Luhakkepenuhan.com Pilkada Serentak

Pilkada Tujuh Daerah Ditunda 2017

Diposkan Oleh : Luhak Kepenuhan |
Pilkada Tujuh Daerah Ditunda 2017
Pilkada Tujuh Daerah Ditunda 2017

 

 

KORAN RIAU POS

SELASA, 4 AGUSTUS 2015

Halaman 12, POLITIKA

 

Pilkada Tujuh Daerah Ditunda 2017

 

Laporan JPNN, Jakarta

PERPANJANGAN pendaftaran calon kepala daerah resmi ditutup oleh KPU, Senin. Hasilnya, dari 13 daerah, enam daerah dinyatakan selamat dari penundaan pilkada. Sedangkan, tujuh daerah pesta demokrasinya harus ditunda pada tahun 2017.

Tujuh daerah yang pilkadanya dipastikan ditunda adalah Tasikmalaya (Jawa Barat), Blitar (Jawa Timur), Pacitan (Jawa Timur), Mataram (Nusa Tenggara Barat/ NTB), Timur Tengah Utara (Nusa Tenggara Timur/NTT), Samarinda (Kalimantan Ti­mur) dan Surabaya (Jawa Timur).

 

Sedangkan daerah yang bisa ikut pilkada yaitu Minahasa Selatan (Sulawesi Utara), Pegunungan Arfak (Papua Barat), Asahan (Sumatera Ut­ara), Bolaang Mongondow Timur (Sulawesi Utara), Purbalingga dan Serang.

 

Kepastian itu disampaikan oleh Komisioner KPU Hadar Nafls Gumay kemarin. Menurut Hadar, pada perpanjangan pendaftaran hari terakhir ini, KPU di daerah menerima pendaftaran dari beberapa kota di daerah tersebut. "Namun setelah proses verifikasi dan pemeriksaan hanya tujuh daerah itu yang dinyatakan lolos," paparnya.

 

Daerah yang diterima pendaftarannya oleh petugas KPU yaitu di Minahasa Selatan, Surabaya, Asahan, Purbalingga dan Bolaang Mongondow Timur. Sedangkan pendaftar yang ditolak yaitu di Pacitan, Samarinda dan Tasikmalaya.

 

Menurut Hadar, penolakan itu disebabkan partai tidak membawa dokumen yang lengkap.

Kejadian aneh juga terjadi di Samarinda. Parpol pengusung sudah datang ke KPUD sebelum pendaftaran ditut­up, namun calon yang diusung tidak menampakkan hidungnya. Terpaksa petu­gas tidak menerima pendaft­aran itu.

 

Pada hari terakhir pendaft­aran itu, KPU sempat dibuat susah oleh ulah pasangan ca­lon. Yakni calon kepala daer­ah di Kabupaten Minahasa Selatan dan di Kota Surabaya. Keduanya tidak datang pada saat pendaftaran tanpa alasan yang jelas. Tepat pada pukul 19.00 WIB, pasangan Jhony RM Sumual dan Annie S Langi datang ke KPUD Minahasa Selatan. "Akhirnya bisa kami proses dan pendaftaran kami terima," ucap komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah.

 

Pilkada yang juga ditunda yakni Kota Surabaya. Penun­daan itu disebabkan bakal ca­lon Wawako, Haries Purwoko mengundurkan diri secara tiba-tiba. Padahal Sebelum penutupan, keduanya mendaftar dan diterima KPUD Surabaya. Namun, ada berkas yang belum ditandatangani Haries. Ketika dicari Haries dikabarkan hilang. "Kabarnya bakal calon wali kota menghilang. Dan ada dokumen yang belum ditandatangani," ucapnya. (aph/bay/jpnn)

 

 

Laporan JPNN, Jakarta

PERPANJANGAN pendaftaran calon kepala daerah resmi ditutup oleh KPU, Senin. Hasilnya, dari 13 daerah, enam daerah dinyatakan selamat dari penundaan pilkada. Sedangkan, tujuh daerah pesta demokrasinya harus ditunda pada tahun 2017.

Tujuh daerah yang pilkadanya dipastikan ditunda adalah Tasikmalaya (Jawa Barat), Blitar (Jawa Timur), Pacitan (Jawa Timur), Mataram (Nusa Tenggara Barat/ NTB), Timur Tengah Utara (Nusa Tenggara Timur/NTT), Samarinda (Kalimantan Ti­mur) dan Surabaya (Jawa Timur).

 

Sedangkan daerah yang bisa ikut pilkada yaitu Minahasa Selatan (Sulawesi Utara), Pegunungan Arfak (Papua Barat), Asahan (Sumatera Ut­ara), Bolaang Mongondow Timur (Sulawesi Utara), Purbalingga dan Serang.

 

Kepastian itu disampaikan oleh Komisioner KPU Hadar Nafls Gumay kemarin. Menurut Hadar, pada perpanjangan pendaftaran hari terakhir ini, KPU di daerah menerima pendaftaran dari beberapa kota di daerah tersebut. "Namun setelah proses verifikasi dan pemeriksaan hanya tujuh daerah itu yang dinyatakan lolos," paparnya.

 

Daerah yang diterima pendaftarannya oleh petugas KPU yaitu di Minahasa Selatan, Surabaya, Asahan, Purbalingga dan Bolaang Mongondow Timur. Sedangkan pendaftar yang ditolak yaitu di Pacitan, Samarinda dan Tasikmalaya.

 

Menurut Hadar, penolakan itu disebabkan partai tidak membawa dokumen yang lengkap.

Kejadian aneh juga terjadi di Samarinda. Parpol pengusung sudah datang ke KPUD sebelum pendaftaran ditut­up, namun calon yang diusung tidak menampakkan hidungnya. Terpaksa petu­gas tidak menerima pendaft­aran itu.

 

Pada hari terakhir pendaft­aran itu, KPU sempat dibuat susah oleh ulah pasangan ca­lon. Yakni calon kepala daer­ah di Kabupaten Minahasa Selatan dan di Kota Surabaya. Keduanya tidak datang pada saat pendaftaran tanpa alasan yang jelas. Tepat pada pukul 19.00 WIB, pasangan Jhony RM Sumual dan Annie S Langi datang ke KPUD Minahasa Selatan. "Akhirnya bisa kami proses dan pendaftaran kami terima," ucap komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah.

 

Pilkada yang juga ditunda yakni Kota Surabaya. Penun­daan itu disebabkan bakal ca­lon Wawako, Haries Purwoko mengundurkan diri secara tiba-tiba. Padahal Sebelum penutupan, keduanya mendaftar dan diterima KPUD Surabaya. Namun, ada berkas yang belum ditandatangani Haries. Ketika dicari Haries dikabarkan hilang. "Kabarnya bakal calon wali kota menghilang. Dan ada dokumen yang belum ditandatangani," ucapnya. (aph/bay/jpnn)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR ANDA