Luhakkepenuhan.com Adat Limo Luhak

Suparman Ungkap Sisi Gelap Tinggalkan Dunia Malam, Ubah Haluan ke Dunia Politik

Diposkan Oleh : Luhak Kepenuhan |
Suparman Ungkap Sisi Gelap  Tinggalkan Dunia Malam, Ubah Haluan ke Dunia Politik
Suparman Ungkap Sisi Gelap Tinggalkan Dunia Malam, Ubah Haluan ke Dunia Politik

Kilas Balik SUPARMAN

 

  1. Bentuk organisasi mahasiswa bernama Gabungan Aksi Mahasiswa dan Alumni Riau (GAMARI).
  2. Setelah GAMARI bubar, bergabung di LSM. Di LSM ini, Suparman banyak mengenal orang penting di Riau, mulai pejabat, preman, hingga penjual narkoba.
  3. Suparman sempat membacking tempat hiburan malam. Namun demikian, ia tidak pernah mencicipi yang namanya narkoba, minuman keras, dan rokok.
  4. Selanjutnya ia mengubah arah haluan dan berteman dengan para golongan elite.
  5. Suparman sempat menjadi Ketua KNPI Kota Pekanbaru dan Ketua KNPI Provinsi Riau.
  6. Terjun ke politik bergabung dengan Partai Golkar.
  7. Terpilih sebagai anggota DPRD Riau, kemudian Ketua DPRD Riau.
  8. Belum habis masa jabatannya, Suparman mencoba nasib di Pilkada Rohul 2015, dan bisa duduk sebagai Bupati Rohul periode 2016-2021.
  9. Belum lama dilantik, berurusan dengan KPK dan dijebloskan ke penjara.
  10. Akhirnya dinyatakan bebas oleh Pengadilan Negeri Pekanbaru, dan kembali melanjutkan jabatan sebagai Bupati Rohul.
  11. Selama di penjara, Suparman benar-benar bertobat, banyak berdoa, serta mulai rajin salat tengah malam.

 

 

Suparman Ungkap Sisi Gelap

  • Tinggalkan Dunia Malam, Ubah Haluan ke Dunia Politik

PASIRPANGARAIAN,TRIBUN – Sedikit orang mengeta­hui bagaimana sisi gelap kehidupan H. Suparman, SSos, MSi semasa mahasiswa hing­ga berhasil menjadi Bupati Rokan Hulu (Rohul). Namun, ia berhasil meninggalkan kehi­dupan hitam tersebut.

Hal itu diungkapkan Suparman saat menyampa­ikan sambutan pada Temu Ramah Bupati Rohul dengan pengurus ormas, LSM dan OKP di pendopo rumah dinas bupati, Senin (6/11) malam.

Pada acara diprakarsai oleh Badan Kesbangpol Ka­bupaten Rohul, Suparman berkisah bagaimana dia men­gawali karir melalui organi­sasi mahasiswa yang ia ben­tuk bernama Gabungan Aksi Mahasiswa dan Alumni Riau (Gamari), beranggotakan 30 mahasiswa.

Selama menjadi Ketua Gamari, Suparman memi­kirkan cara bagaimana agar anggota Gamari bisa terus kuliah tanpa mengharap­kan kiriman dari orangtua. Dia sangat bersyukur, sebab adik-adiknya yang tergabung di Gamari sudah sukses saat ini. Diantaranya, Kelmi Amri dan Syahril Topan sebagai Ketua DPRD dan anggota DPRD Rohul, Jenewar Efendi yang menjadi Direktur Utama Perusda Rokan Hulu Jaya, dan lainnya.

Namun organisasi maha­siswa ini lambat laun bubar, Suparman memilih berga­bung di sebuah LSM dan besar di lembaga tersebut. Di LSM itu Suparman bany­ak dimusuhi. Namun dari lembaga itulah dia banyak mengenal orang penting, mu­lai pejabat, preman, hingga penjual narkoba. Suparman bahkan sempat membacking tempat hiburan malam. Mes­ki demikian, ia tidak pernah mencicipi narkoba, minuman keras, dan rokok.

Selanjutnya ia mengubah haluan dan berteman dengan para golongan elite. Supar­man sempat menjadi Ketua KNPI Kota Pekanbaru, dan Ketua KNPI Provinsi Riau.

Kemudian, dia terjun ke dunia politik, sesuai bidang ilmunya yakni Ilmu Poli­tik. Suparman bergabung di Partai Golongan Karya dan akhirnya menjadi pengurus termuda. Walaupun para seniornya di DPD I Partai Golkar Riau banyak orang penting, seperti Rusli Zainal, Ramlan Zas, Saleh Djasit, dan lainnya, namun ia tetap per­caya diri dan maju sebagai calon anggota DPRD Riau.

"Nama saya di KPU bera­da di nomor 4 saat itu. Kalau dipikirkan nomor 4 nggak akan bisa jadi anggota DPRD. Namun karena aturan baru, akhirnya saya meraup suara terbanyak hingga menda­patkan kursi di DPRD Riau,” ungkapnya.

Sejak jadi anggota DPRD Riau, Suparman telah me­lupakan dunia hitamnya. Berkat keseriusannya di du­nia politik, akhirnya ia bisa duduk sebagai Ketua DPRD Riau dari Partai Golkar.

Namun, belum habis masa jabatannya, Suparman memilih mengadu nasib di Pilkada Rohul 2015, dan bisa duduk sebagai Bupati Rohul periode 2016-2021 hingga sekarang.

Belum lama dilantik, Suparman harus berurusan dengan Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) dan di­jebloskan ke penjara. Selama di penjara itulah, Suparman benar-benar bertobat, banyak berdoa, serta mulai rajin salat tengah malam, bahkan diri­nya menjadi guru mengaji.

"Dari persidangan, berkat doa selama di balik jeruji besi dan doa masyarakat Rohul, akhirnya saya dinyatakan be­bas oleh Pengadilan Negeri Pekanbaru, kembali menja­bat sebagai Bupati Rohul," jelasnya.

Untuk itu, Suparman mengajak para anggota or­mas, LSM dan OKP di Ka­bupaten Rohul yang masih menjalani dunia hitam se­perti narkoba dan minuman keras agar meninggalkannya dan mulai menyehatkan tu­buh dengan rajin berolahra­ga. Bupati Suparman juga mengajak untuk ikut bersumbangsih dalam memajukan pembangunan di Rohul.

Berkaca dari pengala­mannya, Suparman berharap para pengurus dan anggota ormas, LSM dan OKP bisa menjadi orang hebat di masa depan, (dkp)

 

SUMBER : TRIBUN PEKANBARU, RABU 8 NOVEMBER 2017

BERITA TERKAIT

KOMENTAR ANDA