Home Sambutan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Rokan Hulu

Sambutan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Rokan Hulu

200

SAMBUTAN

KEPALA KANTOR PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN ROKAN HULU

 

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Puji dan syukur kepada Tuhan, rasanya sebuah karya nyata telah dapat terselesaikan dalam tahun ini. dimana sebuah potensi budaya di Kabupaten Rokan Hulu, khususnya di Kecamatan Kepenuhan, dapat dituangkan dalam bentuk lembaran-lembaran dalam sebuah buku yang bisa dibaca dan dipelajari oleh masyarakat isi yang terkandung dalamnya. Selama ini untuk menggali atau mempelajari kebudayaan suatu daerah sangat sulit sekali kita mencari literatur-literatur atau sumber bacaan karena belum banyaknya nilai-nilai budaya di daerah kita ini yang dituangkan dalam bentuk buku bacaan. Khusus Kabupaten Rokan Hulu, buku sejarah adat masing-masing luhak inilah yang perdana yang dituangkan dalam bentuk buku, mudah-mudahan usaha ini dapat memotivasi kita untuk lebih giat lagi untuk menggali potensi daerah kita, khususnya budaya dalam usaha melestarikan nilai adat dan budaya dalam kehidupan bermasyarakat.

Luhak Kepenuhan seperti yang diceritakan dalam buku ini banyak sekali memiliki aset-aset budaya yang bisa kita manfaatkan sebagai aset budaya dan pariwisata daerah. Dahulu­nya seperti luhak-luhak lain yang ada di Kabupaten Rokan Hulu ini, Kepenuhan juga berbentuk kerajaan yang bernama Kerajaan Kepenuhan, berpusat di daerah Nogori, Tanjung Padang, Kota Tengah. Tentunya sebagai sebuah kerajaan maka akan memiliki peninggalan-peninggalan yang dapat kita lestarikan sebagai aset pariwisata. Selain itu, Kepenuhan juga memiliki aset pariwisata religius yang terdapat di daerah Rantau Binuang Sakti, aset wisata ini adalah tempat kelahiran tokoh Tarekat Naqsabandiah yang terkenal dengan nama Syeikh Abdul Wahab Rokan. Beliau dilahirkan di Kepenuhan namun lebih terkenal di Langkat, Sumatera Utara. Cukup disayangkan rasanya tokoh daerah kita yang terkenal ini malahan lebih dikenal di daerah lain. Untuk itu kita perlu kembali menggali potensi daerah-daerah yang ada di lima luhak yang ada di kabupaten ini untuk kita jadikan sebagai aset daerah dan menjadi objek pariwisata.

Buku yang berjudul Sejarah dan Adat Istiadat Masyarakat Kepenuhan ini merupakan langkah awal bagi kita untuk kembali mengangkat nilai adat dan budaya yang ada zaman dahulu telah diterapkan oleh nenek moyang kita dikala mereka berinteraksi antara satu dengan yang lainnya dalam kehidupan sehari-hari Dalam penelitian buku ini tercatat betapa bijaknya para leluhur kita terdahulu dalam membuat aturan guna mengatur tatanan hidup mereka sehari-hari. Tidak ada kusut yang tidak teruraikan, tak ada keruh yang tak terjernihkan, inilah pepatah adat orang tua terdahulu dalam membuat tata aturan. Semua mereka secara bersama sangat menjunjung tinggi norma yang telah mereka sepakati sebagai role of life, sehingga secara damai mereka dapat menjalankan kehidupan sehari-hari. Dengan tersusunnya lembaran-lembaran ini menjadi sebuah buku maka kiranya kita perlu lagi membaca buku ini untuk kita mengenal bagaimana bagusnya dahulu tatanan adat yang mengatur kehidupan nenek moyang kita.

Keberadaan norma-norma adat sebagai payung negeri sangatlah dibutuhkan walaupun dengan perkembangan zamar yang terus berubah, hal ini menuntut datuk sebagai Pucuk pimpinan tertinggi dalam sukunya masing-masing dan mamak sebagai pelaksana untuk membimbing anak kemenakan hendak lah terus mendalami akan permahaman adat sehingga didapatkar suatu tatanan yang dapat dipedomani oleh anak kemenakan.

Harapan saya sebagai Kepala Kantor Pariwisata dan Kebu dayaan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu kiranya mengajal seluruh anak kemenakan (generasi muda) di setiap luhak yang ada di Kabupaten Rokan Hulu ini untuk giat mencari dar menemukan kembali mutiara-mutiara yang selama ini terkubur di dasar samudera untuk kita timbulkan menjadi aset daerah dan bangsa sehingga kita mampu mengangkat derajat daerah, khususnya Kabupaten Rokan Hulu menjadi kabupaten terbaik se Provinsi Riau, terutama di sektor pariwisata.

Kita menyadari bahwa kesempurnaan hanya milik Tuhan yang Maha Kuasa, sedangkan kita sebagai manusia mempunyai banyak kealpaan dan kesalahan. Untuk itu kesempurnaan buku ini mungkin sangat jauh dari harapan kita semua, namun yang perlu kita ingat ini adalah langkah pertama kita untuk menemukan jati diri sebagai orang yang beradat dan menjunjung tinggi adat bersandikan syarak, syarak bersandikan kitabulllah. Kekurangan-kurangan dalam buku ini menjadi tugas kita bersama untuk menyempurnakannya di kemudan hari.

Terakhir sebagai pihak yang berkompeten saya mengucapkan selamat atas terbitnya buku ini. Semoga apa yang menjadi cita-cita kita bersama dapat terwujud hendaknya. Atas berbagai kekurangan yang terdapat dalam buku ini kami mohon diberikan masukan dan saran agar ke depan menjadi lebih baik.

Wasaalamu'alaikum Wr. Wb.

KEPALA KANTOR
PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN
KABUPATEN ROKAN HULU

dto

Y U S R I N A
NIP. 420 008 222

 

 Sumber : Buku yang berjudul  Sejarah dan Adat Istiadat Masyarakat Kepenuhan.