Luhakkepenuhan.com Berita Foto

Ketika “Si Doel Anak Sekolah” Pulang kampung Ke Bonjol, Pasaman Penuhi Amanah Ibu, Ingin Bikin Film Tuanku Imam Bonjol

Diposkan Oleh : Luhak Kepenuhan |
Ketika “Si Doel Anak Sekolah” Pulang kampung Ke Bonjol, Pasaman Penuhi Amanah Ibu, Ingin Bikin Film Tuanku Imam Bonjol
Ketika “Si Doel Anak Sekolah” Pulang kampung Ke Bonjol, Pasaman Penuhi Amanah Ibu, Ingin Bikin Film Tuanku Imam Bonjol

Ketika “Si Doel Anak Sekolah” Pulang kampung Ke Bonjol, Pasaman Penuhi Amanah Ibu, Ingin Bikin Film Tuanku Imam Bonjol

Akhirnya, actor sekaligus Gubernur Banten, Rano Karno, menginjakkan kakinya di Bonjol, Pasaman, Sumbar. Kehadiran pria yang melejit namanya lewat sinetron "Si Doel Anak Sekolahan"ini di kampong halaman ayahnya, Soekarno M Noer, disambut hangat kerabatnya.

BUNYIsirene mobil patwal polisi pengawal rombongan Rano Karno beserta kerabat­nya, mengagetkan warga Karmpung Jambak, Bonjol, tempat ;keluarga ayah Rano berdomisili. Tanpa komando, mereka pun merapat ke jalanan menyambut kehadiran tamu tak biiasa, sekitar pukul 09.00 WIB.

Ya, dialah Ranu Karno. Tak lama seusai turun dari mobil, Rano bersama rombongan langsung bergegas menuju rumah kerabatnya. Selain wali nagari setempat, juga terlihat menyambut    Rano    tokoh masyarakat dan masyarakat se­kitar. Mereka terlihat penasaran ingin bertemu langsung dengan Rano. Selain Rano, juga ada Suti Karno, Ruby Karno dan istri, serta kerabat lainnya.

Suasana haru terlihat di ru­mah Idrus (81), tak lain rumah adik ayahnya Soekarno M Noer. Rano pun memeluk sang paman. Meski sang paman mulai digerugoti penyakit pikun, namun tak mengurangi suasana penuh kebahagiaan waktu itu. Terlebih lagi, lebih dari 20 tahun Rano tidak pernah pulang ke kampung ayahnya.

Usai bersilaturahmi, Rano dan kerabat langsung tahlilan di Mushala Tanjung, Kecamatan Bonjol. Di perjalanan menuju musala, RPG sempat berbincang-bincang dengan Rano. Dia menyebut, dia sengaja pulang kampung guna menemui keluarganya. "Ini amanah dari ibu saya. Dialah yang menyuruh saya pulang ke Bonjol," sebut Rano.

Di samping keluarga, tahli­lan sendiri juga dihadiri ma­syarakat setempat, aparat kepolisian dan aparatur  Pemkab Pasaman. Usai tahlilan, Rano pun menuju rumah kemenakan ayahnya bernama Tiah (77). Air mata perempuan paruh baya itu tidak terbendung. Dia pun memeluk Rano Karno dengan sangat kuat sambil menangis.

"Rano alah lamo indak pu­lang kampuang (Rano sudah lama tidak pulang)," sebut Tiah dengan logat Minang. Penuturan Tiah, sudah 20 tahun lebih Rano tak pulang ke Bonjol. Wajar kehadiran Rano kali ini, dis­ambut penuh suka cita keluarga dan kaumnya.

Herlina (50), warga sekaum dengan Rano berharap, kunjungan kali ini bisa memanggil "Si Doel" untuk ikut membangun kampungnya. "Perbaharuilah Kecamatan Bonjol ini," ungkapnya.

Lain lagi, Rina (45), warga Jambak ini mengaku senang bisa melihat Rano secara lang­sung. "Selama ini hanya bisa lihat di televisi, tapi sekarang bisa lihat orangnya langsung," sebut Rina.

