Home LAM Rokan Hulu TANJAK UNAK SURANTAU ROKAN HULU

TANJAK UNAK SURANTAU ROKAN HULU

3
TANJAK UNAK SURANTAU ROKAN HULU

 

 

Tanjak Unak Surantau, diambil dari gelar Datuk Maharaja Sultan Kilak di Kerajaan Rokan, seorang anak mas yang terpercaya dan mampu menjaga keamanan dan mengatasi masalah kerajaan, yang disegani kawan maupun lawan. Unak artinya menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah rotan yang berduri atau duri yang bengkok seperti kait yang lebih berbahaya dari duri biasa, menyimbolkan pagar pengaman dan pemelihara serta penjaga yang kokoh. Surantau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah kawan senasib (seperguruan), satu daerah tertentu, yang saat ini sama dengan sekampung, senegeri atau seregional. Sehingga Unak Surantau adalah pagar pengaman dan pemelihara serta penjaga daerah Kabupaten Rokan Hulu.

Tanjak Unak Surantau terpilih berdasarkan sayembara terbuka Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang bekerjasama dengan Perusda Rokan Hulu Jaya tahun 2017. Tanjak Unak Surantau Rokan Hulu sekaligus adalah : Sebagai simbol pemersatu masyarakat Rokan Hulu yang menyatakan berkomitmen untuk menjaga, memelihara dan memajukan Kabupaten Rokan Hulu.

Tanjak Unak Surantau mengandung filosofis, dimana disamping kanan tanjak ada cerobong untuk menampung hal-hal yang positif agar dijadikan sebagai pegangan dalam kehidupan kemasyarakatn. Cerobong ini juga berfungsi sebagai pembesar suara melayu dan Rokan Hulu ke dunia luar. Sementara sebelah kiri tanjak di desain rendah, agar hal-hal negatif atau tidak baik dan tidak sesuai dengan norma dan nilai adat serta hukum yang berlaku dibiarkan lewat agar tidak mengganggu kehidupan masyarakat Rokan Hulu.

 

Tanjak Unak Surantau Rokan Hulu, juga berfungsi sebagai cenderamata, simbol pengakuan masyarakat terhadap seseorang yang diakui dan dihormati sebagai bagian dari masyarakat dan keluarga besar KabupatenRokan Hulu.

 

Tanjak unak Surantau karena tidak tanjak adat, melainkan tanjak adat yang diadatkan secara umum dapat digunakan dimana saja karena tidak bertentangan dengan nilai-nilai adat dan agama, akan tetapi harus juga mempertimbangkan unsur kepatutan dan kepantasan, karena tanjak merupakan kehormatan dan kebanggaan, sehingga tidak lah pantas untuk di gunakan sembarangan tempat, dan dipakai dengan pakaian yang tidak pantas atau kurang sopan.

 

Tanjak pada prinsipnya dapat digunakan dengan pakaian sehari-hari, untuk Instansi Pemerintah, Perusahaan, lembaga pendidikan dan masyarakat luas, dengan memperhatikan tempat, jenis dan warna dari tanjak tersebut.

 

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Rokan Hulu, 08 Desember 2017

- Bertanjak -
Bertanjak
- Pucuk Suku Nan Sepuluh -
Banner Pucuk Suku Nan Sepuluh
- Makna dan Arti Logo -
Banner makna Logo luhak kepenuhan
UMKM Negeri Beradat
UMKM Negeri Beradat
KAI Negeri Beradat
KAI Negeri Beradat
Gssb
Banner gssb
Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
New Poster Luhak Kepenuhan Beradat
Banner Ismail Datuk Montoi
Banner Ismail Datuk Montoi
Banner Petuah Ketua Lam Rohul
Petuah Ketua LAM Rohul
Banner Petuah Ketua Lam Rohul
Banner Petuah Ketua Lam Rohul
Sambutan Ketua LKA Kepenuhan
Banner Ketua LKA Kepenuhan
Banner Ketua LKA Kepenuhan
Sekapur Sirih Mamak Sutan Kayo Moah
Banner Sekapur Sirih
Banner Sekapur Sirih
Buku Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
Banner Buku Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
Banner Buku Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
Add
Banner ADD
Banner ADD
One Day One Juz
Banner One Day One Juz
Banner One Day One Juz
Rumah Tahfidz Kepenuhan Timur
Banner Rumah Tahfidz Kepenuhan Timur
Banner Rumah Tahfidz Kepenuhan Timur
Banner Gerakan Negeri Beradat
Banner Gerakan Negeri Beradat
Banner Buku Super Quotion
Banner Buku Super Quotion
Banner Lam Kabupaten ROkan Hulu
Banner Lam Kabupaten ROkan Hulu
Banner LKA Kepenuhan
Banner LKA Kepenuhan