Home Sambutan Ketua DPRD Kabupaten Rokan Hulu

Sambutan Ketua DPRD Kabupaten Rokan Hulu

59

SAMBUTAN KETUA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH
(DPRD) KABUPATEN ROKAN HULU

 

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarkaatuh.

Alhamdulillah, saya atas nama masyarakat Rokan Hulu mengucapkan selamat atas terbitnya buku sejarah .adat yang memaparkan salah satu adat istiadat luhak Kabupaten Rokan Hulu, yaitu Luhak Kepenuhan.

Buku yang berjudul Sejarah dan Adat Istiadat Masyarakat kepenuhan ini merupakan karya brillian yang patut kita beri apresiasi karena isinya cukup mencerminkan khasanah budaya yang ada pada salah satu luhak di Kabupaten Rokan Hulu. Jauh dari awal buku ini direncanakan tersirat makna yang positif yang dapat kembali mengangkat nilai adat yang selama ini terselubung di balik kemajuan era teknologi saat ini. Sebenarnya mau tidak mau secara substansial adat merupakan norma yang setiap hari kita jalani di tengah kehidupan bermasyarakat. Mulai kita bangun hingga kembali kita tertidur kembali secara normatif kita telah melaksanakannya, akan tetapi kita melaksanakan adat ini tidak secara menyeluruh, kita hanya memakainya setengah-setengah saja.

Adat di Kabupaten Rokan Hulu secara menyeluruh tidaklah berbeda jauh antara satu luhak dengan luhak lainnya, karena antara luhak ini dari dahulunya memang telah membina hubu­ngan yang harmonis. Secara substansial adat di Rokan Hulu sangat dipengaruhi oleh Budaya Melayu dan juga dari Minang Kabau. Khusus Luhak Kepenuhan seperti yang dicerita di dalam buku ini memang sangat kental sekali adat dari Perpatih Nan Sebatang, ini membuktikan adanya hubungan erat antara daerah ini dengan Kerajaan Pagaruyung di Minang Kabau pada zaman dahulu. Sisi positif yang dapat kita ambil dari adat istiadat Luhak Kepenuhan masa lalu adalah, adat bersandikan syarak, syarak bersandikan kitabullah. Maknanya, bahwa nenek moyang kita seba­gai masyarakat Luhak Kepenuhan adalah pemeluk agama Islam.

Aturan yang mereka pogang pakai kesehariannya adalah berlandaskan akan aturan Islam, yaitu bersandarkan kepada Al qur'an dan Hadist Rasulallah SAW. Ini sangat relevan untuk diadopsi dan diimplementasikan pada saat ini, dimana sangat banyak persoalan kehidupan pada saat ini yang jauh dari kedua norma tersebut. Untuk mengembalikan kondisi masyarakat ke jalan yang lurus adalah dengan kembali kepada pangkal jalan tadi, yaitu berlandaskan aturan Islam.

Mombangkik batang torondam sebagai pepatah adat sangatlah tepat kita sampaikan kepada upaya yang telah dirintis oleh Kantor Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu dalam upaya reorientasi kepada nilai adat atau nilai luhur yang telah lama terpendam namun belum juga bisa diangkat ke permukaan. Langkah awal ini perlu kita berikan apresiasi sehing­ga semua luhak yang ada di Rokan Hulu dapat menggali potensi daerah yang belum bisa diangkat ke permukaan sebagai nilai positif dalam upaya memajukan Rokan Hulu sebagai daerah atau kabupaten terbaik se Provinsi Riau. Dengan diselesaikannya buku ini semoga anak kemenakan atau generasi muda yang selama ini belum atau kurang paham dengan adat istiadat bisa belajar dengan membaca buku ini sehingga dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.

Terakhir, sebagai ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Rokan Hulu saya mengucapkan selamat atas penerbitan buku ini semoga bermanfaat bagi kita semua.

 

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH (DPRD) KABUPATEN ROKAN HULU

dto

TEDDY MIRZA DAL

 

Sumber : Buku yang berjudul  Sejarah dan Adat Istiadat Masyarakat Kepenuhan.