Luhakkepenuhan.com Ispiratif & Inovatif

Manfaat Membangun Audiens Sebelum Menciptakan Produk

Diposkan Oleh : Luhak Kepenuhan |
Manfaat Membangun Audiens Sebelum Menciptakan Produk
Manfaat Membangun Audiens Sebelum Menciptakan Produk

 

15/01/2018 21:00

Ketika kamu menciptakan sebuah produk, umumnya yang kamu lakukan adalah:

  • Melakukan riset pasar 
  • Merancang produk yang sesuai dengan target pasar tersebut 
  • Mengumpulkan penggemar atau massa setelah produk meluncur ke pasaran. 

 

Sebetulnya ada pendekatan lain yang memiliki urutan terbalik. Kamu tetap melakukan riset pasar, tapi setelah itu kamu tidak langsung membuat produk. Kamu justru mengumpulkan massa dulu, baru membuat produk ketika basis massamu sudah terbentuk.

Apa kelebihan praktik ini, dan bagaimana pelaksanaannya?

Memaksimalkan kekuatan content marketing

Membangun massa sebelum membuat produk artinya kamu melakukan proses marketing sebelum ada barang yang dijual. Kalau belum ada barang, apa yang kamu tawarkan? Jawabannya sudah jelas: konten.

Proses content marketing yang kamu lakukan sekaligus merupakan sarana riset pengguna.

Dalam pendekatan yang disebut “audience first” ini, pertama-tama kamu harus fokus menciptakan konten yang menarik dalam satu bidang tertentu. Katakanlah kamu berminat terhadap dunia olahraga dan ingin menjual produk peralatan olahraga. Langkah pertamamu adalah membuat tulisan, foto, atau video tentang olahraga.

Buat konten yang unik dan dapat menarik banyak peminat. Setelah kamu berhasil membangun audiens, kamu dapat melakukan riset lebih lanjut tentang produk atau layanan apa yang sebenarnya mereka inginkan. Proses content marketing yang kamu lakukan sekaligus merupakan sarana riset pengguna.

Kuncinya adalah konsistensi dan komunikasi

Meski belum punya produk, para audiens adalah calon konsumenmu. Jadi jangan sampai mereka kehilangan minat. Buatlah jadwal berisi konten apa yang akan kamu terbitkan, dan kapan menerbitkannya. Bila kamu hanya membuat konten sesekali, audiens akan bosan dan tidak berminat padamu lagi.

Tujuanmu menyediakan konten adalah untuk mengetahui produk apa yang akan diminati oleh audiens. Artinya komunikasi harus berjalan secara dua arah. Kamu harus sering berkomunikasi, agar dapat mengetahui seperti apa sifat, minat, dan kegiatan mereka.

Manfaatkan berbagai tool analitik untuk mengetahui demografis audiensmu. Kemudian, pantaulah konten apa saja yang populer dan tidak populer. Lakukan kurasi agar konten sesuai dengan minat audiens. Selain membantumu memahami pasar, proses ini juga akan menghasilkan calon-calon konsumen yang loyal pada brand milikmu.

Email adalah salah satu cara yang cukup efektif untuk “mengikat” audiens lebih erat lagi. Buat konten yang mendorong orang-orang agar mau melakukan registrasi, misalnya dengan menawarkan info eksklusif atau voucer diskon. Kelak ketika sudah memiliki produk, kamu akan memiliki awal yang baik untuk email marketing.

Risiko gagal lebih rendah

Kalau kamu sudah memiliki konten dan audiens, langkah berikutnya adalah memperbesar massa audiens tersebut. Ini bisa kamu lakukan dengan mempromosikan konten milikmu lewat jalur-jalur media sosial, baik secara organik ataupun berbayar. Kolaborasi dengan situs dan kreator konten lain juga akan membuat namamu lebih dikenal.

Setelah basis massa yang kamu dapat cukup besar dan loyal, barulah kamu bisa bertanya pada mereka, produk dan layanan seperti apa yang mereka minati. Nantinya, ketika kamu meluncurkan produk, risiko gagalmu akan lebih kecil. Sebab produk itu sudah jelas diminati pasar, dan kamu sudah punya massa yang setia.

Proses meminta masukan dari audiens boleh juga kamu lakukan lebih dari sekali. Misalkan dengan cara mengunggah foto protipe produk yang sedang kamu buat. Dari situ kamu dapat mengubah desain, memperbaiki fitur, atau membuang hal-hal yang tak perlu.

Perhatikan komentar-komentar yang dikirim penggemarmu. Bila banyak orang memintamu membuat produk tertentu, kamu bisa menawarkan produk itu dengan sistem pre-order. Keterbatasan jumlah akan mendorong audiens untuk membeli lebih cepat, sementara pemasukan yang kamu dapat bisa menjadi modal untuk membuat produk lain.

Pendekatan “audience first” dan pengembangan produk sambil meminta feedback konsumen adalah praktik yang sering terjadi di dunia crowdfunding. Tetapi manfaatnya juga berlaku untuk praktik bisnis di luar crowdfunding. Ada atau tidak ada produk, massa yang loyal tetaplah aset yang berharga bagi pemilik brand.

Setelah meluncurkan produk pun, jangan kendor dalam memproduksi konten. Produk dan konten akan saling mendukung untuk memperbesar audiens, dan pada akhirnya akan mendorong lebih banyak penjualan. Selamat mencoba strategi ini dalam bisnismu, dan semoga sukses!

Sumber: Google Primer

BERITA TERKAIT

KOMENTAR ANDA