Luhakkepenuhan.com Parlementaria

BK Segera Proses Persekusi terhadap UAS

Diposkan Oleh : Luhak Kepenuhan |
BK Segera Proses Persekusi terhadap UAS
BK Segera Proses Persekusi terhadap UAS
 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Desakan agar Arya Wedakarna dijatuhi sanksi semakin kuat. Kali ini dorongan itu datang dari internal Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Senator asal Bali yang diduga menjadi aktor persekusi ter­hadap Ustaz Abdul Somad (UAS) itu dianggap layak mendapat hukuman karena sudah beberapa kali melanggar etik.


Anggota DPD Afnan Hadikusumo mengungkapkan, Arya pernah dilaporkan ke Badan Kehormatan (BK) DPD karena kasus bernuansa suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA). Saat itu BK merekomendasikan agar Arya diberhentikan sebagai anggota DPD. Namun, putusan tersebut belum bisa dieksekusi karena ada tiga anggota BK yang tidak sepakat.

Senator asal Jogjakarta tersebut menyatakan, seharus­nya kasus yang pernah terjadi itu menjadi pelajaran, bukan malah diulangi. ”Peristiwa itu (persekusi, red) merupakan titik puncak dari perilaku yang bersangkutan,” tegas dia. 

BK pun harus mengambil sikap tegas dan menjatuhkan sanksi kepada Arya. Anggota BK DPD Dedi Iskandar Batubara membenarkan bahwa Arya pernah dijatuhi sanksi pemberhentian sementara. Sanksi tersebut berdasar keputusan BK No 3/2017 tertanggal 2 Maret 2017. 

”Tapi, keputusan itu ditunda pelaksanaannya atau belum dieksekusi sampai sekarang,” ucap dia saat dihubungi Jawa Pos (JPG), kemarin.

Terkait dugaan persekusi yang dilaporkan anggota DPR dari Fraksi PKB Lukman Edy, Dedi berjanji BK segera mengambil langkah. Hari ini BK mengadakan rapat pleno membentuk tim kerja untuk merespons pengaduan yang masuk. Tim akan mengumpulkan bukti-bukti, meminta keterangan kepada terlapor, dan menelaah. Tim kerja bakal melaporkan hasil kerjanya dalam rapat pleno untuk diambil keputusan. ”Keputusan BK akan diambil berdasarkan hasil tim kerja. Putusan sanksi sebelumnya juga akan menjadi pertimbangan,” terangnya.(lum/c10/fat/jpg)


Sumber : RIAUPOS.CO

BERITA TERKAIT

KOMENTAR ANDA