Luhakkepenuhan.com Haji dan Umroh

Haji dan Harapan Umat

Diposkan Oleh : Luhak Kepenuhan |
Haji dan Harapan Umat
Haji dan Harapan Umat

 

Haji dan Harapan Umat

11 September 2017 - 11.45 WIB

Alhamdulillah, Kemarin, Ahad (10/9), jamaah haji asal Riau, yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter)2, sudah sampai ke Bumi Lancang Kuning ini. Jamaah tiba menggunakan Pesawat Lion Air Boeing 737-900ER. Para jamaah langsung sujud syukur saat menginjakkan kaki di Tanah Air yakni di Bandara Sultan Syarif Kasim II.

Kedatangan jamaah haji disambut suka cita. Dari Bandara SSK II jamaah haji dibawa menggunakan bus dikawal mobil polisi menuju Kantor Kemenag Kota Pekanbaru, dan sanak saudara pun menunggu dengan suka cita.

Keberhasilan menjalan ibadah haji bukan sebatas fisik saja, namun harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kedatangan jamaah haji dari Makkah disambut dengan suka cita, sampai-sampai menggelar acara layaknya pesta. Memang menyambut dengan rasa gembira itu sah-sah saja, tapi jangan berlebihan. Bukankah Rasulullah menganjurkan hidup sederhana.

Ibadah haji tidak hanya masalah ritual dan hubungan dekat kita pada Allah, tetapi juga terkait dengan kehidupan di bumi, khususnya dalam kehidupan sehari-hari.

Kemiskinan masih menjadi menu berita kita sehari-hari. Di sinilah para jamaah haji yang baru pulang menjalankan ibadah haji ini diuji. Sejarah sudah membuktikan bahwa gerakan kemerdekaan ini tidak lepas dari perjuangan para haji. Misalnya Haji Agus Salim, H Achmad Dahlan, H Cokroaminoto dan para pahlawan lainnya, mereka sepulang dari Makkah menjadi pelopor bagi masyarakat di sekitarnya, bahkan bagi bangsa ini.

Para haji seharusnya membawa misi perubahan, bukan saja pada dirinya tetapi juga pada keluarga dan lingkungannya. Perubahan kepada yang baik. Memang soal siapakah yang mengetahui seorang itu sudah menjadi haji mabrur atau tidak hanya Allah SWT yang mengetahui. Namun seperti seorang yang bertaubat, nampak dalam kehidupan sehari-hari, jika tidak nampak ada perubahan, maka seseorang itu belum bertaubat.

Di sinilah kalangan jamaah haji yang baru pulang hendaknya mengalami perubahan dan menularkan perubahan yang baik itu kepada umat lainnya. Yakni perubahan pada yang baik.

Jika dalam satu RT ada seorang haji, hendaknya memberikan pencerahan pada masyarakat sekitarnya. Minimal menjadi teladan bagi masyarakat sekitarnya. Jangan malah sebaliknya, menjadi masalah di lingkungannya. 

Jika pada masa penjajahan dulu para haji memberi dukungan untuk merdeka, maka musuh bersama saat ini adalah kemiskinan. Di sini diharapkan ide-ide bernas kalangan haji untuk mengentaskan kemiskinan. Minimal mengajak umat miskin untuk tidak melakukan pekerjaan yang diharamkan Allah. Kemiskinan sangat berkorelasi dengan angka kejahatan.

Keberadaan jamaah haji yang tersebar di kota sampai ke pedesaan bahkan di pedalaman, sangat berperan dalam membangun ketahanan ekonomi umat. Peranan jamaah bukan sekadar pihak yang memberi modal tetapi juga dapat menggerakkan umat.

Semoga dengan hadirnya para jamaah haji akan berdampak pada lingkungan sekitarnya. Haji bukan sekadar titel atau sebutan, tetapi benar-benar bermanfaat bagi umat. ***

Sumber  :  Riaupos.co

BERITA TERKAIT

KOMENTAR ANDA