Luhakkepenuhan.com Bumi Melayu

Ajang Atlet Potensial Riau

Diposkan Oleh : Luhak Kepenuhan |
Ajang Atlet Potensial Riau
Ajang Atlet Potensial Riau
Tuan Rumah Incar Juara Umum
Ajang Atlet Potensial Riau
 
Jumat, 27 Oktober 2017 - 10:32 WIB

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) - Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Riau IX 2017 akan dibuka secara resmi Sabtu besok (28/10). Para atlet dari 12 

kabupaten/kota di Riau bersaing untuk menjadi yang terbaik di setiap cabang yang diikuti. Baik atlet yang sudah punya nama dan berprestasi atau atlet muda potensial yang menjadikan ajang ini sebagai batu loncatan untuk terbang lebih tinggi lagi. Muaranya menjadi andalan Riau di berbagai iven olahraga nasional seperti kejuaraan nasional atau Pekan Olahraga Nasional (PON).

Porprov IX 2017 di Kampar ini digelar mulai 28 Oktober hingga 7 November nanti. Sebanyak 1.118 medali akan diperebutkan dari dari 20 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan. Terdiri dari 325 emas, 325 perak dan 468 perunggu. Atletik cabor yang menyediakan medali terbanyak, yakni 36 emas, 36 perak dan 38 perunggu.

Ketua Umum KONI Riau Emrizal Pakis mengatakan, Porprov merupakan ajang untuk melihat prestasi atlet Riau. Sehingga KONI juga menurunkan tim pemantau melihat atlet potensial yang kemudian dipersiapkan menghadapi PON XX 2020 di Papua.

“Kami inventarisir nama-nama atlet yang berprestasi. Namun tidak terhenti di situ saja, tetapi juga atlet muda potensial namun belum mendapat medali juga kami catat. Sehingga dalam pembinaan ke depan kami lakukan sistem promosi dan degradasi,” ujarnya.

Emrizal mengatakan, bukan berarti capaian prestasi pada Porprov IX 2017 menjadi catatan akhir untuk persiapan PON 2020. Tetapi prestasi pada iven lainnya juga akan dipantau untuk melihat perkembangan atlet. Kemudian atlet yang masih remaja juga dipersiapkan untuk PON Remaja serta Porwil 2019 mendatang.

Pada Porprov VIII 2014 di Indragiri Hulu (Inhu), Bengkalis keluar sebagai juara umum dengan 47 medali emas, 34 perak dan 50 perunggu. Mereka unggul dari Pekanbaru di urutan kedua yang meraih 45 emas, 46 perak dan 49 perunggu. Tuan rumah Inhu menyusul di urutan ketiga dengan 28 medali emas, 25 perak dan 41 perunggu. Juara umum penyelenggaraan tahun sebelumnya Indragiri Hilir (Inhil) menempati urutan keenam di bawah Siak dan Pelalawan dengan 19 medali emas, 17 perak dan 30 perunggu.

Ketua KONI Bengkalis Syaukani Alkarim menargetkan kontingen Bengkalis kembali mempertahankan gelar juara umum. Untuk itu Bengkalis mengirimkan jumlah atlet terbanyak pada penyelenggaraan Porprov 2017 yang mencapai 388 atlet yang terdiri dari 227 atlet putra dan 161 atlet putri. Jumlah tersebut lebih banyak dari tuan rumah Kampar yang mempersiapkan 386 atlet. “Kami mengikuti semua cabang olahraga yang dipertandingkan pada Porprov IX di Kampar,” ujar Syaukani kepada Riau Pos, akhir pekan lalu.

Terkait cabor yang diunggulkan, Syaukani mengaku ada 10 cabor yang sangat berpeluang menjadi lumbung medali. Terutama atletik, kempo dan panjat tebing. Apalagi panjat tebing berhasil meraih juara umum pada Kejurprov beberapa waktu lalu.

Sementara tuan rumah Kampar juga punya semangat membara untuk menjadi juara umum. Ketua KONI Kampar H Abdul Gafar siap membawa kontingen Kampar mengungguli 11 kabupten/kota lainnya.

“Kami berharap peran serta cabang olahraga benar-benar maksimal. Karena Porprov ini, Kampar menjadi tuan rumah dan target kami Kampar juara,” ujar Gafar.

 Dia menambahkan, cabang olahraga yang dibina Kampar saat ini cukup banyak. Oleh karena itu, dia berharap agar setiap cabang betul-betul memanfaatkan atlet asli Kampar.

Sementara Bupati Kampar Azis Zaenal menegaskan, berhasil atau gagalnya pelaksanaan Porprov IX 2017 adalah tanggung jawab bersama. Kepada delegasi dari kabupaten/kota diajak bersama-sama menyemarakkan dan sukseskan pesta olahraga terbesar se- Riau ini.

“Ingatkan sehingga kami dengan cepat memperbaiki dan tidak mempermalukan Riau. Sebab Porprov ini milik Riau, milik kita semua dan bukan milik Kampar,” tegas Azis yang mengatakan dalam Porprov IX ini Kampar mengusung misi sukses penyelenggaraan, prestasi dan promosi.

