Home Wisatafaganza dan Kuliner Istana Siak Masih Menjadi Magnet bagi Wisatawan

Istana Siak Masih Menjadi Magnet bagi Wisatawan

369
Istana Siak Masih Menjadi Magnet bagi Wisatawan

Istana Siak Masih Menjadi Magnet bagi Wisatawan

 
Minggu, 13 Mei 2018 - 09:24 WIB

SIAK (RIAUPOS.CO) - Dari dulu sampai sekarang Istana Siak adalah magnet bagi wisatawan untuk kembali datang ke Siak.  Bukan tanpa alasan,  istana yang berjuluk Matahari Timur ini memang satu-satunya situs sejarah kerajaan di Riau yang masih berdiri kokoh.  Ada banyak kerajaan di Riau,  namun hanya Istana Siak yang peninggalan sejarahnya masih sangat lengkap. Bahkan, tahun lalu Istana Siak menjadi situs sejarah terpopuler kedua versi Anugerah Pesona Indonesia (API) Kementerian Pariwisata.

Pesona Istana Siak tidak hanya terletak pada gaya arsitektur bangunan yang memadukan konsep Eropa, Arab dan Melayu. Benda-benda peninggalan kerajaan juga masih tersimpan rapi, meskipun beberapa adalah replika karena yang asli disimpan di museum nasional di Jakarta. Berada dalam Istana Siak kita akan merasakan atmosfir kejayaan kerajaan Melayu.  

Deorama Sultan Siak yang berada di lobi utama seolah menyambut siapa saja yang datang berkunjung. Mempersilakan masuk, untuk melihat koleksi benda-benda peninggalan kerajaan yang masih tersimpan dan tersusun rapi.  Menjelajah ke sisi kanan dari lobi utama, para pengunjung akan menjumpai gramofon yang bernama “Komet” berdiri menghadap ke ruang tengah. Konon alat instrumen pemutar musik ini hanya ada dua di dunia, satu berada di Jerman dan satu lagi berada di Siak. 

“Gramofon ini dulu dibawa oleh Sultan Siak XI, Sultan Assyaidis Syarif Hasyim Abdul Jalil pada tahun 1896,” kata Kepala Dinas Pariwisata Siak Fauzi Asni. 

Uniknya gramofon ini masih berfungsi dengan baik sampai saat ini. Untuk bisa memainkanya, kata Fauzi harus diputar secara manual. Piringan-piringan baja berisi instrumen musik klasik karya komposer Beethoven, Mozart, Bach, dan Strauss juga masih tersimpan rapi. Rugi rasanya jika berkunjung ke Siak melewatkan untuk melihat benda paling antik atau sekadar berswafoto dengan latar gramofon ini.  

Tidak hanya gramafon, dalam Istana Siak juga ada meja marmer yang dibawa sultan dari Italia. Uniknya meja tersebut apabila disorot lampu dapat tembus cahaya. Selain itu pengunjung juga bisa menemukan marmer biru yang jadi hiasan dinding. Untuk benda satu ini, konon sengaja didatangkan dari Turki. 

“Semua peralatan makan yang ada dalam istana dahulunya dipesan khusus dari Eropa. Lengkap dengan cap lambang Kerajaan Siak. Memang barang-barang yang ada di sini merupakan impor dengan kualitas tinggi,“ sebut Fauzi.  

Ketika pengunjung puas mengeksplor sisi dalam istana,  mereka juga bisa menjelajah taman di sekitar istana. Pohon-pohon rindang dan deretan bunga kertas warna-warni menjadi spot ideal bagi yang hobi berswafoto. Tapi ingat, tetap harus jaga kebersihan. Tidak hanya itu, badut-badut dengan balut pakaian Melayu juga dapat menghibur putra putri Anda. Setiap sore mereka biasanya ramai di depan pagar istana.  

Satu lagi yang perlu diingat ketika berkunjung ke Istana Siak, parkirlah di tempat parkir yang telah disediakan dan tak boleh parkir di jalan depan istana. Untuk masuk dalam kompleks istana, pengunjung harus membeli tiket di loket terpadu yang letaknya persis berada di seberang istana. Untuk saat ini tarifnya masih Rp3.000 per orang. Nanti, kata Fauzi akan ada penyesuaian tarif, tapi tenang masih sangat terjangkau dan tidak membuat kantong bolong.  

“Iya, saat ini masih pakai tarif lama. Perda sudah jadi soal penyesuaian tarif, tapi belum selesai diverifikasi Kemendagri.  Nantinya tiket masuk istana Rp10.000 per orang,” sebut Fauzi.  

Setelah puas berkeliling kompleks Istana Siak, jangan lewatkan momen untuk menjelajah kawasan Water Front City Bandar Sungai Jantan. Kawasan ini persis berada di depan Istana Siak. Di tempat ini para pengunjung bisa menikmati lalulalang kapal dan menikmati sunset yang akan menghilang di balik tiang-tiang kokoh penyangga Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah.  

Bagi yang kebetulan berkunjung di akhir pekan, jangan lewatkan kesempatan untuk melihat air mancur menari di sekitar halaman Siak Bermadah. Air mancur ini akan berlenggak-lenggok mengikuti irama musik Melayu yang diputar.

Jarak Siak ke Pekanbaru hanya 100,16 Km
Kota Siak Sri Indrapura dari Ibu Kota Provinsi Riau, Pekanbaru hanya berjarak 100,16 km atau 62,10 mil. Jika ditempuh dengan kendaraan pribadi dengan rata-rata kecepatan kendaraan 80 km/jam maka waktu tempuh dari Pekanbaru ke Siak adalah 1,5 jam. Tidak ada angkutan umum di Kota Siak Sri Indrapura, sehingga pengunjung akan lebih mudah menjelajah menggunakan kendaraan pribadi.(das)

Sumber : RIAUPOS.CO