Luhakkepenuhan.com Pemuda & Mahasiswa

Tokoh Muda Kepenuhan Pertanyakan Pembangunan Jalan Menuju Kelahiran Syekh Abdul Wahab Rokan Al-Khalidy Naqsabandi

Diposkan Oleh : Luhak Kepenuhan |
Tokoh Muda Kepenuhan Pertanyakan Pembangunan Jalan Menuju Kelahiran Syekh Abdul Wahab Rokan Al-Khalidy Naqsabandi
Tokoh Muda Kepenuhan Pertanyakan Pembangunan Jalan Menuju Kelahiran Syekh Abdul Wahab Rokan Al-Khalidy Naqsabandi

ROKAN HULU, UTUSANRIAU.CO  - Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Provinsi Riau memang sudah menyampaikan komitmennya dalam pengerjaan ruas jalan dengan sistem multiyears (MY) atau tahun jamak penganggaran dengan tujuan mampu mendukung pertumbuhan perekonomian masyarakat.

Berdasarkan Pernyataan  Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang (PUPR) Rohul, Anton ST MM, ke awak media beberapa hari yang lalu ,Disebutkan, empat paket jalan itu dibiayai selama tiga tahun anggaran yakni 2018 sebesar 15 persen, 2019 sebesar 45 persen dan 2020 sebesar 40 persen, termasuk biaya perencanaan dan pengawasan dengan total Rp203 miliar.

Lanjutnya, empat paket jalan itu adalah Simpang Pir-Pendalian sepanjang10 KM senilai Rp50 miliar, Jalan Ujung Gurab-Sungai Mendung-Simpang Sosial-Sempurna Alam 15 Km senilai Rp49,999 miliar, peningkatan jalan Kesra-Kampung Panjang-Muara Jaya sepanjang 10 KM senilai Rp50 miliar dan peningkatan jalan Sindur Mahato sepanjang 12 KM senilai Rp49,999 miliar.

Namun timbul pertanyaan besar dari  Tokoh Muda Luhak Kepenuhan Alfa Syahputra, terhadap pemerintah Daerah kabupaten Rokan Hulu, Kenapa? tempat kelahiran Ulama besar Syekh Abdul Wahab Rokan Al-Khalidy Naqsabandi tidak ada dalam progaram multiyears (MY) Pemkab Rohul.

"Kita bukannya tidak mendukung program dari pemerintah daerah Rokan Hulu, melainkan kita sangat apresiasi dan berterima kasih tapi alangkah baiknya jalan yang dikerjakan itu, jalan desa RBS tempat kelahiran ulama besar syekh Abdul Wahab Rokan yang bertahun - tahun hanya wacana saja, "ungkap Gubernur BEM Fekon UPP "

Alfa menambahkan, " seharusnya jalan Desa RBS kecamatan Kepenuhan itu juga di multiyearskan karena memiliki nilai sejarah, tapi Rokan Hulu Negeri Suluk Berpusaka Nan Hijau, jadi saya menghimbau kepada dinas terkait lebih jeli dan teliti dalam membuat suatu skala prioritas bukan karena lainnya."

 

Sumber : UTUSANRIAU.CO

BERITA TERKAIT

KOMENTAR ANDA