Kampanye Dimulai Besok Dapat Nomor Urut Sesuai Jargon

Diposkan Oleh : Luhak Kepenuhan |
Kampanye Dimulai Besok Dapat Nomor Urut Sesuai Jargon
Kampanye Dimulai Besok Dapat Nomor Urut Sesuai Jargon
 
Rabu, 14 Februari 2018 - 11:41 WIB

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Tahapan demi tahapan sudah dilalui pada Pilkada serentak di Riau tahun ini. Yakni Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) dan Pemilihan Bupati (Pilbup) Indragiri Hilir (Inhil). Selasa (13/2), KPU Riau dan KPU Inhil telah me­netapkan nomor urut bagi pasangan calon. 

Semua paslon (empat paslon Pilgubri) dan (tiga paslon Pilbup Inhil) puas dengan nomor urut yang mereka raih. Mereka juga memaknainya dengan berbagai macam filosofi sesuai dengan jargon mereka. Tapi yang penting dari itu semua, mereka siap bertarung untuk menjadi pemimpin pemerintahan untuk lima tahun ke depan. Berbagai “jualan” untuk menggaet pemilih pun sudah mereka siapkan.

Di Hotel Aryaduta Pekanbaru proses pencabutan nomor urut kontestan Pilgubri berjalan mulus, kemarin. Masing-masing dari empat pasangan calon merasa puas dengan nomor yang diperoleh. Petahana Gubri H Arsyadjuliandi Rahman dan wakilnya H Suyatno yang diusung Partai Golkar, PDI Perjuangan, Hanura dan PKPI mendapatkan nomor urut 4. 

Sementara Syamsuar-Edy Nasution yang diusung NasDem, PAN dan PKS mendapatkan nomor urut 1. Firdaus-Rusli Effendi diusung Partai Demokrat dan PPP mendapatkan nomor urut 3. Dan Lukman Edy-Hardianto yang diusung PKB dan Gerindra mendapatkan nomor urut 2. 

Arsyadjuliandi Rachman menyebut nomor urut empat sudah sesuai harapan. Empat melambangkan pembangunan pariwisata berbasis budaya yang berpedoman pada empat kitab sungai besar di Riau. Empat juga melambangkan ada empat partai yang mengusung mereka.

‘’Kami memang mengimpikan nomor urut empat. Kami mengembangkan pariwisata berbasis budaya berpedoman pada 4 aliran sungai besar di Riau, Sungai Kampar, Rokan, Siak dan Indragiri,’’ kata Arsyadjuliandi Rachman. 

Lebih lanjut dipaparkannya, angka empat merupakan angka yang penuh, paling besar dari angka lainnya yang diundi. Istimewanya angka empat bagi paslon yang membawa jargon Ayo Lanjutkan ini adalah, mereka diusung empat partai. Yakni Partai Golkar, PDI Perjuangan, Hanura dan PKPI. 

‘’Empat partai pengusung, empat itu angka maksimal, juga kami bisa memakai A diganti 4, jadi 4yo, sesuai dengan pendukungnya. 4yo Lanjutkan, 4yo lebih baik,’’ katanya. 

Sementara calon gubernur Riau, Syamsuar semakin mantap bertarung dan memenangkan Pilgubri 2018. Apalagi saat ia berhasil mencabut dan mendapatkan nomor urut 1 yang disebutnya nomor juara.

“Saya bersama Pak Edy Nasution berusaha sekuat tenaga dalam pertarungan ini,” kata Syamsuar.

Syamsuar yang mengenakan pakaian Teluk Belanga warna putih ini dengan penuh semangat menjawab pertanyaan awak media. Apalagi tentang programnya dalam membangun Riau lebih baik sesuai dengan tagline-nya.

“Pokoknye, sayo tuh cuma duo, Jalinet Cepat, dan Riau Emas,” kata Syamsuar mantap.

