Luhakkepenuhan.com Ispiratif & Inovatif

Kisah Nenek 77 Tahun Semangat Menghafal Alquran

Diposkan Oleh : Luhak Kepenuhan |
Kisah Nenek 77 Tahun Semangat Menghafal Alquran
Kisah Nenek 77 Tahun Semangat Menghafal Alquran

Kisah Nenek 77 Tahun Semangat Menghafal Alquran

Tiap Hari Naik Ojek Demi Menuntut Ilmu

Umur boleh tua. Tapi semangat belajar tak boleh surut. Apalagi untuk belajar mengaji. Semangat itulah yang terpatri di hati Nenek Rosna Husin. Hampir tiap hari, wanita berusia 77 tahun ini pergi mengaji ke Maqdis Ibadurrahman di Jalan Suka Damai, Duri. Cukup jauh dari rumahnya di gang Seroja, Jalan Aman Pematang Pudu. Tak ada yang bisa mengantarnya tiap hari. Makanya Rosna harus naik ojek.

BERKAT semangat belajarnya itu, Rosna menjadi salah satu bintang di acara wisuda tahfizh lintas usia ke-7 tajaan Maqdis Ibadurrahman di gedung serba guna LAMR Kecamatan Mandau di Simpang Pokok Jengkol, Duri pada Ahad (12/11). Bersana 273 santri lain, hari itu Rosna menjadi wisudawati tahfizh tertua. Dia diwisuda untuk hafalan surah An-Nazi’at. Selain dapat sertifikat, Rosna juga dapat piala. Juga di­beri voucher khusus oleh anggota DPRD Bengkalis, dr H Fidel Fuadi Dt Majo Basa.

"Beliau ini adalah pemberi semangat buat kita semua. Walau sudah tua tetap tekun menghafal Quran. Malu kita. Kita kadang ha­fal di ujung lupa yang di pangkal. Tapi beliau membuktikan bahwa usia bukanlah halangan. Survey pun membuktikan itu,” ujar Fidel. Apresiasi kepada nenek Rosna juga disampaikan Ustadz M Haris Lubis Lc, pembimbing Rosna dkk di Maqdis Ibad. "Beliau santri kami di Maqdis. Setiap hari pergi mengaji. Naik ojek. Semangat beliau luar biasa," puji Haris.

Terkait kebiasaannya pergi mengaji tahfizh, Rosna bertutur singkat. “Ini wisuda kedua. Tahun lalu, saya ikut pula wisuda untuk hafalan surah an-Naba’. Kalau masih bisa, saya akan lanjut dengan hafalan surah Yasin. Dari pada diam saja di rumah lebih baik pergi mengaji. Apalagi kita disuruh menuntut ilmu. Dari ayunan sampai ke liang kubur,” ucap Rosna.

Selain nenek Rosna, sangat banyak bintang lain di acara wisuda itu. Terutama yang masih berusia dini. Antara lain Anindita Balqis Anshari. Usianya baru 3,8 tahun. Baru sebulan gabung di PAUD Maqdis Ibad. Tapi sudah hafal surah An-Naba’. Dia dapat penghargaan khusus sebagai wisudawati tahfizh termuda. Orang tuanya tentu bangga. "Saat membimbingnya di rumah, saya juga ikut belajar menghafal Quran bersamanya,” ucap orang tua lelaki Balqis.

Sementara predikat wisuda ha­falan terbanyakyakni 6 juz diraih Zamira Pratiwi, peserta wisuda favorit digondol Adila, dan predi­kat wisuda terbaik diraih M Khairi Azzam yang mampu menghafal satu surah setiap kali pertemuan.

Perasaan haru dan bangga pun menyatu di acara tersebut. Apalagi menyaksikan anak-anak kecil yang sudah bisa hafal surah-surah Quran.

Termasuk penampilan massal anak-anak melantunkan ayat-ayat surah Al-Muluk di lokasi acara kemarin. Walau hanya 30 ayat tapi surah ini mencapai hampir dua setengah halaman panjangnya.

Meski berpredikat sebagai di­rektur Maqdos Ibad, dr H Teddy Ardan pun ikut pula diwisuda. Juga ada nama dua dokter per­empuan yang terdaftar sebagai wisudawati. Masing-masing dr Marhamah dan dr Lihayati. Sebe­lum ini anggota DPRD Bengkalis, H Abi Bahrun SS, MSi pernah pula ikut wisuda tahfuzh di Maqdis Ibadurrahman. (ksm)

 

 

SUMBER : TRIBUN PEKANBARU, SELASA 14 NOVEMBER 2017

BERITA TERKAIT

KOMENTAR ANDA