Home Internasional Parlemen Turki Izinkan Erdogan Bawa Pasukan ke Azerbaijan

Parlemen Turki Izinkan Erdogan Bawa Pasukan ke Azerbaijan

2
Parlemen Turki Izinkan Erdogan Bawa Pasukan ke Azerbaijan

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Erdogan diizinkan untuk mengerahkan pasukan penjaga perdamaian ke Azerbaijan. Ilustrasi.

 

Rabu 18 Nov 2020 08:30 WIB

Erdogan diizinkan untuk mengerahkan pasukan penjaga perdamaian ke Azerbaijan

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Parlemen Turki memberikan izin kepada pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan untuk mengerahkan pasukan penjaga perdamaian ke Azerbaijan. Pasukan yang akan dikirim ini untuk memantau kesepakatan gencatan senjata antara Azerbaijan dan Armenia demi mengakhiri konflik dua negara tersebut.

Dengan mengacungkan tangan, para legislator memberikan suara mendukung mandat satu tahun agar pemerintah mengirim pasukan pemantau dari pusat pemantauan bersama Turki-Rusia. Gencatan senjata itu mengakhiri pertempuran sengit selama enam pekan antara Azerbaijan dan Armenia atas wilayah Nagorno-Karabakh.

"Pemerintah Erdogan akan menentukan jumlah pasukan yang akan dikirim dan belum jelas berapa banyak pasukan yang akan dikirim. Mosi tersebut menyatakan bahwa personel sipil juga dapat dikerahkan sebagai bagian dari misi penjaga perdamaian," jelas laporan dari Parlemen Turki dilansir Alarabiya English, Selasa (17/11).

Pekan lalu, para menteri pertahanan Rusia dan Turki menandatangani nota kesepahaman untuk membentuk pusat pemantauan bersama di Azerbaijan, meskipun rincian teknis misi tersebut masih dikerjakan.

Azerbaijan telah mendesak sekutunya Turki, yang telah mendukung mereka dalam konflik tersebut, untuk mengambil peran aktif dalam perundingan damai antara Armenia-Azerbaijan. Turki juga merupakan negara pertama yang mengumumkan keterlibatannya dalam pemantauan perjanjian gencatan senjata.

Para pejabat Rusia mengatakan keterlibatan Ankara akan terbatas pada pekerjaan pusat pemantauan di tanah Azerbaijan dan penjaga perdamaian Turki tidak akan pergi ke Nagorno-Karabakh. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan markas pusat pemantauan itu akan beroperasi dari jarak jauh, menggunakan drone, dan alat teknis lainnya untuk memantau kemungkinan pelanggaran.

Rusia, yang merundingkan gencatan senjata, mengirim sekitar 2.000 tentara penjaga perdamaian di bawah mandat kesepakatan lima tahun. Nagorno-Karabakh secara wilayah terletak di Azerbaijan tetapi telah di bawah kendali pasukan etnis Armenia yang didukung oleh Armenia.

 

Sumber : REPUBLIKA.CO.ID

- Bertanjak -
Bertanjak
- Pucuk Suku Nan Sepuluh -
Banner Pucuk Suku Nan Sepuluh
- Makna dan Arti Logo -
Banner makna Logo luhak kepenuhan
UMKM Negeri Beradat
UMKM Negeri Beradat
KAI Negeri Beradat
KAI Negeri Beradat
Gssb
Banner gssb
Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
New Poster Luhak Kepenuhan Beradat
Banner Ismail Datuk Montoi
Banner Ismail Datuk Montoi
Banner Petuah Ketua Lam Rohul
Petuah Ketua LAM Rohul
Banner Petuah Ketua Lam Rohul
Banner Petuah Ketua Lam Rohul
Sambutan Ketua LKA Kepenuhan
Banner Ketua LKA Kepenuhan
Banner Ketua LKA Kepenuhan
Sekapur Sirih Mamak Sutan Kayo Moah
Banner Sekapur Sirih
Banner Sekapur Sirih
Buku Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
Banner Buku Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
Banner Buku Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
Add
Banner ADD
Banner ADD
One Day One Juz
Banner One Day One Juz
Banner One Day One Juz
Rumah Tahfidz Kepenuhan Timur
Banner Rumah Tahfidz Kepenuhan Timur
Banner Rumah Tahfidz Kepenuhan Timur
Banner Gerakan Negeri Beradat
Banner Gerakan Negeri Beradat
Banner Buku Super Quotion
Banner Buku Super Quotion
Banner Lam Kabupaten ROkan Hulu
Banner Lam Kabupaten ROkan Hulu
Banner LKA Kepenuhan
Banner LKA Kepenuhan