Home Olahraga & Kesehatan Pakar Epidemiologi Ungkap Faktor Pemicu Seseorang Tertulari Virus Corona

Pakar Epidemiologi Ungkap Faktor Pemicu Seseorang Tertulari Virus Corona

59
Pakar Epidemiologi Ungkap Faktor Pemicu Seseorang Tertulari Virus Corona

 

Kesehatan | Selasa, 03 Maret 2020 - 21:26 WIB

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Dua orang WNI telah terkonfirmas terinfeksi virus corona. Kini, kedua orang yang merupakan anak dan ibu itu sedang dalam perawatan di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta.

Dengan terinfeksinya kedua WNI itu, bukan tak mungkin virus ini menular ke individu lainnya. Namun, menurut pakar epidemiologi dari Universitas Indonesia Syahrizal Syarif, penularan virus corona tidaklah mudah.

Akan tetapi, semua orang diminta waspada dan tetap menjaga kesehatan dan kebersihan yang paling utama.

Syahrizal menuturkan, ada beberapa hal utama yang memungkinkan virus corona itu menulari orang lain. Hal ini terbagi menjadi tiga, yakni kontak erat, kontak dekat, dan kontak area.

“Untuk kontak dekat adalah orang yang selalu bersama-sama dengan mereka yang sudah positif corona seperti pasangan yang dalam status konfirmasi corona atau keluarga tinggal satu atap,” kata dia kepada wartawan di Jakarta, Selasa (3/3).

Menurut dia, kontak ini adalah yang paling memungkinkan terjangkit corona dan terbukti dari kasus yang dialami wanita di Depok, Jawa Barat, dia menulari ibu kandungnya yang tinggal satu atap.

Selanjutnya ada kontak dekat. Syahrizal yang juga menjadi Pengurus Pusat Bidang Politik Kesehatan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) ini menerangkan, kontak dekat adalah orang yang berhubungan kelompok dengan individu positif corona.

“Ini tak kalah berisiko, karena kalau satu terinfeksi maka dia kemungkinan besar bisa menularkan ke kelompoknya,” katanya.

Selanjutnya, kontak terakhir adalah kontak area. Syahrizal mengatakan, ketika ada suatu wilayah yang warganya telah positif virus corona, maka warga sekitar pun ada kemungkinan terjangkit penyakit serupa.

“Ini yang ada di lingkungan sekitar seperti tetangga. Bahkan membesuk mereka yang sakit juga termasuk kontak area. Itu bisa kena,” tandas Syahrizal. (cuy/jpnn)

Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal

 

Sumber : Fb RIAUPOS.CO