Karakter Pemimpin Ideal

Diposkan Oleh : Luhak Kepenuhan |
Karakter Pemimpin Ideal
Karakter Pemimpin Ideal

 

Senin 19 March 2018 08:35 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Abdul Syukur

Muhammad bin Amru bin Ash, putra Amru bin Ash, pernah mencambuk seorang warga Mesir seraya berkata, “Terimalah ini, saya adalah anak keturunan orang-orang mulia.” Amru bin Ash selaku gubernur Mesir terpaksa memenjarakan warga Mesir yang dipukul anaknya agar tidak melapor kepada Amirul Mukminin Umar.

Namun, orang itu melarikan diri dari penjara dan pergi ke Madinah untuk menemui Umar. Setelah bertemu Umar, orang itu disuruh menunggu oleh Umar sampai Amru bin Ash dan anaknya yang didatangkan dari Mesir tiba di Madinah.

Sesampainya di Madinah, Amru dan anaknya langsung dihadapkan ke sidang pengadilan tindak pidana setelah keduanya masuk ruang sidang. Umar memerintahkan orang Mesir yang menjadi korban kekerasan itu untuk mengambil cambuk, “Ambil cambuk dan cambuklah anak keturunan orang mulia itu!”

Orang Mesir itu pun mencambuk Muhammad bin Amru sampai kelelahan, tetapi Umar tetap menyuruhnya, “Cambuklah anak keturunan orang mulia itu!” Setelah selesai memukul Muhammad bin Amru, orang Mesir itu mendekati Umar hendak mengembalikan cambuk, tetapi Umar berkata kepadanya, “Lingkarkan cambuk itu di atas kepala Amru yang botak, karena kedudukannyalah anaknya berani memukul Anda!” Saat itu Amru berkata, “Amirul Mukminin, sudah Anda penuhi dan sudah Anda balas sepuas-puasnya.”

Orang Mesir itu kemudian berkata, “Amirul Mukminin! Orang yang memukul saya sudah saya pukul.” Amru berkata dengan lirih, “Sungguh, jika Anda pukul dia, saya tidak akan menghalanginya sebelum Anda sendiri yang meninggalkannya.”

Umar lantas menoleh kepada Amru dan berkata, “Amru! Sejak kapan Anda memperbudak orang lain, padahal ibunya melahirkannya sebagai orang merdeka?”

Ketegasan dan keberanian seperti yang dimiliki Umar ini pantas menjadi pelajaran dari kisah ini, bahwa masing-masing warga negara tidak boleh dianiaya oleh siapa pun, termasuk oleh pemimpinnya sendiri. Dan merupakan hak mereka untuk mendapatkan keadilan yang sama di hadapan hukum.

Pelajaran lainnya adalah bahwa pemimpin tertinggi suatu pemerintahan harus berani bertanggung jawab terhadap semua tindak tanduk anak buahnya, bahkan harus tegas dan berani menghukum mereka ketika mereka melakukan pelanggaran hukum.

Seorang pemimpin akan menjadi tegas bila memiliki beberapa syarat. Di antaranya, pertama, melaksanakan tugasnya dengan baik dan benar sehingga tidak akan ada celah bagi kawan maupun lawan untuk menentang perintah dan keputusannya.

Kedua, tidak takut kecuali kepada Allah SWT. Orang yang hanya takut kepada Allah tidak akan takut kepada siapa pun, baik kepada anak buahnya, rakyatnya, bahkan instansi lain yang bisa menanggalkan jabatannya.

Ketiga, seorang pemimpin bisa tegas jika ia tidak takut kehilangan jabatannya. Pemimpin seperti ini bisa memutuskan perkara sesuai dengan standar kebenaran dan bisikan hati nuraninya, bukan berdasarkan kepentingan orang-orang dekatnya. Bukan pula berdasarkan intrik-intrik politik para elite yang ada di belakangnya.

Dalam momen mendekati pilkada seperti sekarang ini, kita perlu selektif mencari figur pemimpin yang benar-benar ideal, tegas, dan bertanggung jawab sebagaimana dicontohkan Umar bin Khattab.

 

Sumber : REPUBLIKA.CO.ID

TIDAK ADA BERITA.
Tidak ditemukan Artikel Setelahnya.

BERITA TERKAIT

KOMENTAR ANDA