Luhakkepenuhan.com Info Gotah, Sawit dan Ikan

Harga TBS Sawit Periode 1 - 7 November 2017

Diposkan Oleh : Luhak Kepenuhan |
Harga TBS Sawit Periode 1 - 7 November 2017
Harga TBS Sawit Periode 1 - 7 November 2017

Harga TBS Sawit Periode 1 - 7 November 2017

 

3 tahun                Rp 1.468,65           

4 tahun                Rp 1.638,32

5 tahun                Rp 1.752,43

6 tahun                Rp 1.805,50

7 tahun                Rp 1.873,96

8 tahun                Rp 1.932,49

9 tahun                Rp 1.995,50

10 tahun              Rp 2.050,31

                                   

Pembelian CPO Meningkat, Harga TBS Naik

PEKANBARU (RP) - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit periode 1-7 November 2017 mengalami kenaikan pada setiap kelompok umur. Dimana jumlah kenaikan terbesar pada kelompok umur 10 - 20 tahun yang mengalami kenaikan sebesar Rp 27,07 per kg atau mencapai 1,34 persen dari harga pekan lalu, sehingga harga TBS periode saat ini menjadi Rp 2.050,31 per Kg.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Riau, Ferry HC mengatakan, kenaikan harga TBS ini disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Di mana untuk faktor internal kenaikan harga TBS disebabkan oleh naiknya harga jual CPO dan kernel dari hampir seluruh perusahaan sumber data.

"Untuk harga jual CPO; PTPN V mengalami kenaikan sebesar Rpl42,03 per Kg, Sinar Mas Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp 83,58 per Kg, hanya Astra Agro Lestari Group yang mengalami penurunan harga sebesar Rp 54,73 per Kg, Asian Agri Group mengala­mi kenaikan harga sebesar Rp 95,47 per Kg, dan PT Citra Riau Sarana mengalami kenaikan harga sebesar Rp 97,00 per Kg dari harga minggu lalu," katanya.

Sedangkan untuk harga jual kernel, lanjut Ferry, Astra Agro Lestari Group mengalami kenaikan sebesar Rp 77,28 per Kg, Asian Agri Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp 182,73 per kg, dan PT. Citra Riau Sarana mengalami ke­naikan harga sebesar Rp 247,00 per Kg dari harga minggu lalu.

Sedangkan faktor eksternal di­pengaruhi oleh adanya kenaikan harga minyak nabati atau kedelai produk kompetitor yang tengah dalam tren positif. Faktor lain adalah meningkatnya jumlah ekspor di Malaysia.

"Selain itu pelemahan ringgit Malaysia terhadap dollar AS juga menjadi katalis yang positif, sebab dengan melemahnya ringgit maka harga CPO pun akan cenderung murah dan diburu oleh pasar, den­gan harga yang murah maka pem­belian CPO pun akan meningkat," jelasnya.(sol)

 

SUMBER : RIAU POS, RABU 01 NOVEMBER 2017

BERITA TERKAIT

KOMENTAR ANDA