Makin Seru Berburu Restu

Diposkan Oleh : Luhak Kepenuhan |
Makin Seru Berburu Restu
Terima surat restu dari partai pengusung

RIAUPOS.CO - Pembentukan poros baru di Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) 2018 kian menarik. Partai Demokrat, Gerindra, PKB, dan PPP masih menjalin komunikasi terkait koalisi dan pasangan calon yang akan diusung. Tarik-menarik tampaknya makin seru. Karena hingga malam tadi, belum satu pun dari empat partai tersebut yang memastikan telah berkoalisi dan memutuskan bakal calon yang akan diusung.

Menariknya, partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) paling diincar sebagai teman koalisi. Dari informasi yang dirangkum Riau Pos, PKB (6 kursi di DPRD), Gerindra (7 kursi) dan PPP (5 kursi) sama-sama menggaet tiga tokoh partai berlambang bintang mercy untuk diusung sebagai bakal calon gubernur maupun bakal calon wakil gubernur. Adapun Demokrat memiliki 9 kursi di DPRD Riau. Kini, tinggal menunggu restu Majelis Tinggi Partai Demokrat.

Yang terbaru adalah bakal calon yang diusung PKB, Lukman Edy yang semakin gencar memburu restu atau tiket dari PD. Setelah mendapatkan mandat politik dari Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar untuk berpasangan dengan Ketua DPD Demokrat Riau Asri Auzar sebagai bakal calon wakilnya, dia langsung meluncur ke Cikeas, kediaman SBY.

“Ini kami lagi mau menuju Cikeas,” ucap politikus Senayan yang beken disapa LE setelah menerima mandat politik di sela-sela pembukaan Akademi Politik Kebangsaan (Akbangpol) di Graha Gus Dur, Jakarta Pusat, Jumat (5/1).

Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa penyerahan mandat politik PKB untuk rahmatan lilalamin. “ Jadi politik merupakan kasih sayang ke alam semesta. Jadi ekonomi harus baik masyarakat harus sejahtera,” kata Muhaimin.

Saat menerima mandat politik dari Muhaimin, LE didampingi Sekretaris DPD Demokrat Riau Eddy M Yatim. Menurut mantan Menteri Pembangunan Desa Tertinggal (PDT) tersebut, Asri tidak bisa datang karena sakit. Saat akan berangkat menuju kediaman SBY di Cikeas, LE tampak ditemani Fandi Utomo, anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Demokrat. Namun, Fandi enggan berkomentar ketika ditanya soal SK rekomendasi partainya untuk LE-Asri.

Sementara Ketua Bidang Komunikasi Publik DPD Demokrat Riau, Eriyanto Hady mengatakan, pihaknya tidak mengetahui jika ada pertemuan antara Lukman Edy dengan SBY, Jumat sore (5/1). Karena jika sudah membahas persetujuan untuk koalisi, itu bukan lagi menjadi ranah pengurus DPD.

“Bukan kami tidak dilibatkan, tapi tidak ranah kami lagi,” ujarnya.
Hanya saja memang diakui Eriyanto, pada Jumat siang Sekretaris DPD Demokrat Riau Edy M Yatim hadir di acara pengumuman bakal calon kepada daerah yang diusung PKB. Kehadiran itu sebagai bentuk penghargaan karena PKB sudah mau menggandeng kader Demokrat, yakni Asri Auzar.

“Tentu kami menghargai jika partai lain menggandeng kader kami. Sebagai bentuk penghormatan kami hadir dalam acara itu. Tapi apakah DPP Demokrat akan menyepakati pinangan itu? Keputusan tetap ada di DPP,” jelasnya.

Kabar lain yang didapat dari sumber di internal Gerindra menyebutkan, partai pimpinan Prabowo Subianto akan mengusung Achmad sebagai bakal calon gubernur. Mantan Bupati Rokan Hulu itu bakal dipasangkan dengan anggota DPRD Riau dari Gerindra.

Sebelumnya, Ketua DPD Gerindra Riau Nurzahedy atau yang akrab disapa Eddy Tanjung pernah menyampaikan, dia akan mendorong sekretarisnya Hardianto maju di Pilgubri bila Gerindra mendapat posisi sebagai bakal calon wakil gubernur. Saat itu, partainya masih berniat mengusung Firdaus, Wali Kota Pekanbaru yang juga Ketua DPC Demokrat Pekanbaru. Edy Tanjung ketika dihubungi malam tadi belum merespons saat akan dikonfirmasi ulang apakah nama Hardianto juga yang disodorkannya untuk mendampingi Achmad. Pesan singkat pun belum dibalas.

