Luhakkepenuhan.com Ispiratif & Inovatif

Masih Tak Menyangka Ada di Istana Fikri Erdiansyah dan Lafinia Annisa, Wakil Riau di Paskibraka 2017

Diposkan Oleh : Luhak Kepenuhan |
Masih Tak Menyangka Ada di Istana Fikri Erdiansyah dan Lafinia Annisa, Wakil Riau di Paskibraka 2017
Masih Tak Menyangka Ada di Istana Fikri Erdiansyah dan Lafinia Annisa, Wakil Riau di Paskibraka 2017
Masih Tak Menyangka Ada di Istana
Fikri Erdiansyah dan Lafinia Annisa, Wakil Riau di Paskibraka 2017
 
Rabu, 16 Agustus 2017 - 14:28 WIB
 
 
Masih Tak Menyangka Ada di Istana
68 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka)  dikukuhkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, Selasa (15/8). Dua di antaranya adalah wakil Riau, Fikri Erdiansyah dan Lafinia Annisa. 


PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Berseragam putih-putih, mengenakan peci hitam dengan logo Garuda Pancasila di dada, Fikri dan Lafinia semringah. Merekalah putra-putri terbaik Riau tahun ini. Terpilih sebagai Paskibraka di Istana Merdeka, Jakarta pada 17 Agustus besok.

“Dengan memohon ridho Tuhan Yang Maha Kuasa, pada hari ini saya kukuhkan saudara-saudara sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka,” ucap Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengukuhkan mereka di Istana Negara, kemarin.

Pengukuhan itu sekaligus tanda dikukuhkannya anggota Paskibraka tingkat porvinsi, kabupaten/kota di seluruh Tanah Air. Jokowi mendoakan semoga mereka dapat melaksanakan tugas dengan baik. Setelah dikukuhkan, mereka disalami satu per satu oleh Jokowi dan Ibu Negara Iriana Jokowi. Ucapan selamat juga datang dari Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, dan para pimpinan lembaga tinggi negara. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga menyalami dan memberikan kata selamat dan sukses kepada mereka yang akan mengemban tugas berat mengibarkan Sangsaka Merah Putih. 

Tak banyak waktu berbincang bebas dengan Fikri, siswa SMAN 1 Telukkuantan. Maupun dengan Lafinia, siswi SMAN 1 Pekanbaru.  Sebab, di sela-sela upacara pengukuhan, mereka juga sempat diajak Jokowi bikin video blog (vlog) setelah sesi foto bersama usai. Setelahnya, mereka harus kembali ke lokasi karantina untuk beristirahat. Karena diperlukan stamina dan fisik yang sehat dalam menjalankan tugas negara sebagai anggota Paskibraka.

Begitu ditinggal pergi Presiden Jokowi, Fikri yang kelahiran Telukkuantan, 26 Agustus 2001 itu langsung tersenyum saat dihampiri Riau Pos. Pemilik tinggi 176 cm itu tampak sehat meski warna kulitnya terlihat lebih gelap setelah berhari-hari berlatih di bawah terik matahari ibukota.

 “Saya senang sekali bisa mewakili Riau. Dan saya masih tak menyangka berada di Istana Negara, dan bersama-sama Pak Jokowi,” ucap dia sambil tersenyum.

Diakui Fikri, latihan yang dijalani selama masa karantina cukup berat. Sebab, selain dilatih fisik dan kedisiplinan, dia juga mendapat berbagai materi pelajaran. Namun, bagi Fikri, berada jauh dari orangtuanya Syahrudin dan Ermayeti juga sebagai tantangan berat. Apalagi selama karantina, dia tak bisa berkomunikasi dengan keluarga.

“Tantangannya seperti jauh dari orangtua, latihan dari pagi sampai sore. Malamnya lanjut materi lagi,” ungkap dia.

Fikri berharap, setelah melewati masa karantina dia bersama tim Paskibraka lainnya bisa menjalankan tugas sebaik-baiknya.

“Harapannya bisa sukses, dan bisa mengibarkan bendera Merah Putih ke tiang paling tinggi, dan menurunkannya kembali,” tambahnya.

