Luhakkepenuhan.com Info Gotah, Sawit dan Ikan

Ada yang Jual Bibit Sawit Palsu, Mentan: Penjarakan!

Diposkan Oleh : Luhak Kepenuhan |
Ada yang Jual Bibit Sawit Palsu, Mentan: Penjarakan!
Ada yang Jual Bibit Sawit Palsu, Mentan: Penjarakan!
KASIHAN PADA PETANI
Ada yang Jual Bibit Sawit Palsu, Mentan: Penjarakan!
 
Senin, 27 November 2017 - 00:03 WIB

SERDANGBEDAGAI (RIAUPOS.CO) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sempat mengeluarkan perintah lisan begitu mendengar informasi adanya penjualan bibit kelapa sawit yang palsu oleh pengusaha.

Perintah itu disampaikannya saat meninjau penanaman kelapa sawit di Desa Kota Tengah, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai Sumatera Utara, Minggu (26/11/2017).

Informasi itu datang dari Wakil Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya. "Maaf, Pak. Saya mendapat aduan dari masyarakat yang tanam bibit kelapa sawit palsu. Sudah sebulan tidak tumbuh," kata Darma kepada Amran. 

Mendengar itu, Amran sontak terkejut. Dia lantas memanggil aparat kepolisian untuk menindaklanjuti aduan tersebut. "Mana Kapolres? Penjarakan! Saya akan penjarakan toko yang memberi bibit palsu," ujar Amran sembari mencari aparat kepolisian.

Amran merasa kasihan kepada petani korban penipuan. “Dia kerja susah payah malah dikasih bibit palsu," kata menteri asal Sulawesi Selatan itu. Sayang, tidak ada satu pun petugas kepolisian yang berada di lokasi. Padahal, lokasi tersebut akan dikunjungi Presiden Joko Widodo guna melihat program Peremajaan Sawit Rakyat, Senin (27/11/2017). 

"Tolong carikan nomor teleponnya pak kapolres. Ini masalah harus selesai di sini," kata Amran.  Sejumlah pejabat Kementerian Pertanian (Kementan) lantas mencarikan nomor telepon Kapolres Serdang Bedagai AKBP Eko Suprihanto. Setelah itu, Amran pun berbicara kepada Eko lewat sambungan telepon. 

"Pak Kapolres, ini ada beredar bibit sawit palsu. Itu menyusahkan petani, kasihan. Pak Kapolres temui saya sebentar, saya di lapangan ini," kata Amran. 

Namun, tampaknya Eko tidak bisa menemui Amran. Karena itu Amran meminta Eko mengirim wakil kapolres ataupun kepala unit reserse dan kriminal (reskrim). “Biar selesai di sini," cetusnya. Usai menutup telepon, Amran menegaskan bahwa mafia bibit palsu harus dihentikan. Pasalnya, bibit palsu menguras tenaga dan materi petani, sedangkan hasil panen tidak akan didapatkan. "Bibit palsu penyesalannya itu tujuh tahun ke depan lagi," kata dia.(tan) 

Sumber: JPNN
Editor: Fopin A Sinaga


Sumber : RIAUPOS.CO

BERITA TERKAIT

KOMENTAR ANDA