Luhakkepenuhan.com Hukum & Kriminal

Todongkan Senjata, Dua Napi Kabur

Diposkan Oleh : Luhak Kepenuhan |
Todongkan Senjata, Dua Napi Kabur
Todongkan Senjata, Dua Napi Kabur
Todongkan Senjata, Dua Napi Kabur
 
Kamis, 23 November 2017 - 10:52 WIB

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Dua narapidana (napi) kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA, Pekanbaru, Rabu (22/11) sekitar pukul 16.50 WIB. Napi itu adalah Satriandi, terpidana kasus pembunuhan terhadap seorang warga Jalan Hasanuddin dan   Nugroho, terpidana  kasus pencurian. Kapolresta Kombes Pol Susanto membenarkan kejadian itu.  Dia pun sudah membentuk tim pengejaran dan menjalin komunikasi dengan tim lainnya untuk menangkap kedua napi itu.

“Kami langsung membuat dua tim pencarian terhadap napi yang kabur ini. Tentunya dibantu oleh jajaran Polsek lainnya,” ujar Susanto saat ditemui di Lapas Kelas IIA, Jalan Kapling, Rabu (22/11).

Lebih lanjut Susanto mengatakan, informasi yang berhasil didapatkan pihaknya sebelum kabur Satriadi sempat melakukan perlawanan kepada petugas lapas dengan menodongkan senjata api (senpi).

“Saat sampai di luar sudah ada seseorang yang menunggu. CCTV yang berada di luar juga sudah tidak berfungsi lagi,” tambahnya.

Sementara Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru Yulius Syahruza mengatakan, sekitar pukul 11.00 WIB hingga pukul 11.26 WIB Satriandi mendapat kunjungan dua orang bernama Resti dan Hasbi.

Sekitar pukul 16.40 WIB, Satriandi menodongkan senjata api ke petugas lapas saat berada di depan pintu lapas. Diduga senjata itu bukan milik petugas, namun didapat dari Resti dan Hasbi.

Di depan lapas sudah menunggu mobil minibus warna hitam yang diduga dibawa Resti dan Hasbi untuk digunakan Satriandi dan Nugroho alias Kecuk melarikan diri.

Mantan Anggota Polisi
Sebelum tersandung kasus hukum, Satriadi diketahui anggota polisi yang bertugas di Polres Rokan Hulu. Satriadi juga pernah melompat dari lantai delapan  salah satu hotel berbintang di Jalan Diponegoro, karena terlibat kasus narkoba. 

Saat itu Satriadi sempat dihadirkan di persidangan, namun dia tidak bisa dihukum. Sebab, dia divonis mengalami gangguan jiwa. Atas kasus yang membelitnya itu,  Satriadi akhirnya dipecat dengan tidak hormat.

Setelah resmi berhenti dari polisi, beberapa tahun kemudian, Satriadi diketahui terlibat dalam kasus pembunuhan terhadap korban Jodi Setiawan (21). Korban ditembak hingga tewas menggunakan senpi saat berada di Jalan Hasanuddin.(cr1/lim)

 

Sumber : RIAUPOS.CO

BERITA TERKAIT

KOMENTAR ANDA