Luhakkepenuhan.com Bumi Melayu

SEPTINA ITU SANTUN Utusan DPP Golkar antar SK penunjukan Septina ke DPRD Riau

Diposkan Oleh : Luhak Kepenuhan |
SEPTINA ITU SANTUN  Utusan DPP Golkar antar SK penunjukan Septina ke DPRD Riau
SEPTINA ITU SANTUN Utusan DPP Golkar antar SK penunjukan Septina ke DPRD Riau

SEPTINA ITU SANTUN

Utusan DPP Golkar antar SK penunjukan Septina ke DPRD Riau

PEKANBARU, TRIBUN-Jalan Septina Primawati Rusli untuk memegang tampuk pimpinan DPRD Kiau kian mulus. Kemarin utusan dari DPP Partai Golkar mengantar langsung surat keputusan penunju­kan istri Rusli Zainal itu ke DPRD Riau.

Septina akan menjadi pengganti antar waktu (PAW) Ketua DPRD Riau, yang sebelumnya dijabat Suparman. Jabatan itu ditanggalkan Suparman karena maju sebagai calon bupati di Pilkada Rokan Hulu. "Kita memang dapat surat dari DPP Golkar, tapi surat itu surat tembusan. Tadi diantar oleh Kadridari sekretariat DPP Golkar," ujar Wakil Ketua DPRD Riau Sunaryo kepada pers, Selasa (17/11).

Sunaryo mengatakan, pihaknya masih menunggu DPD I Golkar Riau mengirim SK DPP Golkar tentang penunjukan Septina tersebut ke DPRD Riau.

"Kalau cuma surat tem­busan tentu kita tidak bisa memprosesnya. Kita akan tetap akan menunggu surat dari DPD I Golkar dulu.

Septina Itu

Setelah masuk baru kita bisa proses (penunjukan Septi­na) ulasnya.

la mengungkapkan, surat tembusan tersebut memang berasal dari DPP Partai Golkar yang ditandatangani oleh Ketua Umum DPP Golkar Aburizal Bakrie dan Sekjen Idrus Marham.

Sunaryo berharap proses PAW ketua dewan dilakukan secepatnya agar unsur pimpinan DPRD Riau, yang saat ini hanya terdiri dari tiga wakil ketua, menjadi lengkap. "Akan lebih bersinergis dengan kelengkapan pim­pinan. Siapapun orangnya kami terima karena itu adalah keputusan sepenuhnya hak Partai Golkar," ucapnya.

Wakil Ketua DPRD Riaulainnya, Manahara Manurung mengemukakan, den­gan adanya surat dari DPP Golkar ini sekaligus menepis keraguan atas beredarnya gambar penggandaan SK pe­nunjukan Septina. "Suratnya baru saja masuk hari ini dan sudah kita terima," ucapnya.

Sementara Plt Ketua DPD I Partai Golkar Riau Arsyadjuliandi Rachman masih enggan berkomentar soal penunjukan Septina sebagai Ketua DPRD . "Cukup internal partai Golkar saja yang tahu ya," ujar Andi Rachman saat dikonfirmasi wartawan kemarin.

Saat ditanya lagi kapan penyerahan SK DPP Golkar ke dewan, Andi Rachman kembali mengelak. "Janganlah cerita SK terus, bagus kita bicara masalah pembangunan di Riau saja," ujarnya.

Ketua Harian DPD I Gol­kar Riau Ruspan Aman juga sama. la masih belum mau berkomentar.

Septina sendiri baru di periode ini menjadi anggota DPRD Riau. la mewakili rakyat dari daerah pemilihan Rokan Hilir.

Sebelumnya, pada 2010, ia maju sebagai calon Wali Kota Pekanbaru. Waktu itu ia berpasangan dengan Erizal Muluk. Namun, ia gagal, kalah suara dari rivalnya, pasangan Firdaus MT-Ayat Cahyadi.

Santun

Tokoh masyarakat Riau, Syarwan Hamid menilai, dirinya melihat Septina akan cukup mampu menjadi pemimpin di DPRD Riau. Sejauh ini, ia melihat merupakan sosok Septina sebagai orang yang santun dan tidak ada masalah.

"Saya melihat Septina le­bih mumpuni. Tidak pernah ada katanya yang keceplosan. Orangnya santun," kata Syarwan.

Diakui Syarwan, memang cukup banyak pro kontra mengenai keputusan DPP Golkar memilih Septi­na untuk diusung sebagai Ketua DPRD Riau. Padahal, Septina tidak masuk dalam daftar tiga nama yang direkomendasikan DPD I Golkar ke pengurus pusat partainya di Jakarta.

"Memang banyak yang bertanya, dulu hubungan saya tak begitu bagus dengan Rusli Zainal (mantan Gubernur Riau dua periode), tapi istrinya kok didukung. Ya itu saya memang menilai Bu Septina bagus orangnya," ucap mantan Menteri Dalam Negeri tersebut.

Sementara anggota DPD Rl asal Riau, Instiawati Ayus mengatakan penunju­kan Septina tidak perlu lagi diperdebatkan. la sendiri sudah berbicara langsung dengan pengurus pusat par­tai Golkar di Jakarta, yang membenarkan penunjukan Septina.

"Saya pun kemarin kirim papan bunga (ucapan selamat untuk Septina) ke DPRD Riau karena sudah mendapat informasi langsung dari DPP Golkar," ujarnya.

Instiawati Ayus juga menambahkan, Septina dipilih atas berbagai pertimbangan dari DPP Golkar. "Saya rasa sudah pantas. Kemampuan beliau di dunia politik sudah sangat bagus," kata dia lagi.

Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldi Jusman mengata­kan, mengenai sosok perempuan yang akan memimpin DPRD Riau ke depan, menurutnya hal itu tidak ada larangan.

"Kita tidak permasalahkan soal gender dalam kemampuan memimpin. Karena tugas di dewan bersifat kolektif kolegial. DPP Golkar yang menunjuk Sep­tina tentunya sudah punya pertimbangan khusus dan percaya kalau Septina punya kemampuan menjadi pimpi­nan DPRD Riau ke depan," paparnya.

Septina sendiri baru di periode ini menjadi wakil rakyat di DPRD Riau. Tapi itu tak dipersoalkan Novi­waldi. "Partai mungkin tidak hanya melihat pegalamannya selama menjadi anggota dewan, tapi juga pengalaman dan keaktifan Septina di luar dewan," ulasnya. (ale/uha)

Sumber : TRIBUN PEKANBARU 18 NOVEMBER 2015

BERITA TERKAIT

KOMENTAR ANDA