Luhakkepenuhan.com Olahraga & Kesehatan

Anda Kecanduan Kafein? Ini Tips Mengatasinya

Diposkan Oleh : Luhak Kepenuhan |
Anda Kecanduan Kafein? Ini Tips Mengatasinya
Anda Kecanduan Kafein? Ini Tips Mengatasinya

02 Mei 2018, 13:47 WIB

Klikdokter.com, Jakarta Kecanduan kafein terjadi bila seseorang terlalu banyak minum minuman dengan kandungan tersebut, semisal teh dan kopi. Mengutip penjelasan dr. Sara Elise Wijono, MRes, dari KlikDokter, kafein adalah stimulan yang kuat dan biasa digunakan untuk menyokong energi tubuh.

Meski demikian, kafein memiliki beberapa efek samping seperti gelisah, cemas, dan insomnia. Sebagai gambaran, berikut ini adalah kandungan kafein dalam setiap jenis kopi:

Kopi hitam 8 oz. (237 mL)

 95-200 mg
 Kopi decaf 8 oz. (237 mL)  2-12 mg
 Teh 8 oz. (237 mL)  14-70 mg
 Espreso 1 oz. (30 mL)  47-75 mg
 Espreso, decaf 1 oz. (30 mL)  0-15 mg
 Instan 8 oz. (237 mL)   27-173 mg
 Instan, decaf 8 oz. (237 mL)  2-12 mg
 Latte atau mocca 8 oz. (237 mL)  63-175 mg

Selain kopi dan teh, minuman lain seperti soda juga mengandung 54 mg kafein dan sekaleng minuman berenergi punya setidaknya 80 mg kafein. Dalam takaran yang pas, sebetulnya minuman mengandung kafein aman bagi tubuh.

“Mengonsumsi kafein sebanyak 200-300 mg per hari atau setara dengan 2-4 gelas kopi/hari, merupakan batas aman yang dapat ditoleransi oleh orang dewasa yang sehat secara fisik,” ujar dr. Sara.

Namun, apa jadinya jika seseorang meminum minuman mengandung kafein secara berlebih? Dalam taraf di atas 500 mg per hari, efek kelebihan kafein adalah insomnia, gelisah, perasaan khawatir, gangguan lambung, denyut nadi lebih cepat, dan tremor.

Tips mengatasi kecanduan kafein

Jika Anda menyadari bahwa Anda telah kecanduan kafein namun sulit menanganinya, dilansir dari berbagai sumber, ada sejumlah tips yang dapat Anda lakukan. Simak di bawah ini:

1. Teh herbal

Teh hijau atau teh herbal lainnya yang bebas kafein bisa menjadi solusi untuk mengatasi kecanduan kafein Anda. Teh beraroma jeruk dan mint misalnya, dipercaya mampu mengatasi kecanduan kafein.

2. Air klorofil

Meski rasa dari air klorofil tidak senikmat kopi atau teh kesukaan Anda, tapi sekali sehari minum air klorofil juga dapat menggantikan peran kafein dalam tubuh.

3. Tidur berkualitas

Membiasakan diri untuk tidur cukup dan tepat waktu akan mengurangi pikiran dan kecanduan terhadap kafein. Saat tubuh mendapatkan tidur yang cukup, tubuh tak akan kelelahan, selalu fit, dan pada akhirnya tidak membutuhkan kafein yang terlalu banyak.

4. Makanan mengandung potasium dan magnesium

Kafein akan mengurangi kadar potasium dan magnesium dalam tubuh, yang akan mengakibatkan tubuh gemetar dan menimbulkan rasa gelisah. Jadi, mengonsumsi makanan yang mengandung potasium dan magnesium, seperti pisang dan sayuran hijau juga bisa membantu.

5. Konsumsi kafein secara cerdas

Atur asupan kafein lewat minuman favorit Anda sehari-hari, misalnya satu cangkir kopi pada  pagi hari, kemudian cangkir kedua diminum pada sore hari. Dengan mengonsumsi secara berselang-seling, takaran kafein per hari dapat dibatasi.

Minum minuman mengandung kafein dapat bermanfaat dalam takaran yang pas, tapi juga bisa merugikan bila dikonsumsi berlebih. Setiap orang memiliki kondisi tubuh yang berbeda dalam merespons asupan kafein.

“Beberapa orang lebih sensitif terhadap kafein. Bahkan, jika hanya minum 1-2 gelas kopi atau teh, bisa saja seseorang merasakan efek yang tidak diinginkan seperti gelisah hingga gangguan tidur,” ujar dr. Sara.

Lebih lanjut, dr. Sara menjelaskan bahwa orang yang jarang mengonsumsi kafein cenderung lebih sensitif terhadap efek negatif yang mungkin ditimbulkan. Faktor lainnya yang memengaruhi hal ini adalah berat badan, usia, obat-obatan yang dikonsumsi, dan lain-lain.

Nah, jika Anda merasa sudah kecanduan kafein, atasi kondisi tersebut dengan beberapa tips di atas. Bila Anda mengalami efek samping seperti cemas, jantung berdebar, dan gangguan tidur yang tak kunjung membaik, segera kunjungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.

 

Sumber : Klikdokter.com

TIDAK ADA BERITA.
Tidak ditemukan Artikel Setelahnya.

BERITA TERKAIT

KOMENTAR ANDA