Serang Petugas, Residivis Jambret Asahan Didor

Diposkan Oleh : Luhak Kepenuhan |
Serang Petugas, Residivis Jambret Asahan Didor
Serang Petugas, Residivis Jambret Asahan Didor

Serang Petugas, Residivis Jambret Asahan Didor

 

KAMIS, 30 NOV 2017 21:22 

JawaPos.com - Spesialis jambret dan residivis kambuhan, Indra Wahyudi, 21, ditembak oleh Unit Jatanras Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Asahan lantaran berupaya menyerang petugas dengan pisau ketika hendak ditangkap.

Pria yang baru saja sebulan menghirup udara segar itu diringkus karena melakukan tindak kejahatan perampokan terhadap seorang gadis bernama Rizkie Widyanongrum, 23, warga Dusun VI, Marjanji aceh, Kecamatan Aek songsongan, Kabupaten Asahan.

Kanit Jatanras Polres Asahan Ipda M Khomaini menjelaskan, pelaku ditangkap bersama dengan rekannya, Sudarman, 21, yang juga warga Sipaku Area, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan. Mereka diamankan petugas sewaktu jalan-jalan sore di Jalnisum, tepatnya di daerah Sipaku, Kecamatan Air Batu, pada Rabu (29/11).

"Kedua pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan karena mencoba menyerang petugas dengan pisau sewaktu mau ditangkap," katanya, Kamis (30/11).

Ipda Khomaini mengatakan, kedua pelaku tersebut melancarkan aksinya pada Minggu (26/11) sekitar pukul 10.00 WIB di Jalinsum Sei Dadap,  Kecamatan Sei Dadap, Kabupaten Asahan. Keduanya beraksi tepat di depan sebuah gereja.

"Disana mereka melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan terhadap korban. Dalam aksinya kedua pelaku mengendarai sepeda motor Satria FU warna biru tanpa plat knalpot merk R9 pelangi," terangnya.

Sewaktu beraksi, kedua pelaku memepet sepeda motor korban dari sebelah kanan dan langsung menarik tas yang dibawanya. Indra Wahyudi alias Yudi, imbuh Khomaini berusaha menakuti korban dengan menodongkan sebuah pisau.

"Akbat perbuatan pelaku, korban menderita kerugian sebesar Rp 6,5 juta. Selain ponsel, tas korban berisikan surat-surat dan uang tunai Rp 400 ribu," imbuh dia.

Kepada kedua pelaku, pihaknya bakal menjeratnya dengan Pasal 365 dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

(bew/JPC)

 

Sumber : JawaPos.com 

BERITA TERKAIT

KOMENTAR ANDA