Luhakkepenuhan.com Pilkada Serentak

Syamsuar Diminta Cari Koalisi

Diposkan Oleh : Luhak Kepenuhan |
Syamsuar Diminta Cari Koalisi
Syamsuar Diminta Cari Koalisi
Syamsuar Diminta Cari Koalisi
 
Sabtu, 28 Oktober 2017 - 10:46 WIB

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Satu per satu partai politik (parpol) mulai mengemukakan jagoannya yang akan bertarung dalam Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) 2018. Setelah beberapa waktu lalu Partai Golkar menunjuk petahana Arsyadjuliandi Rachman sebaga bakal calon (balon), Jumat (27/10), giliran Partai Amanat Nasional (PAN) yang memberikan rekomendasi kepada Syamsuar di kantor DPW PAN Riau. 

Meski begitu, PAN juga belum mengumumkan sekaligus siapa balon wakil gubernurnya. Rekomendasi kepada Syamsuar sore kemarin langsung diserahkan Ketua DPW PAN Riau Irwan Nasir yang disaksikan para pengurus dan kader. 

   Irwan Nasir mengatakan, penyerahan rekomendasi tersebut sekaligus menandakan PAN sudah menentukan siapa balon yang diusung. Untuk itu, terhitung penyerahan rekomendasi tersebut, pihaknya mempersilahkan para balon yang sudah menerima rekomendasi berkomunikasi dengan seluruh kader PAN guna membicarakan strategi pemenangan.

“Menetapkan calon ini bukan hanya kebijakan DPP PAN saja, namun juga berdasarkan hasil koordinasi seluruh DPD PAN yang ada di Riau. Artinya seluruh kader sudah mendukung para tokoh yang telah menerima rekomendasi tersebut, kepada ketua DPD, agar segera mengadakan temu kader dan mengundang Pak Syamsuar untuk diperkenalkan dan didorong untuk dimenangkan,” katanya.

Memang yang dikantongi Syamsuar, kata Irwan Nasir, sifatnya baru rekomendasi. Namun antara rekomendasi dan SK dukungan merupakan satu irisan. 

“Rekomendasi dan SK itu cuma setipis kulit bawang.  Kami memberikan rekomendasi kepada beliau ini dengan pertimbangan yang sangat matang.  Semua DPD se-Riau satu suara menginginkan beliau,” sebut Irwan.

Belum diberikanya SK duku­ngan terhadap Syamsuar, kata dia, karena secara aturan kursi yang dimiliki PAN belum cukup mengusung kandidat tanpa koalisi. Makanya Syamsuar diminta mencari koalisi. Setelah  mendapatkan rekom partai lain  barulah SK tersebut dikeluarkan DPP.  

“Kami optimis Pak Syamsuar akan mendapatkan mitra koalisi,” tegasnya.  

Sementara Syamsuar mengatakan, kepercayaan yang diberikan itu akan dilaksanakan dengan baik. Dia juga mengajak seluruh kader bergandengan tangan sekaligus membantu untuk memperjuangkan visi dan misi, untuk Riau lebih baik lagi.

“Terkait perintah untuk melengkapi koalisi akan segera dilengkapi.  Kami sudah komunikasi dengan beberapa partai politik.  Alhamdulilah tanggapanya baik.  Tunggu saja, nanti pada waktunya akan disampaikan di hadapan publik, “ kata Syamsuar.  

 “Kalau ada nama nama yang dikaitkan dengan saya,  ya silakan tanya ke orangnya.  Saya tidak dalam kapasitas menjawab itu,“ ujar Syamsuar menjawab pertanyaan soal nama Danrem yang disebut-sebut akan mendampinginya. 

Bagi Syamsuar sekali layar terkembang pantang untuk putar haluan. Meski karir politiknya bernaung di bawah pohon beringin,  namun perjalanan politiknya tidak pernah lepas dari partai yang lahirnya dibidani Amien Rais itu.  Dua kali dia memimpin Siak,  PAN selalu berada sampingnya. 

