Home Sekilas Tentang Allahyarhan Syekh Abdul Wahab Rokan Al-Khalidi Naqsabandi

Sekilas Tentang Allahyarhan Syekh Abdul Wahab Rokan Al-Khalidi Naqsabandi

87

SEKILAS TENTANG ALLAHYARHAM SYEKH ABDUL WAHAB ROKAN AL-KHALDI NAQSABANDI (TUAN GURU BESILAM)

 

(Wafat: 21 Jumadil Awal 1345 H/27 Desember 1926 M)

Lahir di Rantau Binuang Sakti, Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, pada tanggal 10 Rabbi'ul Akhir 1239 H bertepatan tanggal 28 Desember 1811 M. Oleh kedua orang tuanya, beliau diberi nama Abu Qassim. Ibunya bernama Arbaiyah dan ayahnya bernama Abdul Manaf bin M. Yasin bin Maulana.

Dengan rahmat dan nikmat Allah SWT. beliau menjadi guru besar mengajar Ilmu Syari'at, Ma'rifat dan Haqiqat di Sumatera Utara, setelah belajar di Makkatul Mukarromah dengan gelar Syekh Abdul Wahab Rokan Al-Khalidi Naqsyabandi.

Dalam mengajar agama di Sumatera Utara, di Daerah Langkat, Raja Sultan Musa Muazzamsyah menyerahkan sebidang tanah di Hulu Sungai Batang Serangan yang kemudian diberi nama Babussalam (Besilam) untuk kegiatan Tarekat Naqsabandiyah dan beliau menjadi Tuan Guru Babussalam. Babussalam adalah sebuah desa yang semula hanya hutan belantara dibangun Syekh Abdul Wahab Rokan pada tahun 1300 H atau 1883 M dengan bantuan Sultan Musa seorang jamaah dan pengikutnya. Jadilah Babussalam sebagai pusat Tarekat Naqsyabandi dan di bumi inilah Syekh Abdul Wahab Rokan menutup mata menghadap Robbul Jalil pada tanggal 21 Djumadil Awal 1345 H/27 Desember 1926 M). Banyak murid beliau yang belajar ilmu agama dan Tarekat Naqsabandi yang berasal dari berbagai daerah di Sumatera, bahkan dari negara tetangga (ASEAN). Sampai saat ini, Zurriyat Syekh Abdul Wahab, khalifah sudah tersebar di seluruh Indonesia dan manca negara yang meneruskan amiliyah Syekh Abdul Wahab Rokan sehingga Babussalam dikenal dimana-mana. Saat ini pengikut-pengikut beliau di seluruh dunia juga mengenal daerah Rantau Binuang Sakti yang terletak di Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau sebagai tanah kelahiran Syekh Abdul Wahab Rokan. Di sinilah beliau mulai melangkahkan kakinya untuk mengembangkan agama Islam dan Tarekat Naqsabandi Asia Tenggara.

Sebagai seorang ulama beliau banyak, melahirkan Faqih (ahli agama) dan sebagai ahli haqiqat dan ma'rifat. Beliau telah melahirkan khalifah (ahli tarekhat) dan para faqih yang datang dari daerah dilantik dan kemudian dikembalikan ke daerahnya. Dengan demikian Tarekat Naqsyabandi menyebar dimana-mana, dari Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Jawa, dan manca negara seperti Malaysia, Thailand, Singapore, dan Brunai Darussalam. Oleh karenanya tidak mengherankan bila saat ini para khalifah turanan dari jamaah tersebut sudah mencapai puluhan ribu orang tersebar nusantara dan dunia ini.???????

Pada saat ini Rantau Binuang Sakti telah ditinggalkan karena kondisi alam yang tidak mendukung untuk melakukan kegiatan suluk. saat sekarang lokasi ini perlu dilakukan semacam rehabilitasi untuk kelangsungan kegiatan Suluk Tarekat Naqsabandi di Asia Tenggara.

  1. Daerah-daerah pengembangan Tarekat Naqsabandi menurut sejarahnya daerah Kubu, Kabupaten Rokan Hilir adalah tempat pertama kalinya Allah Yarham tersebut mengajarkan dan mengembangkan tarekat setelah kembali ke tanah air. Di daerah ini beliau membangun sebuah perkampungan yang bernama Kampung Tanjung Masjid.

