Luhakkepenuhan.com Mahasiswa dan Info Kampus

Usai Bentrok, Rektor Liburkan Perkuliahan Mahasiswa UR Diminta Tahan Diri

Diposkan Oleh : Luhak Kepenuhan |
Usai Bentrok, Rektor Liburkan Perkuliahan Mahasiswa UR Diminta Tahan Diri
Usai Bentrok, Rektor Liburkan Perkuliahan Mahasiswa UR Diminta Tahan Diri
Usai Bentrok, Rektor Liburkan Perkuliahan
Mahasiswa UR Diminta Tahan Diri
 
Jumat, 06 Oktober 2017 - 10:32 WIB

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Suasana Kampus Universitas Riau (UR) yang nyaman mendadak mencekam. Ini setelah Kamis petang (5/10) terjadi bentrok yang melibatkan mahasiswa dari dua fakultas. Yakni Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol). Saling serang. Para mahasiswa yang berasal dua fakultas ini memegang kayu, besi  dan batu. 

Riau Pos yang memantau situasi di lapangan sempat dicurigai. Salah seorang dari mahasiswa yang masih tersulut emosi itu langsung bertanya mau ke mana dan ada keperluan apa. Setelah dijelaskan maksud tujuan, barulah para mahasiswa Fakultas Teknik ini mengizinkan lewat. Hingga pukul 22.30 WIB, suasana dalam kampus masih belum sepenuhnya tenang. Para mahasiswa dari dua fakultas ini masih melakukan bakar-bakar ban. Sesekali  mereka melempar batu ke arah lawan. Sesekali juga terdengar suara ledakan yang tidak jelas berasal dari mana. Apalagi provokasi di media sosial (medsos) terus gencar dilakukan kedua belah pihak.

Bentrokan ini terjadi karena perkara sepele. Rafi (23), mahasiswa Fisipol mengatakan, bentrokan itu bermula saat mahasiswa Fakultas Teknik melakukan tradisi konvoi keliling fakultas di lingkungan kampus UR. Mereka menggunakan dua mobil pick up dan sepeda motor.

“Di kampus ini dari pagi menjelang siang tadi (kemarin, red) ada acara wisuda. Pada petangnya mahasiwa Teknik ini konvoi dan masuk ke lingkungan Fisipol. Mereka menggeber motor. Padahal di kampus masih ada proses belajar-mengajar,” ujar Rafi,  Kamis (5/10).

Merasa tidak terima dengan sikap mahasiswa Teknik itu,  mahasiswa Fisipol pun melakukan pengusiran.  

“Alhasil terjadi saling serang itu,’’ ungkap Rafi.
Toni Hendrike (21), mahasiswa Fakultas Teknik yang menjadi korban dalam tragedi itu mengalami luka pada kepala. Saat ditemui di Rumah Sakit UR, dia justru mengatakan yang salah itu mahasiswa Fisipol. 

“Kami konvoi sudah menjadi tradisi di fakultas kami. Fakultas lain terima-terima saja. Hanya Fisipol saja yang tidak bisa terima,’’ ungkapnya. 

Dia mengatakan, pihak mahasiwa Fisipol yang mulai. Menurutnya, salah seorang mahasiswa Fisipol menarik mahasiswi Fakultas Teknik saat mereka memutar di Fisipol. 

“Mereka sepertinya tidak terima lalu menarik salah seorang mahasiswi dari fakultas kami,” kata Toni Hendrike yang mendapat delapan jahitan di kepala bagian belakangnya.

Pascabentrokan ini,  kaca pos pengamanan Fisipol me­ngalami pecah dan beberapa baleho dirusak. Dan dari kedua belah pihak menelan korban. Dari kubu Fisipol dua korban mengalami bocor di kepala. Salah satunya bahkan muntah-muntah. Sedangkan dari kubu Teknik satu orang bocor kepala dan satunya yang baru diwisuda mengalami pendarahan di kepala dan dilarikan ke RS Aulia. Pada pukul 22.30 WIB malam, Kapolsek Tampan Kompol Rezi Dharmawan dan jajarannya, Rektor UR Prof DrIr Aras Mulyadi MSc,  dekan dari dua fakultas masih berasa di lokasi mencoba untuk menenangkan kedua kubu yang masih bertahan di kampus tersebut. Wakil Dekan III Fisipol Dr Suyanto mengatakan, masing-masing fakultas yang terlibat bentrok sudah saling menahan diri. Di antara mereka berusaha untuk bertahan di kampus  dengan tujuan agar tidak ada gesekan.
 “Saya mengajak para mahasiswa agar saling menahan diri dan tetap di bertahan di kampus agar tidak ada gesekan. Kami tidak ingin ada korban yang berjatuhan dari kejadian ini,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Wakil Dekan III Fakultas Teknik Sipil Dr Adrizal Azis. Dia me­ngatakan sudah menyerukan kepada mahasiswa agar tidak melakukan pergerakan. 

“Ini untuk menghindari terjadinya gesekan,’’ terangnya.
Sementara Wakapolres Pekanbaru AKBP Edy Sumardi Priadinata mengatakan, polisi sudah diturunkan menenangkan masing-masing  pihak yang bertikai.

“Ada sekitar 29 orang yang diturunkan malam ini (malam tadi, red),’’ ujarnya.

Jelang dini hari tadi beredar surat telah terjadi kesepakatan  antar kedua belah pihak yang ditandatangani Wakil Dekan III kedua fakultas. 

Sementara Rektor UR Aras Mulyadi kepada wartawan mengatakan akan meliburkan perkuliahan dua fakultas yang bertikai untuk menenangkan situasi. Sementara pelayanan administrasi tetap berjalan seperti buiasa.(cr1/ted)

 

Sumber : RIAUPOS.CO

BERITA TERKAIT

KOMENTAR ANDA