Home Bumi Nusantara Mengenal Hang Tuah, Laksamana Hebat dari Malaka

Mengenal Hang Tuah, Laksamana Hebat dari Malaka

355
Mengenal Hang Tuah, Laksamana Hebat dari Malaka

Sanggar Semenanjung mengangkat operet Melayu berjudul Hangtuah. Foto: Dok Sanggar Semenanjung

 

Kamis 04 Jul 2019 11:41 WIB

Saat muda, Hang Tuah menguasai bidang pelayaran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam masa kejayaan Kesultanan Malaka, tersebutlah nama seorang tokoh terkenal di dalamnya selain sultannya, yaitu Hang Tuah. Hang Tuah dikenal sebagai laksamana terhebat kala itu.

Hang Tuah ini bukan hanya sebuah mitos. Pengamat budaya Melayu, Mahyudin Al Yudra, membenarkan nama Hang Tuah ini benar adanya. “Dia adalah seorang panglima yang hebat di Kesultanan Malaka,” ujarnya.

Namun, ia menggarisbawahi Hang Tuah ini, meski hebat dan banyak prestasinya, ia tetaplah manusia biasa. Karena banyak cerita dan hikayat Melayu yang menurutnya terlalu berlebihan menggambarkan kesaktiannya.

Hang Tuah dikenal sebagai laksamana, panglima tertinggi yang memimpin pasukan di lautan. Seperti Gadjah Mada yang terkenal di Majapahit, Hang Tuah yang cerdas dalam kepemimpinan pasukan di atas laut juga banyak menuturkan kata-kata bijak. Di antaranya, “Esa hilang, dua terbilang”.

Berdasarkan Sulalatus Salatin atau naskah babad raja-raja yang ditulis menggunakan bahasa Arab Melayu, Hang Tuah lahir di Kampung Sungai Duyong, Malaka, sekitar 1444. Ayahnya bernama Hang Mahmud dan ibunya Dang Merdu.

Saat muda, Hang Tuah menguasai bidang pelayaran. Ia bersama empat kawannya, yaitu Hang Jebat, Hang Kasturi, Hang Lekir, dan Hang Lekiu, merantau dan berlayar bersama.

Suatu hari, mereka bertemu dengan tiga perahu yang berisikan pasukan dari Majapahit yang ingin memperluas daerah kekuasaan. Hang Tuah dan kawan-kawannya berhasil menundukkan rombongan perahu tersebut. Kemudian, karena prestasinya, bendahara (setingkat perdana menteri) mengangkatnya menjadi laksamana di Malaka.

Dalam Hikayat Hang Tuah, tergambar sifat kesatria dan kesetiaan seorang Hang Tuah. Ia dan kawannya yang lahir dari kalangan rakyat jelata bisa berhasil menjadi orang penting dan namanya termasyhur hingga kini.

Akhir kisah Hang Tuah ini mengharukan karena kisah persahabatan ini akhirnya tercerai-berai. Awalnya, Hang Tuah difitnah melakukan perzinaan dan kemudian diasingkan. Tak terima dengan hukuman yang diberikan pada sahabatnya, Hang Jebat pun memberontak dan memorak-porandakan istana raja.

Saat itu, Hang Tuah dipanggil kembali oleh raja untuk menumpas pemberontakan yang dilakukan oleh sahabatnya sendiri. Karena kesetiannya pada raja, Hang Tuah berhasil menumpas pemberontakan tersebut dan menghunuskan kerisnya ke tubuh sahabatnya, Hang Jebat. Ia tak tahu bahwa Hang Jebat melakukan pemberontakan tersebut demi membelanya.

Melihat semua kilas peristiwa yang terjadi, hatinya pun gamang, dengan nanar Hang Tuah pun kemudian meninggalkan kerajaan. Ia tak pernah lagi kembali ke posisi tingginya sebagai laksamana di Kesultanan Malaka.

Sumber : Mozaik Republika

- Pucuk Suku Nan Sepuluh -
Banner Pucuk Suku Nan Sepuluh
- Makna dan Arti Logo -
Banner makna Logo luhak kepenuhan
Gssb
Banner gssb
Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
New Poster Luhak Kepenuhan Beradat
Jadwal Sholat & Imsakiah 1441 H
Banner Waktu Sholat dan Imsakiyah 1441 H
Banner Petuah Ketua Lam Rohul
Petuah Ketua LAM Rohul
Banner Petuah Ketua Lam Rohul
Banner Petuah Ketua Lam Rohul
Sambutan Ketua LKA Kepenuhan
Banner Ketua LKA Kepenuhan
Banner Ketua LKA Kepenuhan
Sekapur Sirih Mamak Sutan Kayo Moah
Banner Sekapur Sirih
Banner Sekapur Sirih
Buku Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
Banner Buku Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
Banner Buku Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
Add
Banner ADD
Banner ADD
One Day One Juz
Banner One Day One Juz
Banner One Day One Juz
Rumah Tahfidz Kepenuhan Timur
Banner Rumah Tahfidz Kepenuhan Timur
Banner Rumah Tahfidz Kepenuhan Timur
Banner Gerakan Negeri Beradat
Banner Gerakan Negeri Beradat
Banner Buku Super Quotion
Banner Buku Super Quotion
Banner Lam Kabupaten ROkan Hulu
Banner Lam Kabupaten ROkan Hulu
Banner LKA Kepenuhan
Banner LKA Kepenuhan