tugas. Dan selalu dilindungi dari hal-hal yang tidak baik," ucapnya.

Yang sangat disyukuri oleh lelaki yang pernah menjabat sebagai staf Tata Usaha UEK-SP di Ke­penuhan Barat, selama memangku jabatan sebagai Kades di Desa Kepenuhan Barat, dia selalu mendapat dukungan dan support dari keluarga. "Pada intinya, jika un­tuk kebaikan, mereka pasti mendukung," ujar anak dari pasangan Basrul dan Hamidah ini,(adv)

BIODATA

Nama                           : Tana

Lahir                            : Tanjung Alam, 2 November 1988

Alamat                        : Tanjung Alam Desa Kep. Barat Kecamatan Kepenuhan

Agama                         : Islam

Istri                              : Desmiati Ismail SPd

Anak                           : LuthfI NabIla Desta

Ayah                           : Basrul

Ibu                               : HamiDah

Pendidikan                  : SDN 008 Tanjung Alam

  SMP Islam Kepenuhan

  SMAN 1 Kepenuhan

  Sedang melanjutkan studi Strata Satu (S1) Ekonomi

Jabatan                        : Kepala Desa Kepenuhan Barat

Sumber : RIAU POS, 28 OKTOBER 2015