Luhakkepenuhan.com Info Gotah, Sawit dan Ikan

Harga TBS Sawit Periode 22 - 28 N0vember 2017 M

Diposkan Oleh : Luhak Kepenuhan |
Harga TBS Sawit Periode 22 - 28 N0vember 2017 M
Harga TBS Sawit Periode 22 - 28 N0vember 2017 M

Harga TBS Sawit Periode 22 - 28 N0vember 2017 M

3 tahun         Rp 1.467,05

4 tahun         Rp 1.871,82

5 tahun         Rp 1.636,43

6 tahun         Rp 1.930,29

7 tahun         Rp 1.750,35

8 tahun         Rp 1.993,29

9 tahun         Rp 1.803,46

10 tahun       Rp 2.047,98

 

Harga TBS Kelapa Sawit Turun

PEKANBARU (RP) - Harga tan­dan buah segar (TBS) periode 22-28 November 2017 mengalami penurunan pada setiap kelompok umur. Di mana jum­lah penurunan terbesar adalah pada kelompok umur 10-20 tahun yang mengalami pe­nurunan harga sebesar Rp 20,60 per Kg dari harga pekan lalu. Sehingga harga TBS periode saat ini menjadi Rp 2.047,88 per Kg.

Kepala Dinas Tanaman Pan­gan, Holtikultura dan Perke­bunan Riau, Ferry HC mengatakan, penurunan disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Untuk faktor internal disebabkan oleh turunnya harga jual CPO dan kernel dari hampir seluruh perusahaan sumber data.

“Untuk harga jual CPO, PTPN V mengalami penurunan sebesar Rp 138,37 per kg, Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 190,91 per kg, Asian Agri Group mengalami penurunan harga sebesar Rp31,86 per Kg, PT Citra Riau Sarana mengalami penurunan

harga sebesar Rp 41,00 per kg dan PT Musim Mas yang mengalami penurunan harga sebesar Rp 92,00 kg dari harga pekan lalu," katanya.

Sedangkan untuk harga jual kernel, demikian Ferry, Sinarmas Group mengalami penurunan sebe­sar Rp 41,79 per kg, sementara Astra Agro Lestari Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp 77,27 per kg, Asian Agri Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 3,28 per kg, dan PT Citra Riau Sarana yang mengalami kenaikan harga sebesar Rp 51,00 per kg dari harga pekan lalu.

"Sedangkan faktor eksternal dipengaruhi oleh penguatan mata uang ringgit Malaysia sehingga menekan harga CPO. CPO turun paling tajam sejak 25 September dan berada di level terendah sejak 12 Oktober. Selain itu juga disebab­kan lemahnya harga minyak kedelai dan prospek kenaikan pajak masuk ke India yang merupakan tujuan ekspor CPO," tutupnya.(sol)

 

SUMBER : RIAU POS, RABU 22 NOVEMBER 2017

BERITA TERKAIT

KOMENTAR ANDA