Luhakkepenuhan.com Bumi Melayu

DAK Belum Juga Dicairkan

Diposkan Oleh : Luhak Kepenuhan |
DAK Belum Juga Dicairkan
DAK Belum Juga Dicairkan

DAK Belum Juga Dicairkan

  1. Anggaran DAK Fisik untuk semua daerah di Provinsi Riau sebesar Rp 1,1 triliun 2018 atau 1,84 persen dari Anggaran Nasional
  2. DAK Fisik tersebut dibagi dalam tiga  pengelompokan

 

  • DAK Fisik Reguler           Rp 529,4 miliar
  • DAK Fisik Afirmasi          Rp 79,3 miliar
  • DAK Fisik Penugasan       Rp 541,8 miliar

 

Alokasi DAK untuk Riau Terancam Hangus

  • Hingga Akhir Maret Belum Ada yang Ajukan Pencairan

PEKANBARU, TRIBUN- Hingga triwu­lan I tahun 2018, ternyata Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Riau yang jumlah­nya sebesar Rpl,l triliun belum juga di­pakai. Belum ada pemerintah daerah yang mengajukan pencairan atau penyaluran DAK fisik ke Kantor Wilayah Direktorat Jen­deral Perbendaharaan Negara Provinsi Riau.

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Per­bendaharaan Negara Provinsi Riau Tri Budhianto, Kamis (12/4) mengaku prihatin dengan kondisi ini. Padahal pemerintah pusat su­dah memberikan kemudahan agar DAK bisa segera digunakan begitu dananya tersedia di rekening perbendaharaan.

Tujuannya agar pembangunan fisik di daerah yang digerakkan lewat DAK pusat ini pada awal tahun bisa merangsang pergerakan ekonomi guna mengimbangi belum cairnya APBD setempat.

Tri menjelaskan peme­rintah pusat sudah merubah mekanisme penyaluran DAK Fisik untuk setiap wilayah Provinsi Riau dari semula empat tahap kini menjadi tiga tahap, dengan tujuan memaksimalkan pelaksaan di daerah.

Namun sayangnya hing­ga sekarang belum juga ada satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pun yang me- respon dan melakukan per­mintaan penyaluran dana tersebut.

"Untuk DAK fisik ini sudah bisa dicairkan sejak Februari dengan melengkapi persyaratan yang ada, namun daerah di Provinsi Riau tidak melakukan pencairan pada pe­riode triwulan I sedang waktu sudah lewat," ujarnya.

Padahal, sambung dia, pemerintah pusat memberi­kan batas maksimal waktu pengajuan pencairan DAK hingga Juli 2018. Artinya, kalau kini sudah memasuki April, maka sisa waktu hanya tinggal tiga bulan lagi untuk merealisasikannya.

"Perlu kami sampaikan kalau sampai dengan Juli pemerintah daerah tidak bisa memenuhi persyaratannya, maka alokasi DAK akan han­gus secara keseluruhan," tegasnya.

Ia menambahkan adapun rata-rata penyebab lambat­nya realisasi DAK ini dikare­nakan seringnya gonta-ganti Pejabat Pengguna Anggaran sehingga Surat Keputusan yang ada tahun lalu harus dirubah, ini memakan waktu untuk proses.

Data Kantor Wilyah Di­rektorat Jenderal Perben­daharaan Negara anggaran DAK Fisik untuk semua daerah di Provinsi Riau tercatat sebesar Rp 1,1 triliun 2018, atau 1,84 persen dari Angga­ran Nasional yang mencapai Rp 62,4 triliun.

DAK Fisik tersebut diba­gi dalam tiga pengelompo­kan, yakni DAK Fisik Regu­ler membantu pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM) dalam pelayanan pub­lik dan untuk mendukung ke­giatan perekonomian daerah yang totalnya Rp 529,4 miliar.

Lalu DAK Fisik Afirma­si untuk mempercepat pe­nyediaan infrastruktur dan sarana/prasarana di daerah tertinggal, perbatasan, kepulauan dan transmigrasi sebesar Rp79,3 miliar.

Terakhir DAK Fisik Pe­nugasan yang diperuntuk­kan sebagai usaha pencapa­ian sasaran prioritas nasional dalam Rencana Kerja Peme­rintah berjumlah Rp541,8 miliar, (ant)

 

SUMBER : TRIBUN PEKANBARU, JUMAT 13 APRIL 2018

BERITA TERKAIT

KOMENTAR ANDA