Soal siapa yang akan mendampinginya, Syamsuar tersebut menjawab diplomatis.  Baginya saat ini dia sedang fokus mencari koalisi terlebih dahulu. Ini sesuai dengan apa yang diamanatkan PAN.
 

“Saya dan PAN ini punya sejarah panjang.  Dua kali saya maju di Siak, PAN lah yang setia mendampingi saya.  Bahkan terakhir kemarin saya malah tidak didukung Golkar kan?  Jadi hubungan baik dengan PAN bukan kali ini saja, “ sambungnya.  

Lobi-lobi Politik Mulai Dilakukan
Golkar, PDIP, Demokrat dan PAN peraih suara tebesar dalam Pileg 2014 di Riau. Meski begitu, hanya Golkar yang bisa mengusung calon sendiri tanpa harus berkoalisi karena memiliki 14 kursi di DPRD. Agar bisa mengusung calon sendiri, parpol harus memiliki minimal 13 kursi di DPRD Riau. Golkar secara resmi sudah menunjuk petahana Andi Rachman sebagai balon Gubri. Sedangkan PAN merekomendasikan Bupati Siak Syamsuar.  Sementara itu sebelumnya juga sempat beredar surat rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan untuk HM Harris sebagai balon Gubri dan Yopi Arianto sebagai balon Wagubri. Meskipun hingga saat ini pihak DPP maupun DPD PDIP Riau belum mau membeberkan atau menyalahkan surat rekomendasi yang sudah beredar di media sosial tersebut.

Ketua DPD PDIP Riau, Kordias Pasaribu saat dikonfirmasi terkait perkembangan surat rekomendasi tersebut belum bisa memberikan kepastian. “Kami masih menunggu instruksi DPP. Apakah DPP langsung yang mengumumkan atau diserahkan ke kami. Mudah-mudahan bulan depan balon yang diusung sudah bisa diumumkan,” katanya.

Sedangkan Demokrat, hingga saat ini masih belum mengumumkan rekomendasi atau SK-nya diberikan kepada siapa. Ketua DPD Demokrat Riau terpilih Asri Auzar mengatakan, saat ini pihaknya masih fokus pada persiapan pelantikan pengurus DPD Demokrat Riau periode 2017-2022 yang akan dilakukan pada, Ahad (5/11) mendatang.
 

“Insya Allah setelah pelantikan nanti akan segera kami umumkan,” jelasnya.

Dengan kondisi beberapa partai yang memperolehan suara terbesar sudah menentukan pilihan. perebutan dukungan partai dengan perolehan suara kecil akan semakin menarik. Pasalnya beberapa partai suara besar mau tidak mau harus menggandeng partai suara kecil untuk melengkapi jumlah dukungan. Lobi-lobi politik biasanya akan terjadi dalam perebutan dukungan tersebut.

Selain partai politik, pihak penyelenggara yakni KPU Riau saat ini juga sibuk mempersiapkan segala tahapan pilkada serentak di Riau. 

 “Setelah rekrutmen PPK dan PPS, pada tanggal 22, 23 dan 24 November dilakukan penyerahan dukungan bagi calon perseorangan. Penyerahan dukungan perseorangan tersebut dilakukan lebih awal karena dukungan perseorangan tersebut akan diverifikasi hingga ketingkat kelurahan,” kata Komisioner KPU Riau, Ilham M Yasir.

Sementara Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan mengatakan, saat ini pihaknya masih fokus untuk mengawasi keterlibatan ASN dalam ajang pilkada serentak di Riau. Pasalnya, beberapa bakal calon kepala daerah masih berstatus kepala daerah aktif sepeti gubernur, bupati, wakil bupati maupun wali kota.(sol/dik/ted)

 
Sumber : RIAUPOS.CO

BERITA TERKAIT

KOMENTAR ANDA