Serukan Haramnya Money Politic

Diposkan Oleh : Luhak Kepenuhan |
Serukan Haramnya Money Politic
Serukan Haramnya Money Politic
Serukan Haramnya Money Politic
Senin, 12 Februari 2018 - 11:50 WIB 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Tausiah Ustaz Abdul Somad LC MA di Masjid Raya An-Nur Pekanbaru, Ahad malam (11/2) berjalan semarak. Ribuan jamaah begitu antusias. Mereka memenuhi halaman masjid yang jadi salah satu ikon Provinsi Riau tersebut. 
Tablig akbar ini dalam rangka sosialisasi pilkada damai dan bersih. Sebagaimana diketahui, tahun ini di Bumi Lancang Kuning bakal digelar Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) pada 27 Juni nanti.
Kegiatan ini ditaja Bawaslu bekerja sama dengan KPU dan Polda Riau. ‎Kegiatan yang mengusung tema “Kita Wujudkan Pilkada Damai, Guna Memperkokoh Pilar Kehidupan Berbangsa yang Kuat dan Demokratis” ini juga dihadiri Kapolda Riau Irjen Pol Drs Nandang, Ketua KPU RI Arief Budiman, Wakil Gubernur Riau Wan Tamrin Hasyim, Ketua Bawaslu RI Abhan SH. Forkopimda Riau, Kabid Humas Polda Riau Guntur Aryo Tejo, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto, Ketua KPU Riau Nurhamin dan Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan. 
Selain itu juga hadir bakal pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Riau. Yakni Arsyadjuliandi Rahman, Lukman Edy, Syamsuar-Edy Nasution serta tim sukses dari paslon yang akan bertarung dalam pesta demokrasi di Bumi Lancang Kuning. Pantauan sebelum Salat Isya, para jamaah sudah memenuhi halaman masjid. 

Ruas-ruas jalan di sekitar masjid terbesar di Kota Bertuah itu sudah dipenuhi berbagai kendaraan. Selain itu juga terlihat ratusan personel kepolisian, TNI berjaga mengamankan kegiatan itu. 

Usai Salat Isya, para jamaah melantunkan salawat. Kemudian disusul dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh qori dan dilanjutkan tausiah UAS.  

Dalam sambutannya Ketua Bawaslu RI Abhan SH menyampaikan apresiasi penyelenggaraan tablig akbar ini. Dia berharap, pesta demokrasi Pilgubri ‎berjalan damai dan berintegritas. 

“Bagaimana Pilkada 2018 berjalan damai dan berintegritas, kepala daerah yang terpilih dapat membawa kesejahteraan dan kemajuan di Riau,” ujar Abhan.

‎Dalam pelaksaan pilkada dikatakannya, setidaknya ada tiga komponen. Pertama, penyelenggara. Yakni KPU, Bawaslu dan peserta merupakan para bakal paslon yang telah menyatakan maju. 

“Kami harapkan penyelenggara dapat mengawasi jalannya pilkada. Kepada peserta diminta taat dan patuh terhadap aturan dalam pilkada,” papar Abhan.

Kepada masyarakat yang memiliki hak suara, Abhan meminta, agar menjadi pemilih yang cerdas dalam menentukan pemimpin untuk lima tahun ke depan. 

“Jangan memilih karena money‎ politic, tapi lihatlah visi misi dan track record-nya. Jika memilih berdasarkan money politic maka akan tergadai masa depan lima tahun mendatang. Karena money politic merusak demokrasi. Dalam undang-undang pemberi maupun penerima akan menerima sanksinya, “ imbuhnya.

Ketua KPU RI Arief Budiman menyampaikan, masyarakat yang memiliki hak suara untuk datang ke tempat pemilihan suara (TPS) pada 27 Juni mendatang tanpa ada keterpaksaan.‎ 

“Saya senang ribuan masyarakat hadir malam ini tanpa dibayar. Saya harapkan semangat seperti ini terjadi pada 27 Juni nanti,” ungkap Arief Budiman.

Kapolda Riau Irjen Pol Nandang mengatakan pesta demokrasi di Riau sepenuhnya menjadi milik masyarakat. Diharapkan berjalan dengan damai tanpa adanya perbedaan yang berpotensi memicu perpecahan. 

“Saya minta cuma satu, suasana damai malam ini terus berlanjut dan tidak berubah hingga akhir pelaksanaan pilkada dan seterusnya,” ujar Nandang .

‎Sementara itu dalam tausiahnya UAS me­ngatakan, para calon gubernur dan wakil gubernur yang hadir ini adalah putra terbaik Riau. Ia juga menyerukan dalam  pelaksanaan pilkada nantinya, masyarakat dan para calon tidak terlibat money politic. 

“Hukumnya menerima pemberian baik uang ataupun sembako calon salah satu gubernur dan wakil gubernur adalah haram,” ungkap UAS.

Karena menurut Islam, apa yang diberikan para calon dan dikonsumsi oleh perut anak dan keluarga. Otomatis makanan yang menjadi darah tersebut, akan membuat yang memakannya menjadi kotor.(rir)

 
Sumber : RIAUPOS.CO

BERITA TERKAIT

KOMENTAR ANDA