Luhakkepenuhan.com Adat Limo Luhak

10 Cagar Budaya Tak Bergerak Rohul, ‘Beralih’ Ke Provinsi

Diposkan Oleh : Luhak Kepenuhan |
10 Cagar Budaya Tak Bergerak Rohul, ‘Beralih’ Ke Provinsi
10 Cagar Budaya Tak Bergerak Rohul, ‘Beralih’ Ke Provinsi

Maret 31, 2018 02:05

PoskoNews,com -.Dinas Pariwisata dan kebudayaan (Disparbud) Rokan Hulu (Rohul), Riau mengadakan acara Forum Group Discussion (FGD) Cagar Budaya Rohul, Kamis (29/3/2018).‎

FGD sehari di aula Kantor Disparbud Rohul itu dihadiri Kabid Sejarah, Cagar Budaya dan Permuseuman Dinas Kebudayaan Riau, Darliana Helpi Zein, Tim Ahli Cagar Budaya Riau Dr. Yohannes Firzal dan Irham Temas IAI, Balai Pelestarian Cagar Budaya Batu Sangkar Fauzan Amril M.Hum, Tim Ahli Ukur Rahmatdillah ST dan Syalam Haryadi ST, Ahli Sejarah Junaidi Syam S.Ss alias Jon Kobet.

Dalam FGD itu ditetapkan bahwa 10 dari 36 cagar budaya tidak bergerak yang ada di Rohul masuk di peringkat cagar budaya Riau, sehingga seluruh biaya pemeliharaan akan ditanggung melalui APBD Riau.

Ke 10 cagar budaya itu yakni,  Situs Makam Tengku Jonan di Desa Lubuk Bendahara, Kecamatan Rokan IV Koto.‎ Situs Makam Sutan Laut Api di Kecamatan Rambah Samo,

Selanjutnya, Situs Makam Kahar (Raja Tambusai), Situs Makam Raja-raja Rambah di Desa Rambah Kecamatan Rambah Hilir, Situs Makam Raja-raja Rokan di Kelurahan Rokan, Kecamatan Rokan IV Koto, Benteng Tujuh Lapis Tuanku Tambusai di Kelurahan Tambusai Tengah Kecamatan Tambusai.‎

Kemudian, Controleur Belanda yang saat ini menjadi rumah dinas Sekretaris Daerah Rohul di Pasirpangaraian, Bangunan Istana Rokan dan Rumah Hulu Balang, Bangunan Kantor Controleur Belanda yang saat ini dijadikan Kantor KPU Rohul, dan Bangunan Sekolah Belanda yang saat ini menjadi Gedung SD Negeri 001 Rambah.‎

Selain 36 cagar budaya tidak bergerak, ternyata Kabupaten Rohul juga punya sekira 350 buah cagar budaya bergerak yang tersebar di seluruh kecamatan ada di Rohul dan belum terdata keseluruhannya.

Kondisi cagar budaya di Rohul itu tersebar di lima Luhak, Tanah Berlebih Ujung Batu, Kewalian Tandun dan Kabun (bekas kerjaan Siak) yang merupakan bekas jajahan kolonial Belanda yang memiliki banyak peninggalan bersejarah.‎

Cagar budaya yang ada itu telah banyak hilang dan tidak terawat dengan baik, sehingga perlu langkah  konkrit baik pemugaran, pelestarian, revitalisasi dan sebagainya terhadap cagar budaya yang ada.‎

Kabid Sejarah, Cagar Budaya dan Permuseuman Dinas Kebudayaan Riau Darliana Helpi Zein‎, mewakili Kadis Kebudayaan Riau, mengapresiasi langkah dilakukan Kepala Disparbud Rohul karena sudah menggelar FGD menghadirkan seluruh instansi terkait dan narasumber berkompeten.‎

“Soal cagar budaya, harus ada keseriusan dari Pemkab Rohul, baik Disparbud dan dinas terkait lain, seperti Bappeda dan Bagian Hukum.,” tegas Darliana.

Darliana mengimbau Disparbud Rohul membentuk tim registrasi dan tim ahli cagar budaya‎ untuk penyelamatan cagar budaya.

Apalagi sudah dilakukan penyerahan Surat Keputusan (SK) Cagar Budaya tingkat provinsi di Kabupaten Rohul yang sudah ditetapkan melalui kajian‎ tim ahli cagar budaya Provinsi Riau.‎

Menurut Darliana,sesuai Undang-Undang Nomor 32, ada wewenang kabupaten/ kota, provinsi dan nasional‎. Bila sudah ditetapkan di peringkat provinsi, maka hal itu menjadi wewenang Pemprov untuk pemeliharaan.‎

‎Sementara Kepala Disparbud Rohul Drs Yusmar menyebutkan untuk pengembangan pariwisata, dari awal dinasnya sudah komitmen bahwa untuk mengembangkan harus mengacu budaya lokal di Rohul.‎

“Dengan mengacu budaya lokal, sehingga pariwisata bisa berkembang dan bertahan sepanjang masa, karena didasarkan jati diri dan kepribadian daerah,” jelasnya.‎

Disebutkan Yusmar, masih perlu suatu pendapat dari ahli cagar budaya, apalagi di Rohul sudah terdata 15 cagar budaya yang tidak bergerak dan 10 di antaranya sudah didaftarkan ke provinsi Riau.

Sedangkan 350 cagar budaya yang bergerak‎ juga didata, seperti gong, keris, pedang dan lain-lain.‎

“Kalau tidak kita lestarikan, dia akan dimakan usia atau zaman, maka nilai-nilai yang ada di dalam benda tersebut yang kita yakini ada itu akan hilang,” jelas Yusmar.‎ (Yth)

 

Sumber : PoskoNews,com 

BERITA TERKAIT

KOMENTAR ANDA