Home Pemilu Presiden/ Legislatif 2019 Membuat Panas Debat Capres

Membuat Panas Debat Capres

24
Membuat Panas Debat Capres

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Dian Erika Nugraheny, Fauziah Mursid

Jumat 11 Jan 2019 06:07 WIB

KPU serahkan 20 daftar pertanyaan ke tim sukses.

JAKARTA -- Moderator pertama debat calon presiden dan calon wakil presiden Pemilu 2019 ingin membuat jalannya debat berlangsung panas antarkedua pasangan calon. Moderator debat, Ira Koesno, menuturkan, pada debat pertama ini, moderator ingin menggali lebih dalam terkait visi-misi dan program kedua paslon kandidat.

"Kalau kami inginnya debat ya panas, tapi ya panasnya harus terkontrol, jangan meledak," ujar Ira kepada wartawan usai menghadiri rapat koordinasi persiapan debat capres-cawapres di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (10/1).

Moderator memastikan akan tegas memimpin jalannya debat pertama pada 17 Januari nanti. Jika debat berjalan ramai dan ribut, akan ada peringatan sampai ketiga untuk paslon maupun tim sukses.

Ira menegaskan, sebagai moderator ia dan Imam Priyono memiliki otoritas meminta individu yang membuat keributan keluar dari ruang debat.

Ira mengaku dalam debat pertama nanti, ruang gerak moderator memang tidak terlalu longgar untuk memandu debat. Namun, ia mengaku akan memanfaatkan ruang tersebut sebaik mungkin.

"Sehingga shownya tetap dapet, paslon capres-cawapres tetap bisa menjelaskan dengan clear, dan publik yang katanya masih banyak yang galau bisa melihat debat ini jadi salah satu referensi untuk menentukan pilihan. Karena yang paling penting adalah memilih. Jangan golput," kata Ira.

Moderator debat Imam Priyono menyebut tema debat pertama sangat menarik. Ada empat tema, yakni hukum, HAM, korupsi, dan terorisme yang diangkat nanti akan memungkinkan para paslon untuk mengelaborasi gagasan mereka.

"Saya rasa ini adalah momen yang baik bagi masyarakat untuk memastikan akan memilih siapa. Saya harap masyarakat tidak membuang kesempatan untuk menyaksikan empat tokoh bangsa yang luar biasa ini berdebat dalam diksi dan narasi positif pada 17 Januari mendatang," kata Imam.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menjanjikan interaksi debat antara paslon akan lebih banyak dibandingkan debat-debat sebelumnya. Sebab, interaksi debat sudah dimulai sejak segmen kedua hingga segmen kelima.

"Debat ini akan sedikit berbeda dengan dulu. Sekarang debatnya jauh lebih terasa alur debatnya, sejak segmen kedua dan kelima itu sudah terasa debat," ujar Arief.

Setelah menyampaikan visi, misi, dan program di segmen pertama, masing-masing calon sudah bisa saling menanggapi pertanyaan debat dari panelis sejak segmen kedua hingga segmen ketiga. Arief menjelaskan, saat moderator menyampaikan pertanyaan kepada salah satu pasangan calon, maka pasangan calon lawan dapat memberi tanggapan atas jawaban pasangan yang ditanya.

"Jadi, terjadi saling debat. Kalau dulu debat pada bagian akhir ini saja. Kalau sekarang justru sejak awal," kata Arief.

Selanjutnya, kata dia, pada segmen keempat dan kelima, pasangan calon juga diberikan kesempatan saling melempar pertanyaan yang disiapkan pasangan calon secara tertutup. Menurut dia, pemberian kisi-kisi 20 pertanyaan kepada pasangan calon bukan untuk membocorkan kemudian dihafalkan oleh paslon.

KPU memberikan 20 daftar pertanyaan kepada kedua kandidat pada Kamis (10/1). Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan, 20 soal ini sudah selesai dibahas dan ditajamkan bersama enam orang panelis.

Ia pun menegaskan jika 20 soal diserahkan sebagai bentuk kisi-kisi kepada kedua paslon capres-cawapres, bukan merupakan soal pilihan ganda. "Ini soal bukan multiple choice, bukan juga soal yang menuntut hafalan. Sebab, debat ini bukan lomba pidato," kata Pramono.

 

Persiapan

Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno mengaku sudah akan fokus persiapan debat dengan mendalami topik yang menjadi tema. Ia menyebut capres 01 Prabowo Subianto akan diberi bobot lebih banyak dalam memaparkan visi-misi debat nantinya.

"Mungkin dua pertiga ke Pak Prabowo, satu pertiga ke saya karena masyarakat ingin mendengar langsung dari Pak Prabowo, langsung dari paslon, apa saja yang jadi pemikiran dan gagasan yang jelas terlihat perbedaannya," ujarnya.

Mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu mengaku tidak ada sesi khusus untuk mempersiapkan debat perdana kali ini. Menurutnya biarkan debat tersebut mengalir begitu saja apa adanya. "Kami kebetulan juga sangat terbiasa dengan pola berargumen, adu gagasan, tentunya penuh dengan rasa hormat, itu yang kami harapkan nanti hadir di debat," tuturnya.

Di lain pihak, Dewan Penasihat Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin, Romahurmuziy (Romi), mengaku pihaknya akan memoles teknik komunikasi paslon 01. Ia mengatakan, pemolesan materi dan teknik komunikasi, terutama dilakukan kepada cawapres Ma'ruf.

"Pemolesan sudah dan tengah berlangsung, tentu sesuai dengan tema yang akan ditopikan pada saat debat karena kita tahu persis waktu yang tersedia dalam debat itu pendek," ujar Romi.

Sejauh ini, mantan presenter televisi seperti Tina Talisa, Meutya Hafidz, dan Putra Nababan telah memberikan pelatihan kepada Kiai Ma'ruf. Namun, pelatihan tidak hanya dilakukan mereka, tapi juga oleh tim materi hingga komunikasi politik.

(febrianto adi saputro/rizkyan adhiyuda, ed: agus raharjo)

 

Sumber : REPUBLIKA.CO.ID