Perasaan tak kalah senang dirasakan Lafinia. Senyum tak lepas dari remaja yang ketika itu mengenakan hijab warna hitam. 

“Rasanya bangga. Nggak nyangka juga, karena satu di antara sejuta orang bisa masuk ke sini. Bangga banget,” ucap Lafinia.

 Senada dengan Fikri, perempuan kelahiran Pekanbaru, 19 April 2001 ini merasakan beratnya masa-masa latihan selama di karantina. Apalagi, mereka harus bisa menyesuaikan diri satu sama lain. Misalnya dalam hal baris-berbaris. Dengan berbagai latar belakang daerah karakter, perlu latihan sungguh-sungguh untuk bisa kompak menyatukan gerak.

“Karena punya semangat tinggi, alhamdulillah bisa,” ujar Lafinia.

Disatukan dari lain daerah, adat dan budaya, Lafinia merasa banyak pelajaran yang didapat selama masa karantina. Karenanya dia berpesan kepada pelajar di seluruh Tanah Air, khususnya Riau, agar menjaga yang namanya toleransi sebagai anak bangsa yang majemuk.

“Jangan membeda-bedakan teman, beda provinsi, beda agama, beda adat, karena kita Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika. Kita makhluk sosial yang saling memerlukan,” pesannya.

Orangtua pun Bangga
Orangtua Fikri, Syahruddin dan Hj Ermayetti benar-benar tidak menyangka putra keempatnya bisa berada di Istana Negara untuk tugas mulia mengibarkan bendera pusaka.  

“Alhamdulillah. Kami semua senang. Semoga Fikri berhasil mengibarkan bendera merah putih di Istana Negara,” kata Syahruddin, Selasa (15/8).

Rasa bangga juga disampaikan Kepala SMAN 1 Telukkuantan, Ergusneti SPd. Bagi Ergusneti, keberhasilan Fikri menjadi Paskibraka tahun ini menambah daftar pelajar di sekolah ini yang berhasil menjadi Paskibraka di Istana Negara.

“Ini Anugerah luar biasa karena Fikri harus bersaing dengan utusan dari kabupaten/kota di Riau,” ujarnya.

 Ingin seperti Mama
Sementara mama Lafinia, Fitri Anita mengatakan anaknya merupakan sosok yang aktif. Bahkan, dari kecil, Fifin (begitu Lafinia biasa disapa) telah mengikuti beberapa kegiatan ekstra di luar sekolah. Seperti les biola, cheerleaders, dan paskibra. 

“Di antara kegiatan yang dia ikuti, Fifin memang bersemangat di paskibra,” ujar Fitri.

Awal mula Fifin mengikuti kegiatan Paskibra dikarenakan Fifin sering melihat foto-foto lama mamanya, yang juga merupakan salah satu Paskibra dari Indragiri Hulu di tahun 1991. Sehingga, ia merasa bersemangat untuk mengikuti jejak sang ibunda. Fitri Anita mengatakan, kalau Fifin sempat menyampaikan keinginannya, agar bisa seperti mamanya.

“Saya katakan, kalau Fifin mau seperti mama, bisa berprestasi dan membanggakan, maka Fifin harus sungguh-sungguh, dan itu pasti bisa,” ujar Fitri mengenang ucapan anaknya sebelum berangkat ke Jakarta.

Kepala SMAN 1 Pekanbaru  Wan Rosita mengatakan, dia merasa bangga dengan adanya anak didiknya yang lolos menjadi Paskibraka.

“Alhamdulillah, siswa-siswi kami berhasil lolos baik di tingkat kota, provinsi dan nasional. Tentunya hal ini juga bisa terjadi karena adanya dukungan penuh dari keluarga. Dan kami dari pihak sekolah, tentu berusaha untuk membantu memfasilitasi siswa dan siswi dengan ekstrakurikuler yang ada. Dan semoga keberhasilan ini selalu bisa dijaga, bahkan dapat ditingkatkan” ujarnya.(fat/jps/cr3/ted)

Sumber : Riaupos.co

BERITA TERKAIT

KOMENTAR ANDA