Home Bumi Nusantara Inovasi BUM Desa Pujon Kidul Tingkatkan Pendapatan Asli Desa Hingga 2,5 Milyar

Inovasi BUM Desa Pujon Kidul Tingkatkan Pendapatan Asli Desa Hingga 2,5 Milyar

190
Inovasi BUM Desa Pujon Kidul Tingkatkan Pendapatan Asli Desa Hingga 2,5 Milyar

 

oleh  | 8 Mei 2019 | WIRAUSAHA DESA | 1 KOMENTAR

Keberhasilan Desa Pujon Kidul dalam mengelola Dana Desa mendapat acungan jempol dari berbagai kalangan. Dana Desa yang digunakan untuk mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa), telah berhasil menyulap desa ini menjadi lokasi wisata yang menyedot ribuan pengunjung setiap harinya.

Desa Pujon Kidul terletak di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Desa seluas 330 hektar (Ha) itu saat ini telah menjelma menjadi desa wisata dengan ragam wahana dengan nuansa asri pedesaan. Di sana pengunjung dapat melakukan berbagai kegiatan, seperti memerah susu sapi, wisata berkuda, kolam renang anak-anak, kafe sawah, hingga membeli panen hasil pertanian.

Desa Wisata Pujon Kidul dikelola oleh BUM Desa bernama Sumber Sejahtera. Keberadaan BUMDes berhasil meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) hingga lebih dari Rp 1,3 miliar pada tahun 2018. Padahal sebelumnya, PADes Pujon Kidul hanya berkisar Rp30-40 juta pertahun. Tahun 2019, Pemerintah Desa Pujon Kidul menargetkan mampu meraih PADes hingga Rp 2,5 miliar.

Nama Inovasi BUMDes Pujon Kidul
Pengelola Pemerintah Desa Pujon Kidul
Alamat Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur
Kontak Udi Hartoko (Kepala Desa Pujon Kidul)
Telepon +62-812-3258-1056

Kesuksesan Desa Pujon Kidul tak dapat dilepaskan dari peran Udi Hartoko, sang kepala desa. Pada 2011, saat dia baru menjadi Kepala Desa, PADes kita hanya berkisar antara Rp 20-30 juta per tahun. Pendapatan Desa Pujon Kidul meningkat secara signifikan sejak adanya dana desa. Mereka mendirikan BUMDes untuk menggalo dan manfaatkan potensi desa sehingga PADes meningkat menjadi Rp162 juta (2017) dan Rp 1 Miliar (2018).

Desa Wisata Pujon Kidul memiliki ragam wahana menarik dengan nuansa asri perdesaan. Seperti cafe sawah, panen hasil pertanian, memerah susu sapi, kolam renang untuk anak-anak, off road, hingga wisata berkuda. Tak hanya itu, Desa Wisata ini juga memiliki banyak spot selfie yang sangat menarik. Wisatawan yang berkunjung pun tak sedikit jumlahnya, rata-rata 3.000 pengunjung saat hari kerja dan 5.000 pengunjung saat hari libur.

Luas Desa Pujon Kidul 330 Hektare. Tanaman masyarakat diubah menjadi destinasi wisata petik apel, wisata petik sayur, sehingga hasil pertanian warga memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Hal serupa dilakukan untuk peternak sapi perah. Desa Pujon Kidul mengubahnya menjadi destinasi wisata perah susu. Ketika orang kota datang ke peternak untuk memerah sapi, masyarakat desa bangga karena anak kota belajar dengan masyarakat desa.

Prinsip pengembangan BUMDes tak hanya berorientasi untuk meningkatkan omzet dan PADes. Lebih dari itu, BUMDes diharapkan dapat memberikan dampak kepada aktivitas ekonomi masyarakat. Sejak berdirinya desa wisata ini, masyarakat memiliki ragam usaha tambahan. seperti homestay, sewa kuda, wisata pertanian, wisata ternak, dan sebagainya.

Keputusan mendirikan BUMDes berawal dari hasil pemetaan desa terkait kebutuhan pembangunan desa yang mencapai Rp 21 Miliar. Jika hanya mengandalkan dana desa, maka butuh waktu lama (21 tahun). Karena itu, desa harus memiliki PADes yang tinggi sehingga tak hanya mengandalkan dana desa.

Lalu, pada forum musyawarah desa, pemerintah desa bersama masyarakat sepakat untuk mendirikan BUMDes. BUMDes musti berjalan bersama masyarakat menata ekonomi, termasuk memberikan dampak lebih luas kepada masyarakat.

 

Sumber : | Gedhe Nusantara