Sementara Achmad, mantan Bupati Rohul dua periode itu ketika dihubungi Riau Pos malam tadi melalui telepon selulernya, terkait adanya informasi bahwa Gerindra akan mengusungnya, belum berani memastikan. Karena menurutnya semua masih berproses. ’’Insya Allah, mudah-mudahan (dapat, red),’’ ungkapnya.

Demikian juga dengan Partai Demokrat, Achmad mengatakan ungkapan yang sama. Menurutnya sampai malam tadi masih berproses. ’’Tunggu sajalah ya,’’ ujarnya mengakhiri.

Firdaus Dapat Dukungan PPP
Sementara itu H Firdaus menegaskan, hingga Jumat (5/1) tengah malam satu perahu sudah memastikan mengusung dirinya maju pada Pilgubri 2018. Ini dibuktikan dari sudah diterimanya SK dari DPP PPP dengan nomor SK: 308/SK/DPP/W/I/2018, tentang persetujuan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur. Dalam surat itu Firdaus dipasangkan dengan H Rusli Effendi. “Alhamdulillah, untuk SK DPP PPP sudah kami dapati tadi (kemarin, red). Diserahkan langsung Ketua Umum PPP,”  kata Firdaus.

Saat ditanya bagaimana dukungan Demokrat yang sangat di nanti-nanti? Apalagi ada dua kader Demokrat lainnya yang juga mengharapkan hal itu, Firdaus menegaskan, dia masih menunggu kepastian. Pasalnya, ketika SK Demokrat sudah didapat maka tiket untuk berlayar sudah dalam genggaman.

Kata Firdaus, Demokrat itu ibarat gadis cantik, seorang putri raja yang ada tiga pria tampan untuk mendapatkannya. Maka, siapa yang siaplah yang bisa membawanya ke pelaminan.

“Insya Allah, besok (hari ini, red) baru kami dapat kejelasannya. Siapa yang mendapatkannya, tunggu saja,” tegasnya.

Jadi Kader PAN
Sebagai kader Golkar, Syamsuar tak diusung partai berlambang beringin itu di Pilgubri 2018. Bupati Siak itu diusung koalisi tiga partai yakni NasDem, PKS, dan PAN. Setelah resmi diusung PAN, Syamsuar yang sebelumnya Ketua DPD II Golkar Siak itu mengundurkan diri dari Golkar. Secara resmi pula Syamsuar saat ini menjadi kader PAN. Ini setelah dilakukan pemasangan jaket serta kartu anggota PAN di Kantor DPW PAN Riau di Pekanbaru, Jumat (5/1).

“Tentunya ini merupakan penghargaan besar diberikan PAN kepada saya untuk bersama-sama berjuang demi kemajuan daerah dan masyarakat Riau,” ujar Syamsuar.

Dengan keputusannya menerima kartu tanda anggota PAN, Syamsuar menyerahkan keputusan kepada DPP Golkar terkait posisinya sebagai kader sekaligus Ketua DPD II Golkar Siak. Selain itu, Syamsuar juga mengajak seluruh kader PAN untuk sama-sama bekerja untuk satu tujuan membangun Riau lebih baik. Karena dia yakin dengan dukungan semua dan bekerja sama lebih keras, akan bisa sukses untuk menjadikan terbilang, cemerlang dan gemilang.

“Tujuan saya ikut maju dalam Pilgubri ini yakni bisa memperbaiki Riau. Terutama pelayanan publik dan pelayanan dasar lainnya untuk masyarakat agar lebih baik. Mari kita sama-sama bekerja keras untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat yang ingin ada perubahan di Riau,” ajaknya.

Sementara itu anggota DPR RI asal Riau yang juga kader PAN Jon Erizal meminta seluruh kader PAN agar solid dalam menyusun strategi pemenangan duet Syamsuar-Edy Nasution. Karena dia melihat Syamsuar-Edy mampu melakukan itu lebih baik ke depannya.

“Kader harus bersatu. Dengan kondisi politik seperti saat ini, kita jangan sampai mematikan lampu orang. Namun kita hanya cukup membesar lampu sendiri,” sebutnya.

Terkait kegiatan deklarasi, menurut Jon Erizal akan hadir langsung Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais. Sementara itu, lokasi awal yang rencananya dilaksanakan di Lapangan Badar Seni Raja Ali Haji (Purna MTQ) dipindah ke Lapangan Bukit Senapelan, Pekanbaru pada Ahad (7/1) pukul 14.00 WIB.

