Luhakkepenuhan.com Adat Limo Luhak

Legislator Riau Dapil Rohul Sukses Yakinkan Kemen PUPR Tunda Proyek PLTA Lompatan Harimau

Diposkan Oleh : Luhak Kepenuhan |
Legislator Riau Dapil Rohul Sukses Yakinkan Kemen PUPR Tunda Proyek PLTA Lompatan Harimau
Legislator Riau Dapil Rohul Sukses Yakinkan Kemen PUPR Tunda Proyek PLTA Lompatan Harimau

Kamis, 24 Mei 2018 07:26

Kementerian PUPR menunda rencana pembangunan PLTA Lompatan Harimau. Respon dari kedatangan anggota DPRD Riau asal Dapil Rohul yang menyampaikan aspirasi masyarakat terdampak proyek.

Riauterkini-PEKANBARU- Upaya Yulianti, anggota DPRD Riau dari Dapil Rokan Hulu dalam memperjuangkan aspirasi masyarakatnya terkait penolakan rencana pembangunan waduk lompatan harimau di Rokan Hulu berbuah manis. 

Program yang digawangi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tersebut, dihentikan sementara rencana pembangunannya dan kembali akan dilakukan kajian. 

"Hasil pertemuan atau konsultasi kami dengan Kementerian PUPR, dinyatakan pembangunan waduk di Rokan Hulu dipending sampai ada kajian lebih jauh dari mereka," kata Yulianti saat menceritakan hasil konsultasinya dengan perwakilan Kementerian PUPR, Rabu malam (24/05/18). 

Selanjutnya, Kementerian PUPR bakal menyurati pemerintah Provinsi Riau dan Kabupaten Rokan Hulu terkait ditundanya sementara rencana pembangunan waduk yang dianggap banyak merugikan masyarakat tersebut. 

"Kita tidak hanya berharap ini dipending, tapi juga dibatalkan, sebagaimana harapan masyarakat. Saat pertemuan, kami disambut tiga kepala bidang Kementerian PUPR yang langsung berkaitan dengan persolan ini," jelasnya. 

Dalam pertemuan juga diketahui, Kementerian PUPR ternyata banyak menerima surat dari masyarakat Rokan Hulu terkait penolakan pembangunan waduk yang dimaksud. 

"Disampaikan juga kepada kami, bahwa pemerintah sekarang tidak akan otoriter dan mendengarkan suara rakyat. Juga ada disampaikan kepada kami, bahwa ganti rugi yang disediakan tidak seperti dulu, tapi akan mencukupi bagi masyarakat. Saya katakan, ini bukan masalah uang, tapi soal kenyamanan dan kampung halaman mereka, sebagaimana aspirasi masyarakat yang sudah berkali-kali disampaikan kepada kami," tegasnya dalam pertemuan. 

Lebih lanjut anggota Komisi IV DPRD Riau ini katakan, selain di Rokan Hulu, ternyata pemerintah pusat merencakan akan membangun waduk di empat daerah yang ada di Indonesia, termasuk di Provinsi Bali. 

"Untuk Rokan Hulu dan Bali sudah dipastikan dipending, karena di dua daerah ini ada penolakan keras dari masyarakat, tapi belum pasti batal, karena sifatnya masih ditangguhkan pembangunannya. Khusus Rokan Hulu, sekali lagi kita berharap dibatalkan saja," tutup politisi Demokrat ini. ***(ary)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR ANDA