Luhakkepenuhan.com Hukum & Kriminal

Putusan MA Diterima PN Pekanbaru Suparman dan DjoharDihukum 6 Tahun Penjara

Diposkan Oleh : Luhak Kepenuhan |
Putusan MA Diterima PN Pekanbaru Suparman dan DjoharDihukum 6 Tahun Penjara
Putusan MA Diterima PN Pekanbaru Suparman dan DjoharDihukum 6 Tahun Penjara
Putusan MA Diterima PN Pekanbaru
Suparman dan DjoharDihukum 6 Tahun Penjara
 
Kamis, 23 November 2017 - 10:58 WIB

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Salinan putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) ter­hadap dua terdakwa korupsi, Suparman dan Johar Firdaus akhirnya diterima Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Keduanya sama-sama dijatuhi hukuman enam tahun penjara. Suparman saat ini adalah Bupati Rokan Hulu dan sempat menjabat sebagai Ketua DPRD Riau. Sementara  Johar adalah mantan Ketua DPRD Riau. Kasasi yang diputuskan MA ini terkait dugaan korupsi suap pengesahaan APBD 2014 dan APBD P   Riau 2015.

Kasasi terhadap keduanya diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).  Sebelumnya, informasi terkait kasasi ini sudah terlebih dahulu ditampilkan di website MA. Namun, baru saat ini berkas putusan itu diterima PN Pekanbaru. “Sudah kami terima. Keduanya divonis enam tahun penjara,’’ kata Panitera Muda Tipikor pada PN Pekanbaru Denni Sembiring, Rabu (22/11). 

Dalam putusan MA ini, selain dihukum enam tahun penjara keduanya juga dikenakan kewajiban membayar denda Rp200 juta, subsider enam bulan kurungan. Kemudian hak politik Suparman dan Johar juga dicabut. Terhitung sejak menjalani hukuman dan lima tahun setelah menyelesaikan pidana pokok yang dijatuhkan. 

Hukuman terhadap Suparman lebih tinggi dari tuntutan JPU KPK yang menuntut agar dia dijatuhi hukuman empat tahun dan enam bulan penjara. Sementara terhadap Johar, hukuman ini sama dengan tuntutan JPU.

Keduanya dinyatakan bersalah melanggar Pasal 12 huruf a UU 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah  Undang-Undang 20 tahun 2001 jo, pasal 55 ayat 1 ke 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981, Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009,  Undang-Undang 14 Tahun 1985 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang 5 Tahun 2004, dan perubahan kedua, dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2009

Suparman dan Johar  menjalani vonis pada pengadilan tingkat pertama di Pengadilan Tipikor pada PN Pekanbaru, Kamis, 23 Februari lalu. Majelis hakim yang diketuai Rinaldi Triandiko menjatuhkan vonis berbeda terhadap mereka, Suparman divonis bebas, sementara Johar dihukum lima tahun dan enam bulan penjara. 

Terhadap vonis ini KPK kemudian mengajukan kasasi untuk kebebasan yang diterima Suparman dan banding atas hukuman terhadap Johar. Banding ini ditolak Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru. Majelis hakim yang diketuai Jarasemen Purba malah menurunkan hukuman  terhadap Johar menjadi  empat tahun enam bulan penjara yang membuat KPK langsung mengajukan kasasi. 

Terpisah, Penasehat Hukum Suparman Eva Nora SH saat dikonfirmasi mengaku sudah mendapat informasi PN Pekanbaru menerima putusan terkait PK tersebut.

‘’Ya, informasinya begitu. Tapi sebagai penasehat hukum saya belum menerima  rilis pemberitahuannya dari PN (Pekanbaru,red),’’ ujarnya.

Eva belum mau berkomentar terkait hukuman yang dijatuhkan MA lebih tinggi dari tuntutan JPU. Meski begitu, dari informasi yang dia terima, hakim tidak bulat memutuskan hukuman.

‘’Saya belum bisa komentar banyak, karena tidak tahu apa pertimbangan majelis hakim agung dalam memutuskan enam tahun tersebut. Nanti kalau sudah saya terima putusan lengkapnya yang berisi dasar hukum dan pertimbangan majelis baru bisa komentar.  Informasi yang saya dapat juga ada satu hakim yang disenting opinion, artinya ada yang sependapat dengan putusan PN,’’ ujarnya.

Sementara Suparman yang coba dikonfirmasi terkait salinan putusan MA yang memvonisnya enam tahun penjara, hingga berita ini naik cetak belum berhasil dihubungi.(lim/ted)

 
Sumber : RIAUPOS.CO

BERITA TERKAIT

KOMENTAR ANDA