Luhakkepenuhan.com Info Gotah, Sawit dan Ikan

Harga TBS Sawit Periode 8 – 14 November 2017

Diposkan Oleh : Luhak Kepenuhan |
Harga TBS Sawit Periode 8 – 14 November 2017
Harga TBS Sawit Periode 8 – 14 November 2017

Harga TBS Sawit Periode 8 – 14 November 2017

3 tahun               Rp 1.499,95

4 tahun               Rp 1.673,19

5 tahun               Rp l .789,70

6 tahun               Rp 1.843,96

7 tahun               Rp 1.913,86

8 tahun               Rp 1.973,64

9 tahun               Rp 2.038,02

10 tahun             Rp 2.093,97

                       

Permintaan CPO Meningkat, Harga TBS Naik

PEKANBARU (RP) - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit periode 8-14 November 2017 mengalami kenaikan pada setiap kelompok umur. Di mana jumlah kenaikan terbesar pada kelompok umur 10-20 tahun yang mengalami kenaikan harga sebesar Rp43,66 per Kg atau men­capai 2,13 persen dari harga pekan lalu, sehingga harga TBS periode saat ini menjadi Rp 2.093,97 per Kg.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Riau Ferry HC mengatakan, kenaikan harga TBS ini disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Di mana untuk faktor internal ke­naikan harga TBS disebabkan oleh naiknya harga jual CPO dan kernel yang cukup tinggi dari beberapa perusahaan sumber data.

"Untuk harga jual CPO, PTPN V mengalami kenaikan sebesar Rp 79,50 per Kg, Sinar Mas Group mengalami penurunan harga sebe­sar Rp 43,57 per Kg, Astra Agro Lestari Group yang mengalami kenaikan harga sebesar Rp 131,55 per Kg, Asian Agri Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp 195,40 per Kg, dan PT. Citra Riau Sarana mengalami pe­nurunan harga sebesar Rp l8,00 per Kg dari harga pecan lalu," katanya.

Sedangkan untuk harga jual kernel, lanjut Ferry, Sinar Mas Group mengalami kenaikan sebesar Rp l27,22 per Kg, Astra Agro Lestari Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp 329,09 per Kg dan Asian Agri Group mengalami kenai­kan harga sebesar Rp 272,50 per Kg dari harga pecan lalu.

Sedangkan faktor eksternal di­pengaruhi oleh harga CPO semakin melambung mengikuti harga minyak kedelai sebagai produk kompetitor yang juga tengah dalam tren positif. Sebagai produk subtitusi kenaikan harga minyak kedelai akan menjadi sentimen positif bagi CPO.

"Faktor lain adalah naiknya per­mintaan dari kawasan Uni Eropa semakin mendorong kenaikan harga. Selain itu rilis data ekspor CPO Malaysia yang tumbuh di bulan Oktober diyakini masih mampu menjadi sentimen positif bagi pergerakan komoditas ini kedepan,” jelasnya.(sol)

 

 

SUMBER : RIAU POS, RABU 8 NOVEMBER 2017

BERITA TERKAIT

KOMENTAR ANDA