Luhakkepenuhan.com Bumi Melayu

DIPA Riau Naik Setengah Triliun

Diposkan Oleh : Luhak Kepenuhan |
DIPA Riau Naik Setengah Triliun
DIPA Riau Naik Setengah Triliun
Bengkalis Terbesar, Dumai Terkecil
DIPA Riau Naik Setengah Triliun
 
Kamis, 07 Desember 2017 - 10:09 WIB

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) dalam rekapitulasi alokasi dana transfer ke daerah dan dana desa 2018 Provinsi Riau dan kabupaten/kota se-Riau mengalami kenaikan. Angkanya mencapai setengah triliun. Dari sebelumnya Rp21,382  triliun (2017) menjadi Rp21,918 triliun. Dalam waktu dekat bakal dise­rahkan Gubernur Riau (Gubri) H Arsyadjuliandi Rachman ke bupati/wali kota dan instansi vertikal kementerian/lembaga di Riau.

Kena   ikan itu terungkap setelah Gubri menerima dari Presiden RI Joko Widodo di Istana Bogor bersama seluruh kementerian/lembaga dan Gubernur se-Indonesia, Rabu (6/12),. Kenaikan atas total DIPA Riau 2018, dikatakan Gubri merupakan usaha bersama dalam merebut APBN ke Riau.

“Alhamdulillah, ada peningkatan lebih setengah triliun,” kata Gubri kepada Riau Pos melalui sambungan telepon malam tadi.

Memang, selain bersyukur atas meningkatnya DIPA Riau pada tahun 2018, Gubri berharap dana itu nantinya digunakan untuk pembangunan di seluruh wilayah Riau secara efektif dan efisien. Sesuai arahan presiden saat penyerahan siang kemarin di Istana Bogor. Dijelaskan Gubri, dalam penggunaan anggaran nantinya harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. 

“Harus dimulai dengan perencanaan, penggunaan, dan pelaporan. Itu harus betul-betul dimanfaatkan. Salah satu contoh juga anggaran yang intinya menjadi prioritas. Program inti harus jadi prioritas, jangan pendukung jadi prioritas,” paparnya.
 Berdasarkan data DIPA 2018 yang diterima Riau Pos dari Pemprov Riau. Untuk rincian alokasi dana transfer daerah dari pusat, DAK mengalami peningkatan dari Rp4.188.338.463.000 (2017) menjadi Rp4.344.731.462.000 (2018) atau mengalami peningkatan sebesar 3,73 persen. Kemudian DAU mengalami peningkatan dari Rp8.228.117.816.000 (2017) menjadi Rp8.417.436.573.000 (2018) atau mengalami peningkatan sebesar 2,30 persen.

DBH pajak mengalami peningkatan dari Rp3.898.226.302.000 (2017) meningkat menjadi Rp4.006.591.098.000 (2018) atau mengalami peningkatan sebesar 2,78 persen. Kemudian Dana Insentif Daerah mengalami peningkatan yang sangat signifikan dari Rp22.500.000.000 (2017) mengalami peningkatan sebesar Rp154.000.000.000 atau mengalami peningkatan sebesar 584,44 persen.

Kemudian DBH SDA mengalami sedikit penurunan dari Rp3.775.551.680.000 (2017) menurun menjadi Rp3.741.067.317.000 (2018) atau mengalami penurunan sebesar 0,91 persen. Dana Desa mengalami penurunan dari Rp1.269.305.925.000 menurun menjadi Rp1.254.688.851.000 atau mengalami penurunan sebesar 1,15 persen. Sementara itu, untuk kabupaten/kota, Bengkalis terbesar menerima DIPA. Yakni sebesar Rp2.956.889.765.000 dan Kota Dumai terkecil sebesar Rp817.169.761.000. 

 Sementara Presiden Jokowi meminta kementerian/lembaga (K/L) maupun pemerintah daerah (pemda) lebih berfokus menggunakan anggaran. Bujet untuk kegiatan inti tidak boleh lebih kecil daripada kegiatan pendukung. Presiden menegaskan, penyusunan rencana kerja dan anggaran (RKA) harus benar-benar teliti sejak awal. Mulai persiapan, pelaksanaan, hingga laporan. Jokowi menyatakan, ke­giatan inti terletak pada pelaksanaan. 

’’Tapi, yang terjadi adalah penyusunan RKA malah fokus pada kegiatan pendukung, bukan kegiatan intinya,’’ ujar Jokowi di Istana Bogor.

Dia mencontohkan anggaran pemulangan TKI mencapai Rp 3 miliar. ’’Biaya pemulangannya ini Rp 500 juta. Yang Rp2,5 miliar untuk rapat di dalam, luar, rapat koordinasi, dan perjalanan dinas,’’ ungkap Jokowi.

Sementara itu, Menkeu Sri Mulyani menjelaskan, dalam lima tahun terakhir, rata-rata serapan anggaran mencapai 92 persen. Dia mengakui bahwa perlu ada perbaikan manajemen anggaran, terutama untuk daerah. Apalagi, sejumlah daerah bahkan belum memiliki satuan unit biaya. ’’Jadi, rapat di daerah ternyata lebih mahal,’’ terangnya.(egp/byu/c14/jpg)

daerah lain, Indragiri Hilir Rp1.502.466.453.000, Indragiri Hulu Rp1.216.973.969.000

Kampar Rp1.829.001.338.000.  Kemudian Kuantan Singingi (Kuansing) Rp1.160.713.869.000, Pelalawan Rp1.164.006.772.000, Rokan Hilir Rp1.416.804.633.000, Rokan hulu Rp1.234.971.833.000, Siak Rp1.488.583.903.000, Dumai Rp817.169.761.000, Pekanbaru Rp1.333.973.648.000, Kepulauan meranti Rp896.786.633.000.(egp)

 

Sumber : RIAUPOS.CO

BERITA TERKAIT

KOMENTAR ANDA