Luhakkepenuhan.com LKA Luhak Rambah

Harus Masuk Salah Satu Suku Melayu

Diposkan Oleh : Luhak Kepenuhan |
Harus Masuk Salah Satu Suku Melayu
Harus Masuk Salah Satu Suku Melayu

Harus Masuk Salah Satu Suku Melayu

  • Program Desa Babussalam untuk Para Pendatang
  • Diharapkan Bisa Meminimalisir Kriminalitas

PASIRPANGARAIAN, tribun - Demi meminimaiisir terjadinya tindak kriminal di Desa Babussalam, peme­rintah desa setempat mem­pertahankan nilai-nilai adat istiadat yang berlaku.

Kepala Desa Babussalam, Basron, mengungkapkan, untuk meminimaiisir tindak kejahatan, setiap warga yang tinggal di Desa Babussalam harus mengambil salah satu suku Melayu, sebagai orangtuanya di kampung.

Dia mengutip pepatah, "di mana bumi di pijak di situ langit di junjung." Hal itulah yang jadi motivasi pemerin­tahan Desa Babussalam ke­camatan Rambah, kabupaten Rokan Hulu (Rohul), untuk memprogramkan setiap ma­syarakat yang datang dan tinggal di Desa babussalam harus mengambil salah satu suku Melayu yang ada di Rohul.

Diterangkan, program ini juga implementasi dari julukan Kabupaten Rohul sebagai Negeri Suluk Berpusaka nan Hijau, yakni te­tap menjunjung tinggi adat istiadat yang berlaku.

"Apabila program ini terlaksana baik, saya yakin dapat meminimaiisir tindak kriminal, mengingat dengan telah mengambil suku di sa­lah satu suku Melayu, maka orang tersebut sudah jadi ba­gian keluarga suku tersebut," katanya, Minggu (5/11).

Karena itu pula, bila terja­di suatu permasalahan maka akan diselesaikan secara ke­keluargaan dan adat istiadat yang berlaku.

Basron mengaku, dari 2.473 jiwa jumlah penduduk di desanya, sekitar 400 orang merupakan pendatang yang belum mengambil suku.

Untuk itu, pihaknya dalam waktu dekat akan membuat acara prosesi masuk suku Melayu secara bersama-sa­ma, tentunya dengan tidak membebani masyarakat vang ingin masuk suku tersebut.

Sebelumnya, program ini mendapat perhatian dari pihak akademisi dari Fa­kultas Hukum Universitas Riau (UN). Hal ini terlihat saat kunjungan tim Fakultas Hukum ke kantor Desa Ba­bussalam, Jumat (3/11) lalu.

Dekan Fakultas Hukum UN, Dr Firdaus, mengaku tertarik dengan program adat ini. Pihaknya pun siap un­tuk memberikan dukungan sehingga program ini bisa berjalan lancar. Dikatakan, hukum adat lebih efektif di­terapkan di tengah masya­rakat, mengingat adat lebih mengedepankan kekeluar­gaan dan toleransi.

"Program ini menarik, makanya kami datang ke sini untuk riset, bagaimana pelaksanaan program ini," terangnya, (dkp)

 

 

SUMBER : TRIBUN PEKANBARU, SENIN 6 NOVEMBER 2017

BERITA TERKAIT

KOMENTAR ANDA