Unggul Sembilan Kabupaten Kota, Syamsuar-Edy Nasution Sah Jadi Gubernur dan Wakil Gubernur Riau

Diposkan Oleh : Luhak Kepenuhan |
Unggul Sembilan Kabupaten Kota, Syamsuar-Edy Nasution Sah Jadi Gubernur dan Wakil Gubernur Riau
Unggul Sembilan Kabupaten Kota, Syamsuar-Edy Nasution Sah Jadi Gubernur dan Wakil Gubernur Riau
Minggu, 08 Juli 2018
PEKANBARU-Pasangan Syamsuar-Edy Nasution memastikan langkah sebagai pemenang di Pilgub Riau 2018, setelah unggul di sembilan kabupaten dan kota. Dengan demikian, pasangan yang diusung PAN, PKS dan Nasdem tersebut tinggal menunggu waktu dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Riau untuk lima tahun ke depan.
 
Kemenangan pasangan Syamsuar-Edy Nasution diketahui dari hasil rekapitulasi penghitungan suara yang digelar KPU Provinsi Riau, Minggu (8/7/2018) di Aryaduta Hotel Pekanbaru. Penghitungan dimulai pukul 09.00 wib diakhir dengan pembacaan hasil rekapitulasi per kabupaten kota dan memperoleh persetujuan dari saksi keempat paslon.
 
Pasangan Syamsuar-Edi Nasution unggul di sembilan kabupaten kota di Riau. Tiga daerah lainnya, yakni Kabupaten Kampar dimenangkan pasangan Firdaus-Rusli Effendi, kemudian Indragiri Hulu dimenangkan pasangan Andi Rachman-Suyatno dan Indragiri Hilir dimenangkan pasangan Lukman Edy-Hardianto.
 
Untuk Pekanbaru, paslon nomor urut 1 berhasil mendapatkan 148.664 suara. Di Kampar, paslon 1 mendapatkan suara 52.944 suara, di Rohul mendapatkan 69.946 suara.
 
Sementara di Rohil pasangan Syamsuar-Edy Nasution mendapatkan 97.239 suara, Dumai mendapatkan 41.144 suara, kemudian di Bengkalis mendapat 87.709 suara, Meranti mendapat 38.999 suara, Kabupaten Siak mendapat 110.020 suara, Pelalawan mendapat 36.161 suara, Inhil medapat 51.506 suara, Inhu mendapat 35.076 suara dan di Kuansing mendapat 39.881 suara.
 
Sementara itu, dari akumulasi perolehan suara masing-masing pasangan calon berdasarkan rapat pleno KPU Riau diketahui, pasangan Syamsuar-Edi Nasution memperoleh 799. 289 suara atau 38,20 persen. Kemudian untuk pasangan Lukman Edi-Hardianto memperoleh 369.802 suara atau 17,67 persen, kemudian pasangan Firdaus-Rusli Effendi memperoleh 416.248 suara atau 19,89 persen dan pasangan Andi Rachman-Suyatno memperoleh 507.187 suara atau 24,24 persen.
 
Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan usai penghitungan suara menyebut, beberapa kesalahan yang terjadi yang merupakan hasil pengawasan. Seperti tidak disumpahnya petugas KPPS, tidak ditempelkannya DPT di TPS, masih adanya kesalahan tempat pencoblosan oleh pemilih dan masih adanya kekurangan logistik di Kampar sampai 270 surat suara.
 
"Yang paling signifikan adakah pengembalian formulir C6 oleh petugas KPPS. Itu menandakan petugas tidak bisa mendistribusikan formulir kepada warga untuk memilih," terangnya.
 
Ditambahkan, temuan Bawaslu tersebut bisa menjadi bahan evaluasi bagi KPU dan jajarannya untuk pelaksanaan pemilu 2019 yang sudah tidak lama lagi.  (*)
 
Sumber : Fokusriau.co

BERITA TERKAIT

KOMENTAR ANDA