“Pak Amien Rais menyampaikan konfirmasinya hadir saat deklarasi Syamsuar-Edy. Doakan beliau sehat dan dapat hadir bersama kita,” ujar Jon Erizal.

Sekretaris DPW PAN Riau T Zulmizan mengatakan, keputusan untuk memindahkan lokasi deklarasi tersebut karena Pemprov Riau tidak memberikan izin penggunaan Purna MTQ untuk aktivitas politik. Pasalnya, lokasinya masih satu ruang lingkup dengan Kantor Dinas Pariwisata Riau.

“Daripada berpolemik, kami putuskan lokasinya yang pasti di Lapangan Bukit Senapelan. Saat deklarasi nanti juga dihadiri Koalisi Riau Bersatu gabungan partai PAN, PKS dan NasDem, serta simpatisan. Juga akan ada hiburan nantinya artis dari ibu kota. Yakni Sunu. Sedangkan pendaftaran ke KPU Riau rencana akan dilakukan Senin pukul 14.00 WIB,” sebutnya.
 
SK Calon Golkar
Sementara itu, Partai Golkar kemarin juga menyerahkan SK kepada ratusan pasangan calon (paslon) pilkada serentak. Di antara 171 daerah yang menggelar pilkada, ada 12 daerah yang rekomendasinya ditunda. Dua di antaranya, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dan Kalimantan Timur (Kaltim).

Penyerahan SK dilakukan langsung oleh Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Seluruh paslon atau perwakilan daerah menerima langsung penyerahan SK dari Airlangga. Beberapa calon gubernur dan calon wakil gubernur hadir untuk menerima secara langsung SK tersebut. Termasuk Arsyadjuliandi Rachman untuk Riau, Khofifah Indar Parawansa untuk Pilgub Jawa Timur, Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi untuk Jawa Barat, Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah untuk Sumatera Utara, dan cagub Dody Reza Alex Noerdin untuk Pilgub Sumatera Selatan.

Airlangga dalam sambutannya mengatakan, pilkada serentak menjadi ajang unjuk demokrasi. Di berbagai daerah, setiap partai memiliki koalisi yang beragam. Airlangga berharap agar demokrasi tersebut bisa ditunjukkan dalam pelaksanaan pilkada.

’’Saya menginginkan pilkada menjadi kompetisi yang sehat. Ada pertarungan politik yang diwarnai persahabatan,’’ kata Airlangga itu.

Sementara itu Wakil Ketua DPD I Golkar Riau, Masnur yang ikut hadir dalam penyerahan SK dukungan Golkar untuk para calon kepala daerah di Jakartamengatakan, SK untuk bapaslon Arsyadjuliandi Rachman-Suyatno langsung diterima sang calon petahana.

“Penyerahan SK secara bersama-sama untuk seluruh daerah yang melaksanakan pilkada serentak. Kalau untuk Riau langsung diterima oleh Pak Andi Rachman,” sebutnya.

Deklarasi AYO Ditunda
Di bagian lain deklarasi bakal pasangan calon (bapaslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman-Suyatno (AYO) yang rencananya akan dilaksanakan Ahad (7/1) besok batal dilaksanakan. Pasalnya, pada acara deklarasi tersebut, Ketua Umum DPP Golkar Airlangga Hartarto ingin hadir namun sudah ada agenda di daerah lain sehingga sehingga deklarasi AYO terpaksa ditunda.

Hal tersebut langsung disampaikan oleh Wakil Ketua DPD I Golkar Riau Masnur usai bertemu Airlangga Hartarto, Jumat malam (5/1). Dikatakan Masnur, pelaksanaan deklarasi akan kembali dijadwalkan dalam kurun waktu dekat ini.

“Jadi Ketum DPP Golkar ingin sekali hadir bertemu dengan kader dan masyarakat Riau dalam acara deklarasi tersebut. Namun hari itu, ketum sudah terjadwal hadir di Medan. Karena itu, acara deklarasi di Riau harus ditunda sampai menunggu jadwal Ketum bisa hadir ke Riau,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, meskipun acara deklarasi ditunda, namun pelaksanaan pendaftaran AYO ke KPU Riau pada Senin (8/1) mendatang tetap akan dilakukan. Sehingga bisa saja kegiatan deklarasi akan dilaksanakan setelah pendaftaran ke KPU.

“Pendaftaran tetap akan kami lakukan pada Senin mendatang, jadi mungkin deklarasi akan dilakukan satu atau dua hari setelah pendaftaran. Hal itu juga akan disesuaikan dengan waktu para pimpinan partai pengusung lainnya,” jelas Masnur.
 
Sumber : Riaupos.com

BERITA TERKAIT

KOMENTAR ANDA