Home Bumi Melayu Buntut Abdul Somad Bertemu Prabowo, KASN Surati Rektor UIN Riau

Buntut Abdul Somad Bertemu Prabowo, KASN Surati Rektor UIN Riau

99
Buntut Abdul Somad Bertemu Prabowo, KASN Surati Rektor UIN Riau

Ustad Abdul Somad menyampaikan tausiah saat peringatan 14 tahun tsunami Aceh, di Masjid Tengku Mahraja Gurah, kecamatan Peukan Pada, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Rabu, 26 Desember 2018. Bencana gempa bumi dan tsunami Aceh terjadi pada Ahad, 26 Desember 2018. ANTARA/Ampelsa

 

Rabu, 8 Mei 2019 04:38 WIB

TEMPO.CO, Jakarta -Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) menyurati Rektor UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, meminta agar rektorat mengklarifikasi kepada Abdul Somad terkait video pendakwah kondang itu ketika berdialog dengan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto pada 11 April 2019.

Video tersebut viral di media sosial dan ditayangkan TVOne.

Berdasarkan tayangan video pada dialog antara Prabowo dan UAS tersebut, KASN menilai terdapat substansi atau materi dialog yang bisa ditafsirkan sebagai keberpihakan terhadap calon presiden tersebut.

Sementara Ustad Abdul Somad (UAS) merupakan staf pengajar di UIN Sultan Syarif Kasim Riau, yang juga berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), yang seharusnya menjunjung tinggi asas netralitas.

“Atas pertimbangan beberapa hal tersebut di atas, karni mohon kepada Saudara Rektor agar segera melakukan klarifikasi tentang hal tersebut dan apabila terdapat pelanggaran atas prinsip netralitas, agar pada kesempatan pertama melaporkannya kepada KASN. Hasil klarifikasi tersebut, kami mohon dapat kami terima paling lambat 14 (empat belas) hari sejak Saudara terima surat ini,” begitu bunyi salah satu poin surat KASN tertanggal 16 April 2019 itu.

Berdasarkan tanggal surat tersebut dilayangkan, seharusnya sudah melewati masa tenggang. Namun, Wakil Ketua KASN Irham Dilmy mengatakan, Rektor UIN Riau baru menerima surat tersebut pada tanggal 2 Mei 2019.

“Ada waktu tenggang 14 hari untuk direspon,” ujar Irham saat dihubungi Tempo pada Rabu, 8 Mei 2019.

Irham mengatakan, sebagai langkah tindaklanjut, saat ini Rektor sudah membentuk tim pemeriksa Abdul Somad Batubara. "Namun dosen yang bersangkutan belum memenuhi panggilan. Sekarang sedang dipanggil kedua kalinya,” ujar dia.

 

Sumber ; TEMPO.CO,