Persiapan Sudah Matang
Pemkab Kampar selaku panitia pelaksana sudah merampungkan segala persiapan. Mulai dari 20 venue tempat cabang olahraga (cabor) dipertandingkan. Begitu juga dengan persiapan lainnya. Seperti atlet dan ofisial. Baik itu menyangkut layanan transportasi, akomodasi, konsumsi, kesehatan, keamanan dan leasson officer (LO).
Terkait persiapan layanan ini, Sekretaris Panitia Porprov Heri Susanto menjelaskan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Riau. Kemudian, terkait kesiapan personel pelaksana pertandingan, Heri juga menyebut sudah rampung. Di mana, sudah ditetapkan panitia pelaksana masing-masing cabang. Termasuk semua perangkat pertandingan. Bahkan, katanya, panitia hampir setiap hari melakukan rapat evaluasi persiapan. Para bidang-bidang juga bekerja siang malam demi suksesnya perhelatan olahraga provinsi ini.

 Sementara Bupati Kampar Azis Zaenal yang menjadi ketua panitia mengaku siap memberikan layanan terbaik kepada para tamu. Antara lain layanan protokol dan acara, transportasi, akomodasi, konsumsi, kesehatan, informasi, keamanan, hubungan daerah, serta LO. Untuk layanan protokol, kedatangan kontingen kabupaten/kota mulai Kamis (26/10) kemarin. Kedatangan kontingen disambut di tiga lokasi. Yaitu di Lapangan Pelajar Bangkinang, Taman Kota Bangkinang dan Komplek Kantor Bupati Kampar. Lapangan Pelajar Bangkinang untuk menyambut kontingen dari Pekanbaru, Dumai, Pelalawan, dan Indragiri Hulu (Inhu). Kemudian di Taman Kota Bangkinang untuk menyambut kedatangan dari Rohul, Siak, Rohil dan Inhil. Sedangkan di Komplek Kantor Bupati Kampar untuk menyambut kontingen Bengkalis, Kuansing dan Kepulauan Meranti.

“Kedatangan atlet, pelatih dan ofisial dimulai pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 16.30 WIB,” ujarnya.

Selanjutnya welcome party dilaksanakan Jumat (27/10) di Rumah Dinas Bupati. Sementara pembukaan pada 28 Oktober pukul 20.00 WIB. Kemudian, lanjut Azis, untuk layanan akomodasi, panitia menyediakan beberapa tempat penginapan di Bangkinang Kota dan rumah penduduk. Di Bangkinang Kota, ada 18 cabor yang akan bertanding dan disediakan 375 unit rumah yang menampung 3.039 atlet, pelatih dan ofisial. Di Kecamatan Bangkinang tiga cabor, yaitu bulutangkis, pencak silat, dan penyisihan sepakbola, disediakan 107 unit rumah dan menampung 541 orang atlet, pelatih dan ofisial. Di Kecamatan Salo akan bertanding satu cabor yakni karate. Di sini disediakan 30 unit rumah yang akan menampung 201 atlet, pelatih dan ofisial.

Selanjutnya di Kecamatan Kampar, satu cabor yaitu babak penyisihan sepakbola disediakan 12 rumah yang akan menampung 104 atlet, pelatih dan ofisial. Sedangkan di Kecamatan XIII Koto Kampar satu cabor yaitu dayung dan disediakan 56 unit rumah yang akan menampung 226 atlet, pelatih dan ofisial.
 Berkaitan layanan konsumsi jelas Azis, seluruh kontingen diberikan makan tiga kali sehari, dan snack pagi dan sore sesuai standar gizi yang ditetapkan tim kesehatan. Untuk layanan kesehatan disediakan di setiap venue dengan rumah sakit rujukan diantaranya RSUD Bangkinang dan Puskesmas Bangkinang Kota, Bangkinang, Salo, Kampar serta XIII Koto Kampar.

Berkaitan layanan informasi, panitia membentuk Media Centre di Dinas Informasi Komunikasi dan Persandian di Jalan Ahmad Yani, Bangkinang, Sekretariat KONI Kabupaten Kampar di Jalan Pahlawan Tuanku Tambusai, dan Kantor PWI Kampar di Jalan Ahmad Yani, Bangkinang.

Untuk layanan keamanan ditempatkan di tempat acara, venue pertandingan dan tempat umum lainnya. Melibatkan 300 orang personel dari Polri, TNI dan Satpol PP Kabupaten Kampar. Layanan hubungan daerah disediakan untuk setiap kontingen kabupaten/kota. Layanan LO disediakan bagi kontingen dan ditempatkan di penginapan dan venue pertandingan. LO sebanyak 276 orang dan masing-masing kontingen kabupaten/kota sebanyak 23 orang untuk melayani pimpinan kontingen dan setiap cabor. 

 “LO bertugas mulai dari kedatangan, pelaksanaan pertandingan sampai dengan kepulangan sesuai dengan jadwal pertandingan masing-masing cabor,” ujarnya.

Sementara itu, untuk kontribusi akomodasi dan konsumsi, berdasarkan pokok-pokok penyelenggaraan Porprov Riau IX 2017 Bab XI tentang Kontribusi Akomodasi dan Konsumsi, bahwa biaya 50 persen ditanggung panitia pelaksana dan 50 persen ditanggung oleh masing-masing kontingen kabupaten/kota. Besarnya biaya akomodasi dan konsumsi yaitu Rp245.000. Artinya, yang ditanggung konti­ngen kabupaten/kota adalah senilai Rp122.500.(*4/luk/lim/ted)
 

Sumber : RIAUPOS.CO

BERITA TERKAIT

KOMENTAR ANDA