Luhakkepenuhan.com Luhak Kepenuhan

TEROBOSAN BARU, PEMKAB BENTUK BUEK DI ENAM KELURAHAN

Diposkan Oleh : Luhak Kepenuhan |
TEROBOSAN BARU, PEMKAB BENTUK BUEK DI ENAM KELURAHAN
TEROBOSAN BARU, PEMKAB BENTUK BUEK DI ENAM KELURAHAN

TEROBOSAN BARU, PEMKAB BENTUK BUEK DI ENAM KELURAHAN

DINILAI berhasil dalam melaksanakan program pemberdayaan desa (PPD) terutama menjalankan ekonomi kerakyatan dengan mendirikan UED-SP yang kini berkembang menjadi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Pemerintah Kabupaten Rohul pada tahun ini kembali raembuat terobosan baru, dengan membentuk Badan Usaha Ekonomi Kelurahan (BUEK) yang merupakan perkembangan dari pengelolaan Usaha Ekonomi Kelurahan (UEK). "Melihat perkembangan BUMDes di Rokan Hulu sebagai lokomotif ekonomi pedesaan, telah berdampak positit terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, berkurangnya angka pegangguran dan kemiskinan. Bupati Rohul Drs H Achmad MSi membuat terobosan baru, membentuk BUEK dari pengembangan UEK,"ungkap Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kahupaten Rohul H Abdul Haris SSos MSi, Kamis (14/1) di sela-sela melakukan rapat finalisasi penyusunan draf Peraturan Bupati Rohul tentang Petunjuk Pelaksanaan BUEK Kabupaten Rohul.

Dalam rapat itu hadir Koordinator Kabupaten BUMDes Rohul Syam Zaimar SP MSi, Kabid UED BPMPD Rohul Sri Waryono SSos, Kasubid PUEMP Rustam Effendi SSos. Menurutnya, bila BUEK diterapkan pada tahun ini, maka Rokan Hulu satu-satunya kabupaten yang pertama di Indonesia yang melaksanakannya, karena BUEK statusnya hampir sama dengan BUMDes.

Dalam pembentukan BUEK, badan hukumnya akta notaris yang dasar hokum pelaksanaannya menggunakan Perbup. Sedangkan BUMDes dasar hukumnya Peraturan Desa. Keberhasilan BUMDes di Rohul yang merupakan perkemban­gan dari usaha ekonomi desa simpan pinjam (UED-SP), menjadi motivasi pemerintah daerah untuk membentuk BUEK.

Sebab, 6 kelurahan yang ada yakni Kelurahan Pasirpengaraian, Kepenuhan Tengah, Tambusai Tengah, Kota Lama, Rokan, dan Kelurahan Ujung Batu telah menjalankan UEK yang hanya melayani simpan pinjam kepada masyarakat dengan ditingkatkan statusnya menjadi BUEK, maka pengurus BUEK dapat mengembangkan jenis usaha lainnya yang berpotensi di kelurahan tersebut seperti BUMDes yang kini mengembangkan berbagai jenis usaha lainnya selain simpan pinjam.

"Kita harapkan dengan berjalannya BUEK, sama majunya dengan BUMDes yang telah berperan sebagai lembaga ekonomi mikro di desa dan kelurahan, yang mengembangkan program-program pro-rakyat serta membuka berbagai jenis usaha dalam membantu meningkatkan perekonomian masyarakat," sebutnya.

Haris mengatakan, setelah keluarnya Perbup tentang Pelaksanaan BUEK, pihaknya akan segera melakukan sosialisasi di 6 kelurahan yang ada. Selain memfasilitasi pembentukan BUEK dan pengurus BUEK."Kita targetkan secepatnya, keberadaan BUEK berjalan sesuai dengan yang diharapkan, sama seperti halnya dengan BUMDes," tuturnya.

la menyebutkan, saat ini dana yang dikelola UEK di 6 kelurahan rata-rata berkisar Rp 600 juta hingga Rp700 juta yang nantinya menjadi modal BUEK. Dengan susunan struktur BUEK, Direktur, Asisten Direktur, Kepala Unit Usaha, Pengawas dan Pembina.

Dalam pada itu, Korkab BUMDes Rohul Syam Zaimar SP MSi mendukung terobosan yang dilakukan Bupati Rohul dengan membentuk BUEK yang merupakan perkembangan dari UEK. Dengan harapan 6 BUEK dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan pemerintah daerah dari pelaksanaan BUMDes saat ini.

Kita berharap Februari telah dilakukan sosialisasi, Maret 2016 dibentuk BUEK di 6 Kelurahan yang ada di Rohul dan dilanjutkan pemilihan pengurus BUEK yang menyesuaikan Perbub. Selama ini UEK hanya melayani simpan pinjam, dengan berubah staus menjadi BUEK, dapat mengembangkan berbagai jenis usaha yang memiliki potensi di kelurahan tersebut,"jelasnya. (adv/a)

Sumber : RIAU POS, 15 JANUARI 2016

BERITA TERKAIT

KOMENTAR ANDA