Home Adat Limo Luhak Masih Blank Spot, 14 Desa di Kabupaten Rohul Belum Tersentuh Internet

Masih Blank Spot, 14 Desa di Kabupaten Rohul Belum Tersentuh Internet

122
Masih Blank Spot, 14 Desa di Kabupaten Rohul Belum Tersentuh Internet

Rabu, 13 Maret 2019 17:27
Sedikitnya ada 14 desa di Rohul yang hingga saat ini masih blank spot. Belum tersentuh internet.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN-‎ Sedikitnya ada 14 desa di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, tersebar di 7 kecamatan yang belum menikmati akses internet dan alat komunikasi telepon seluler. Salah satu penyebab karena jauhnya daerah dari titik tower.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi‎ Kabupaten Rokan Hulu, Gorneng S.Sos, M.Si, mengatakan 14 desa belum menikmati internet karena masih blank spot atau minim jaringan seluler, termasuk di hampir seluruh objek wisata yang ada di Kabupaten Rokan Hulu.‎‎

Selain blank spot, kata Gorneng, ada juga desa dimana sinyal internet masih buruk, termasuk jaringan telepon tidak ada sama sekali, karena jauhnya titik tower dengan daerah tersebut.‎

Adapun 14 desa yang masih blank spot atau masih sulit jaringan telepon dan internet, seperti di Kecamatan Kepenuhan ada 2 desa, yaitu Desa Ulak Patian dan Desa Rantau Binuang Sakti.

Di Kecamatan Rokan IV Koto ada 5 desa, yakni Desa Cipang Kanan, Desa Cipang Kiri Hulu, Desa Tibawan, Desa Pemandang, dan Desa Tanjung Medan. Kecamatan Tambusai hanya 1 desa, yakni Desa Tingkok.

Selanjutnya, Kecamatan Rambah Samo‎ ada 2 desa, yakni Desa Sungai Salak dan Desa Lubuk Bilang.‎ Di Kecamatan Rambah Hilir ada 2 desa, yakni Desa Serombou Indah dan Desa Sungai Dua Indah.

Kecamatan Kepenuhan Hulu ada 2 desa, yakni Desa Kepayang dan Desa Perdamaian Jaya Hulu‎. Sedangkan di Kecamatan Rambah yang merupakan pusat ibukota ada 1 desa yakni Desa Sialang Jaya.

"Area blank spot sudah kita data dan disampaikan ke pihak ketiga, seperti ke Telkom, Indosat dan lainnya," jelas Gorneng, Rabu (13/3/2019).

 "Itukan domain mereka (pihak ketiga), kalau untuk akses ini kita tidak bisa. Sebatas usulan saja, kita lampirkan data dan proposal dari daerah bersangkutan, berapa pemanfaatnya di sana," tambahnya.

Menurut Gorneng, ada beberapa alasan mengapa pihak ketiga belum memasang tower di daerah-daerah sulit jaringan seluler ini. Salah satunya masalah oriented keuntungan perusahaan.

"Jadi sebelum mereka membangun tower yang sistemnya estafet, tentu mereka punya orientasi sendiri, seberapa keuntungannya," ungkapnya.

Dampak buruknya jaringan seluler, diakui Gorneng, tentu ikut berpengaruh ke pemerintah daerah. Sebab, saat Pemkab Rokan Hulu tengah gencar‎ menyampaikan informasi, namun ada sebagian masyarakat yang tidak bisa mengaksesnya.

Selain 14 desa masuk kategori blank spot jaringan seluler, ada 7 desa lagi di Kabupaten Rokan Hulu, tersebar di 6 kecamatan dimana jaringan internetnya masih buruk.

Tujuh desa dengan jaringan i‎nternet belum maksimal, seperti Desa Pendalian Kecamatan Pendalian IV Koto, Desa Sei Kuning Kecamatan Tandun, Desa Sangk‎ir Indah Kecamatan Pagarantapah Darussalam.

Selanjutnya Desa Tambusai Utara dan Desa Mahato Kecamatan Tambusai Utara, Desa Sontang Kecamatan Bonai Darussalam,‎ dan Desa Bangun Purba Timur Jaya Kecamatan Bangun Purba.

‎ Terlepas itu, Gorneng yang pernah menjabat Camat Tambusai Utara ini mengaku Dinas Kominfo Rohul saat ini juga tengah menyusun formulasi untuk pemasangan wifi gratis di tempat-tempat umum.

Rencana awal, ada tiga titik yang akan dipasang sarana wifi gratis, seperti kawasan lapangan Dataran Tinggi Pematang Baih, Taman Kota Pasirpangaraian, dan kawasan Pujasera yang merupakan pusat kuliner di Kabupaten Rokan Hulu.

"Jadi sedang disusun formulasinya saat ini," pungkas Kepala Dinas Kominfo Rokan Hulu, Gorneng.***(zal)

 

Sumber : Fb Riauterkini