Dari Kubu, Kabupaten Rokan Hilir, Allah Yarham tersebut mengembangkan tarekat dan ilmu agama di Panai, Bilah dan Kualuh Kabupaten Labuhan Batu. Dalam, perjalanan dakwah ini beliau telah melantik banyak khalifah yang kemudian melanjutkan usaha mengembangkan tarekat tersebut sampai saat ini. Sebagaimana lazimnya, di mana beliau mengajar, di sana beliau membangun sebuah kampung bernama Kampung Masjid.

Dari daerah tempat beliau dilahirkan juga banyak orang yang datang menuntut ilmu, contohnya dari Tambusai, Rambah, dan Kepenuhan. Dengan demikian dari sini pun banyak lahir khalifah yang menjadi mursyid dan mengajarkan ilmu tarekat sampai saat ini.

Dari Labuhan Batu, Allah Yarham melanjutkan perjalanan spritualnya ke Dumai, Kabupaten Bengkalis, dan di sini beliau juga membangun kampung yang baru bernama Kampung Sungai Masjid.

Setelah menetap di Babussalam, banyak murid-murid yang berdatangan dari berbagai daerah di Sumatera Utara dan Aceh. Dari daerah Tapanuli Selatan juga banyak khalifah yang dilantik dan kemudian menjadi mursyid. Oleh karenanya, Tapanuli Selatan merupakan daerah pengembangan Tarekat Naqsabandiyah sampai saat ini. Demikian juga daerah Asahan, Deli Serdang, Simalungun, Tarekat Naqsabandi pun berkembang di sana. Kemudian para khalifah tersebut turut berperan aktif mengembangkan tarekat sampai ke luar negeri

Syekh Abdul Wahab Rokan mengajarkan ilmu agama dan mengembangkan Tarekat Naqsabandiyah setelah belajar Mekah selama enam tahun bersuluk di Jabbal Abi Kubis dan memperoleh ijazah dari gurunya Syekh Sulaiman Zuhdi Menurut Amin Al-Kurdi dalam kitabnya Tanwinul Qulub, silsilah Tarekat Naqsabandi tersebut sampai ke Syekh Abdul Wahab Rokan adalah sebagai berikut.

  • Nabi Muhammad SAW
  • Abu Bakar Shiddiq
  • Salman Al-Farisi
  • Qasim bin Muhammad
  • Imam Ja'far As-Shadiq
  • Abu Yazid Al-Busthami
  • Abu Hasan Ali bin Ja'far AI-Khargani
  • Abu Ali Al-Fadhal
  • Abu Ya'kub Al-Hamdani
  • Abu Khaliq al-Fajduani
  • Ii. Arif Al-Riyakun
  • Mahmud AI-Anjim Al-Fajhmani
  • Ali Al-Ramituni
  • Muhammad Babussamasi
  • Bahauddin Naqsabandi,

Dari sinilah silsilah tersebut kemudian diteruskan ke :

  • Muhammad Bahauddin Naqsabandiyah
  • Mahmud Bukhari???????
  • Ya'kub Yarkhi Hishan
  • Abdullah Samarkandi
  • Muhammad Zahid
  • MUhammad Darwis
  • Khawaj Iki
  • Muhammad Baqi
  • Ahmad Faruqi
  • Muhammad Mas'hum
  • Abdullah Hindi
  • Dhiyaul Haq
  • Ismail Jawi Minangkabawi
  • Abdullah Affandi
  • Syekh Sulaiman
  • Sulaiman Zuhdi
  • Abdullah Wahab rokan Al-Khalidi Naqsabandi.

Adapun Syekh Abdul Wahab Rokan, keluarga Besilam, Ifilahnya adalah sebagai berikut.

  • Yahya Afandi (Wafat 20 Zulkaedah 1349 H)
  • Khalifah Abdul Manaf (wafat di Mekah)
  • Syekh H./Abdul Jabar (Wafat 19 Djumadil Akhir 139 1/19 Juni 1971)
  • Syekh H. Muhammad Daud (Wafat Kamis, 25 Rabiul Akhir 1391 H/17 Juni 1971)
  • Fakih Tambah (Wafat 23 Februari 1972)
  • Syekhalifah Abdul Muin (Wafat 16 Februari 1981)
  • Syekh H. Madyan (Wafat 29 Maret 1986/9 Rajab 1406 H)
  • Fakih Sufi
  • Syekh H. Anas Mudawar
  • Syekh Khalifah Hasyim Al Syarwani (tuan guru sekarang).

 

 

Sumber : Buku yang berjudul  Sejarah dan Adat Istiadat Masyarakat Kepenuhan