Luhakkepenuhan.com Haji dan Umroh

Senin JCH Mulai Masuk Asrama Haji Sabtu, 14 Juli 2018 - 12:02 WIB

Diposkan Oleh : Luhak Kepenuhan |
Senin JCH Mulai Masuk Asrama Haji Sabtu, 14 Juli 2018 - 12:02 WIB
Senin JCH Mulai Masuk Asrama Haji Sabtu, 14 Juli 2018 - 12:02 WIB
 
Sabtu, 14 Juli 2018 - 12:02 WIB 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Penyelenggaraan ibadah haji tahun ini sudah di depan mata. Sesuai jadwal Kementerian Agama (Kemenag), sebagian Senin (16/7) jamaah calon haji (JCH) sudah mulai memasuki asrama haji. Kemudian keesokan harinya (17/7) mulai terbang me­nuju Madinah.

Pengamat haji dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Dadi Darmadi mengatakan ada tiga sektor layanan haji strategis yang harus mendapatkan perhatian Kemenag. Per­tama adalah urusan paspor dan visa umrah. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, ada JCH yang sudah berada di asrama haji, tapi visanya belum keluar.

“Biasanya (visa umrah, red) untuk pekan pertama lancar. Tapi di pekan kedua, ketiga, dan berikutnya rawan ada masalah,” katanya saat dihubungi, Jumat (13/7). 

Dadi mengatakan Kemenag harus proaktif mengawal penerbitan visa umrah. Jika ada JCH yang bakal berangkat, tapi visanya belum keluar, harus segera koordinasi dengan Kedutaan Arab Saudi di Jakarta. Dia tidak ingin informasi visa belum keluar, diterima jamaah sehari jelang keberangkatan. Sebab jamaah bisa menanggung beban moral. Di mana rombongannya sudah bersiap berangkat, tapi ada beberapa JCH yang tercecer dari rombongannya.

Layanan kedua yang tidak kalah penting adalah soal penerbangan. Dadi mengatakan potensi delayed atau penundaan jam pemberangkatan penerbangan haji pasti ada. Sebaiknya jamaah jangan sampai menunggu terlalu lama di bandara, karena menunggu penerbangan. “Sebaiknya waktu menunggu itu dipakai istirahat di asrama haji,” kata dia.

Layanan ketiga yang tidak kalah penting adalah pemondokan. Untuk pemberangkatan jamaah haji gelombang pertama, maka pemondokan atau hotel di Madinah yang harus dipastikan ketersediaannya. Dia tidak ingin ada jamaah sudah sampai lobi hotel, tapi tidak segera bisa masuk kamarnya masing-masing. “Jamaah umumnya baru pertama ke Saudi, menjalani penerbangan panjang, pasti merasa capek,” tuturnya. 

Menurut Dadi sering muncul kejadian, kamar hotel yang semula berstatus available (tersedia) tetapi tidak bisa segera diisi JCH Indonesia. Menurutnya jika Kemenag berhasil mengantisipasi masalah pada layanan visa haji, penerbangan, dan pemondokan, layanan haji secara umum bisa berjalan baik.

Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenag Mastuki mengatakan, masyarakat tidak perlu kawatir terkait persiapan haji. Saat ini seluruh asrama haji yang akan kedatangan JCH sudah siap. Jajaran panitia haji tingkat embarkasi juga sudah selesai dibentuk. Mastuki optimisitis penyelenggaraan perjalanan haji, khususnya pada tahap-tahap awal berjalan lancar.

Khusus terkait visa haji, Mastuki mengatakan sudah banyak yang keluar atau terbit. “Informasi sore ini (kemarin, red) sudah ada 94 ribuan visa haji yang sudah terbit,” jelasnya. 

Mastuki juga berani menjamin bahwa visa haji untuk JCH kloter-kloter awal telah terbit. Sehingga jamaah tidak ada yang tercecer dari rombongannya. 