Bupati Kabupaten Siak dua periode ini menjelaskan, Jalinet adalah Jalan (Infrastruktur), Air, Listrik, dan Internet, lebih cepat untuk Riau dengan Ekonomi Maju Aman Sejahtera. Jadi, Jalinet merupakan solusi unik tetapi menarik. Syamsuar-Edy Nasution menawarkan solusi benar-benar dekat di masyarakat. Jalan-jalan bagus sampai ke desa-desa, air bersih hak semua masyarakat, dan internet gratis untuk semua orang. Jadi, sebut dia, kita kon-kretkan saja kerja itu dulu, fokus ke masalah utama masyarakat. 

Sementara itu begitu mengetahui nomor 3, cagubri yang diusung Partai Demokrat, PPP dan PBB, Firdaus terlihat semringah. Dia langsung mengangkat tangannya atas dengan memberikan simbol tiga jari. Firdaus yang didampingi Rusli Effendi mengatakan, nomor urut 3 ini memang sangat diharapkannya.  

“Sebelumnya kami memang sudah niatkan dan berdoa kepada Allah SWT supaya dapat nomor tiga, dan akhirnya Allah berikan,” kata Firdaus.

Firdaus berharap dapat nomor 3 karena nomor itu sudah menjadi branding dalam membangun Pekanbaru dengan semangat trilogi (simbol, jari kelingking, jari manis dan jari tengah naik, sementara jari telunjuk dan ibu jari dilipat). 

“Kami juga akan melakukan tiga pendekatan, sesuai dengan visi misi yang diusung, Riau Madani, Berkemajuan, Berkeadilan,” ujar Firdaus.

 Nomor urut 2 bagi pasangan Lukman Edy (LE) dan Hardianto memiliki arti khusus. Sebelum­nya, pasangan yang mendekla­rasikan diri sebagai cagub dan cawagub zaman now itu sering menggunakan simbol jari membentuk huruf L yang dibentuk jari jempol dan telunjuk. Hardianto mengaku sangat kaget mendapat nomor 2. Ia menjelaskan angka 2 memiliki filosofi tersendiri bagi dirinya..

“Jika kita lihat huruf L pada jari telunjuk dan jempol, seperti yang kami peragakan itu tidak sembarang. Ke atas hablumminallah dan ke samping hablumminannas,” jelas Hardianto.

Maksud dari filosofi itu, lanjut dia, merupakan perjuangan yang ditentukan oleh Sang Pencipta untuk menjemput keinginan masyarakat Riau. Karena menurutnya, tidak ada sesuatu kekuatan yang mampu mengubah hal apapun selain Sang Pencipta.

Di sisi lain Ketua KPU Riau Nurhamin mengaku bersyukur atas terselenggaranya pencabutan nomor urut. Namun kegiatan yang telah terselenggara dengan sukses itu menyisakan sejumlah pertanyaan. Di mana sebelum nomor urut ditentukan, paslon seperti sudah mengetahui nomor urut berapa yang akan diperoleh. 

Seperti Lukman Edy-Hardianto yang membawa spanduk nomor urut 2 serta Firdaus-Rusli membawa spanduk dengan nomor urut 3. Tudingan miring sempat terucap dari bangku pendukung, namun Nurhamin membantah. Ia menjelaskan, mekanisme yang dibuat pihaknya telah ditata sedemikian rupa. Bahkan dirinya mengaku sangat heran, kenapa paslon bisa menebak nomor urut berapa yang akan didapat.

“Saya kira tadi Bu Sri yang divisi teknis sudah memberikan sesuatu yang begitu fair. Untuk menentukan itu (nomer urut, red). Situasinya sudah sangat terbuka untuk umum. Kok aneh hal-hal itu bisa terjadi. Saya sangat membantah jika semuanya setingan,”tegas Nurhamin.

Soal tahapan selanjutnya, Nurhamin mengatakan pada Kamis (15/2) besok  sudah masuk masa kampanye. Sebelumnya, KPU berencana menggelar rapat bersama LO paslon untuk menjelaskan mekanisme kampanye yang akan digelar selama kurang lebih 5 bulan ke depan. 

“Tanggal 15 sudah masuk masa kampanye dialogis. Kampanye debat publik sebanyak dua kali,” ujar Nurhamin.