Kendati baru sekali bertemu langsung, di mata Rina, Rano sosok tak sombong. "Keluarga Rano terlihat seperti orang Mi­nang kebanyakan. Lihat saja Atun (Suti Karno) yang pakai sebo, seperti orang Bonjol kebanyakan," imbuhnya.

Tak jauh beda dengan Her­lina, Rina juga berharap kader PDIP itu terpanggil membangun kampungnya di Bonjol. "Kalau bisa, Rano tinggal di Bonjol saja. Perhatikan lah ka­mpung dan masyarakat Kam­pung jambak," harap Rano yang membawa rombongan sebanyak 14 orang.

Usai tahlilan dan bercengkrama dengan keluarga dan ma­syarakat, Rano mengunjungi Benteng Tuanku Imam Bonjol (Bukit Tak Jadi). Objek ini merupakan basis perjuangan Tuanku Imam Bonjol saat mengusir penjajah dulunya Sekadar diketahui, Rano : memiliki ayah berdarah Bonjol, tapi sejak lahir sudah di jakarta. Itulah sebabnya, Rano berkeinginan melihat kerabatnya. Menurut Rano, sebetulnya . kunjungan ini bakal dilaksanakan Desember 2015 lalu bersama ibunya. Namun takdir berkata lain, kesehatan ibunya : drop sampai akhirnya meninggal dunia.

Buat Film Tuanku Imam Bonjol

Sebelum bertolak ke Pasaman, Kamis (28/1) malam, Rano bersilaturahmi dengan Pj Wali Kota Bukittinggi Abdul Gafar. Dalam kesempatan itu, aktor sekaligus sutradara dan produser film itu, mengutarakan keinginannya menulis buku dan membuat film kisah Pahlawan Nasional Tuanku Imam Bonjol,

Sejauh ini, diakui Rano, ke-inginan tersebut baru sebatas wacana awal. Pasalnya, proses pembuatan tersebut membutuhkan waktu cukup panjang. "Membuat kisah sejarah butuh waktu dan riset sangat pan­jang," sebutnya.

Sebelumnya, menurut Ra­no, almarhum Haji Misbach Yusa Biran, seorang penulis skenario, pernah hamper membuat skenario itu. Waktu itu, beliau melakukan riset hingga ke Belanda. "Beliau pun, juga sudah memberi amanah kepada saya untuk membuat film Tuanku Imam Bonjol," ujarnya.

Namun, tambah Rano, wak­tu itu muncul pertanyaan, kisah seperti apa diangkat dari sosok Tuanku Imam Bonjol. Pasalnya, kisah Tuanku Imam Bonjol tak bisa dilepas dari peran tokoh lainnya.

Salah seorang paling getol meminta Rano membuat Tuanku Imam Bonjol, tak lain wali nagari Jambak, Bonjol. Dia pun sudah mengumpulkan beberapa referensi buku tentang Tuanku Imam Bonjol. Tapi, tetap saja harus dilakukan riset lebih jauh lagi.

"Ini juga pernah diminta oleh Pak Azwar Anas (mantan gubemur Sumbar) kepada al­marhum ayah saya. Jadi sewaktu ayah belum meninggal, selalu bilang kalau sempat bikin film Imam Bonjol," ulasnya.

Rano menilai, membahas soal Tuanku Imam Bonjol, pastilah orang akan Terkesima dengan Perang Padri. Namun sesungguhnya, menurut Rano, ada kisah tiga sahabat tak kalah menariknya, yakni Imam Bon­jol, Tuanko Rao dan Tuanku Tambusai.

"Ketiga sahabat itu berjuang untuk memutuskan perlawanan. Kenapa Bonjol menjadi sebuah kekuatan pada waktu itu, ternyata letak Bonjol itu di cekungan yang dijadikan benteng. Inikan harus kita kemas supaya tidak terjadi kontroversi," ujarnya.

Lagi-lagi dia menekankan bahwa semua ini baru wacana awal saja. Dia juga berjanji menurunkan tim dalam waktu dekat ke Bonjol. "Mudah-mudahan, saya masih dikasih waktu untuk menulis," lanjut Ra­no. (wni/s/nuig)

Sumber : RIAU POS 30 JANUARI 2016

BERITA TERKAIT

KOMENTAR ANDA