Mastuki mengatakan dari seluruh embarkasi, ada enam embarkasi yang memberangkatkan jamaah mulai 17 Juli. Sementara jumlah kloter yang diberangkatkan pada 17 Juli mencapai 11 kloter dengan jumlah jamaah mencapai 4.486 orang. Paling banyak dari Embarkasi Solo sejumlah 1.440 orang yang tergabung dalam empat kloter.

Sementara itu Kemenag juga menyiapkan petugas yang khusus untuk mengawasi penyelenggaraan ibadah haji khusus (PIHK). Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag Arfi Hatim mengatakan tahun ini ada delapan orang yang bertugas mengawasi PIHK. Sementara jumlah PIHK tahun ini mencapai 158 unit perusahaan. Mereka memberangkatkan 17 ribu kuota haji khusus.

Arfi mengatakan delapan petugas itu khusus untuk mengawasi layanan haji oleh PIHK. Seperti layanan pemondokan, transportasi, dan konsumsi. Selain itu juga mengawasi keberadaan pembimbing hajinya. Kemenag menegaskan haji adalah ibadah yang harus sesuai dengan tuntunannya. Sehingga keberadaan pembimbing mutlak diperlukan.

“Pesan saya kepada PIHK, agar melayani jamaahnya sesuai kontrak. Sesuai paket yang sudah dibayar,” katanya. 

Misalnya paket menginap di hotel bintang tiga, empat, atau lima, harus dilayani sesuai perjanjian. Sehingga jamaah bisa menjalankan ibadah hajinya dengan khusyuk dan lancar. 

Bisa Digantikan Ahli Waris
Tahun ini JCH yang wafat dan telah masuk dalam daftar estimasi berangkat bisa digantikan ahli waris. Proses pergantian pun bisa dilakukan tanpa mendaftar ulang. Ketentuan ini tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor 148 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pelunasan BPIH Reguler Tahun 1439H/2018M.

Kepala Bidang (Kabid) Haji dan Umrah Kemenag Riau H Erizon Efendi S Ag mengatakan, pelimpahan nomor porsi jamaah wafat sebelum berangkat haji kepada ahli warisnya ini diproses oleh Kemenag RI.

“Pengajuan keluarga yang ahli waris untuk pergantian jamaah yang wafat itu sudah kami proses ke pusat. Sampai saat ini yang sudah disetujui pergantiannya baru ada satu, yaitu jamaah dari Bengkalis,” ujar Erizon, Jumat (13/6).

Sementara untuk kabupaten/kota lain dikatakan Erizon hingga kini belum ada yang mengajukan pergantian. Kalau ahli waris mengajukan pergantian, jadi porsi itu bisa diambil lagi sehingga tidak lama antrean. 

“Jika diproses sebelum jamaah masuk asrama, maka akan bisa berangkat tahun ini. Mudah-mudahan yang di Bengkalis itu sudah melakukan pelunasan ke Jakarta dia,” jelasnya.

Sedangkan bagi ahli waris jamaah yang tidak mengajukan, maka Kemenag pun tidak akan memproses. Erizon juga menjelaskan untuk ahli waris yang mengajukan pergantian sebelum masuk asrama, maka jamaah akan bisa langsung berangkat pada tahun ini. 

“Cuma sekarang ini ketentuannya, kalau sudah disetujui di pusat, atau nanti yang bersangkutan langsung menyetor ke pusat. Ini baru berlaku tahun ini. Sedangkan untuk tes kesehatan dan kesiapan lainnya masih bisa terkejar. Nanti akan diberitahukan di gelombang kedua,” sebutnya.

Untuk jadwal keberangkatan JCH Riau gelombang pertama akan dimulai pada 18 Juli melalui Embarkasi Batam. Dan untuk keberangkatan gelombang kedua pada 3 Agustus mendatang.(wan/jpg/cr9)

Sumber : RIAUPOS.CO

BERITA TERKAIT

KOMENTAR ANDA