 Pilbup Inhil
KPU Indragiri Hilir (Inhil) menggelar pencabutan nomor urut pasangan calon Pilkada Inhil, Selasa (13/3). Kedatangan masing-masing pasangan calon diiringi dan disambut para simpatisan maupun pendukung yang sudah menunggu di Gedung Daerah Engku Kelana, Tembilahan. Pasangan H Rosman Molomo-Musmulyadi datang lebih awal menggunakan kendaraan pribadi.

 Sedangkan pasangan kedua HM Ramli-Ali Azhar datang dengan berjalan kaki. Pasangan terakhir, HM Wardan-Syamsuddin Uti datang menggunakan becak ontel. Ketiga pasangan itu langsung masuk dan duduk di tempat yang sudah disedikan panitia. 

Rapat pleno terbuka yang dipimpin Ketua KPU Inhil H Suhaidi memberikan kesempatan kepada pasangan H Rosman Malomo-Musmulyadi mengambil nomor antrean pencabutan nomor urut. Baru dilanjutkan dengan pasa­ngan HM Ramli-Ali Azhar dan pasangan HM Wardan-Syamsuddin Uti. Dalam pengambilan nomor urut ini, KPU memberikan kesempatan kepada masing-masing calon wakil bupati.

Dalam pencabutan nomor urut, Rosman Malomo-Musmulyadi mendapat nomor urut 1. Sedangkan HM Ramli-Ali Azhar mendapat nomor urut 2. Sementara HM Wardan-Syamsuddin Uti mendapatkan nomor urut 3. Ketiga pasangan calon tidak mempermasalahkan nomor berapa yang mereka dapat. Bagi mereka pada prinsipnya semua nomor angka yang baik. 

“Nomor 1, 2 dan tiga sama saja. Tinggal bagaimana kita bisa memaksimalkan dukungan masyarakat,” kata petahana HM Wardan.

Hal senada diungkapkan Rosman Malomo. Dia menganggap nomor-nomor tersebut biasa. Apalagi dia pasangan yang terakhir mencabut nomor urut dan mendapatkan nomor urut 1.

“Semua ini sudah ditentukan, termasuk siapa bupatinya. Hanya saja kita harus melewati jalan ini untuk menuju ke sana,” ujar Rosman.  

Sama pula halnya dengan HM Ramli. Dia berharap masyarakat Inhil dapat memberikan kepercayaan untuk memimpin Inhil 5 tahun ke depan. 

“Mudah-mudahan semua berjalan baik. Masyarakat mau memilih pasangan kami,” harapnya.
 
Rudiyanto Pjs Bupati Inhil 
Jelang hari terakhir dirinya menjadi Gubernur Riau, sebelum memasuki cuti kampanye, Arsyadjulinadi Rachman akan beraktivitas menjalankan berbagai kewajiban hingga pukul 24.00 WIB, Rabu (14/2). 

Di antaranya, dia akan melantik Bupati Rokan Hulu (Rohul) dan Penjabat sementara (Pjs) Bupati Inhil, Rudiyanto. 

Kadisdik Riau itu bakal memimpin kabupaten tersebut kurang lima bulan ke depan. Selama HM Wardan cuti, Rudi (sapaan akrabnya) komit menjalankan program yang sudah berjalan.

“Insya Allah siap. Yang jelas kami menjalankan program yang telah disiapkan Pak Bupati, agar pembangunan tidak stagnan,” ujar Rudi.

Jabatan Pjs bupati jelasnya tentu juga sudah pernah diemban beberapa pejabat Tinggi Pratama (PTP) atau eselon II Pemprov Riau lainnya. Untuk jabatan Pj Bupati Inhil pun, diakui Rudi Ia nanti akan mengemban amanah dan menjalankan tugas kurang lima bulan ke depan, sampai 23 Juni 2018.

 “Sebagai ASN tentu harus melaksanakan tugas dengan baik.  Sukses pelaksanaan Pilkada serentak dan menjaga kondusifitas daerah juga jadi tugas yang harus saya kedepankan nanti. Mohon dukungannya,” paparnya..(ali/aal/nda/gus/ind/ted)

 
Sumber : RIAUPOS.CO

BERITA TERKAIT

KOMENTAR ANDA